alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Tak Penuhi Standar, Komisi C DPRD Soroti Prosesnya

BABAT – Proyek ring road atau jalur lingkar selatan (JLS) Babat disoroti komisi C DPRD Lamongan. Pengerasan jalan yang dianggarkan Rp 1,4 miliar dari P-APBD 2017 itu dinilai tak memenuhi standar.Ketua Komisi C DPRD Lamongan, Moh Amir, menyatakan, ketebalan seharusnya 25 sentimeter (cm). Namun, kenyataan di lapangan maksimal hanya 15 cm. Lebar jalan yang seharusnya 13 meter (m), juga dikeraskan hanya 12 m.

‘’Temuan kami itu tidak sesuai standar, baik ketinggian pengerasan maupun lebarnya jalan,’’ katanya kemarin (12/2).Dia menuturkan, pengerasan jalan itu dianggarkan dari DAK 2017. Hasil dari pengurukan itu dinilai tidak sesuai ketentuan. Amir menganggap pengurukan itu merugikan negara.

Dia berharap Dinas PU Bina Marga mengingatkan pihak ketiga yang mengerjalan pengerasan jalan mulai Desa Pucangwangi hingga Desa Gendongkulon, Kecamatan Babat tersebut. ‘’PU Bina Marga kami minta untuk mengingatkan kontraktornya,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Berupaya Memaksimalkan PAD

Kepala Dinas PU Bina Marga Lamongan, Eko Agus Triandono membenarkan bahwa JLS telah dikeraskan dengan anggaran DAK Rp 1,4 miliar pada akhir 2017. Dia menilai pengerjaan itu sudah sesuai ketentuan. Alasannya, kondisi tanah sebelumnya tidak rata.

Pengerasan jalan sepanjang 1.180 m itu juga dipastikan sudah sesuai ketentuan.Meski demikian, pihaknya tetap mengecek ke lapangan. Jika ditemukan ketidaksesuaian, maka pihak ketiga diminta untuk bertanggung jawab.

‘’Karena ini juga masih ada masa perbaikannya, makanya nanti akan kami cek dulu,’’ katanya saat dikonfirmasi terpisah.

BABAT – Proyek ring road atau jalur lingkar selatan (JLS) Babat disoroti komisi C DPRD Lamongan. Pengerasan jalan yang dianggarkan Rp 1,4 miliar dari P-APBD 2017 itu dinilai tak memenuhi standar.Ketua Komisi C DPRD Lamongan, Moh Amir, menyatakan, ketebalan seharusnya 25 sentimeter (cm). Namun, kenyataan di lapangan maksimal hanya 15 cm. Lebar jalan yang seharusnya 13 meter (m), juga dikeraskan hanya 12 m.

‘’Temuan kami itu tidak sesuai standar, baik ketinggian pengerasan maupun lebarnya jalan,’’ katanya kemarin (12/2).Dia menuturkan, pengerasan jalan itu dianggarkan dari DAK 2017. Hasil dari pengurukan itu dinilai tidak sesuai ketentuan. Amir menganggap pengurukan itu merugikan negara.

Dia berharap Dinas PU Bina Marga mengingatkan pihak ketiga yang mengerjalan pengerasan jalan mulai Desa Pucangwangi hingga Desa Gendongkulon, Kecamatan Babat tersebut. ‘’PU Bina Marga kami minta untuk mengingatkan kontraktornya,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Menumpuk di IGD, Rumah Sakit Soegiri Lamongan Jadi Sorotan

Kepala Dinas PU Bina Marga Lamongan, Eko Agus Triandono membenarkan bahwa JLS telah dikeraskan dengan anggaran DAK Rp 1,4 miliar pada akhir 2017. Dia menilai pengerjaan itu sudah sesuai ketentuan. Alasannya, kondisi tanah sebelumnya tidak rata.

Pengerasan jalan sepanjang 1.180 m itu juga dipastikan sudah sesuai ketentuan.Meski demikian, pihaknya tetap mengecek ke lapangan. Jika ditemukan ketidaksesuaian, maka pihak ketiga diminta untuk bertanggung jawab.

‘’Karena ini juga masih ada masa perbaikannya, makanya nanti akan kami cek dulu,’’ katanya saat dikonfirmasi terpisah.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/