alexametrics
23.3 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Maslahatul Ilmiyah, Sampaikan Peran Perempuan dalam Menjaga Perdamaian

FEATURES – Selain beraktivitas sebagai pendamping perempuan dan anak, Maslahatul Ilmiyah menjadi salah satu anggota putri duta perdamaian dari Lamongan.

Senyum mengembang dari wajah Maslahatul Ilmiyah. Mahasiswi semester VII Unisla serius saat diajak membicarakan kasus kekerasan rumah tangga.  Dia menilai kekerasan rumah tangga kerap dipicu SDM yang rendah.

Korbannya, paling sering kaum perempuan dan anak. Agar meminimalisasi aksi kekerasan tersebut, Ilmiyah  selama ini selalu aktif di berbagai organisasi yang bisa meningkatkan SDM perempuan. Salah satunya, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

‘’Dengan pelajar putri yang cerdas, minimal bisa mencegah angka kekerasan,’’ tuturnya.

Salah satu aktivitasnya saat ini, memberikan pendampingan hukum terhadap korban kekerasan rumah tangga. ‘’Perempuan itu punya peran penting dalam rumah tangga,’’ imbuhnya.

Bermodal pengalaman aktivitasnya, Ilmiyah akhirnya mewakili Lamongan dalam acara Bilateral Meetings and Roundtable Discussion on Preventing Violent Extremism from the perspective of the Girl Ambassadors for Peace from Lamongan and Poso di Jakarta, Januari  lalu.

Baca Juga :  Berkat Sinergi & Kerja Keras, Pemkab Tuban Berhasil Kendalikan Pandemi

Dia menjadi duta dari Kota Soto ini bersama empat temannya. Yakni, Prasista Maolana, Rana Rafidha, Nur Aisyah Maullidah, dan Lilis Badriyah.

‘’Di forum itu saya menyampaikan peran perempuan dalam menjaga perdamaian,’’ tuturnya.

Ilmiyah menceritakan, selama forum berlangsung, ada beberapa kegiatan yang membahas tentang perdamaian. Dia menyampaikan beberapa hal yang mendasari sebuah perdamaian.

Termasuk tentang pentingnya keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan. Selama ini, dia menilai partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan kurang proporsional.

Ilmiyah berharap ke depan ada regulasi yang mengatur tentang pentingnya perempuan dalam pengambilan keputusan. ‘’Perempuan itu menjadi tonggak perdamaian,’’ tuturnya.

Sebelum berangkat ke Jakarta, dia harus melalui beberapa proses yang diseleksi tim dari International The Global Network for Woman Peacebuilder (GNWP).

Salah satunya, pelatihan yang fokusnya kepemimpinan, kewirausahaan dan pekerjaan, media dan media sosial, serta teater untuk peacebuilding dan mencegah kekerasan secara ekstrim. 

Saat acara berlangsung, ada materi pengembangan kapasitas untuk 61 remaja putri se-Indonesia.  Semuanya ditangani GNWP dan Muslimat NU, Aman Indonesia dan Universitas Indonesia.

Baca Juga :  Penerapan Belajar Tatap Muka Perlu Kajian Per Wilayah

Ilmiyah akan menerapkan strategi tidak langsung yang sangat dibutuhkan dalam mengikis akar radikalisme. Sehingga, mampu memperkuat ketahanan masyarakat atau kelompok rentan melalui pendidikan, pendampingan dan pemberdayaan.

‘’Setelah dari Jakarta, fokus kami di Lamongan saat ini terbagi menjadi wilayah dengan konsentrasi yang berbeda yang tujuan utamanya kampanye perdamaian,’’ beber aktivis IPPNU Lamongan itu. 

Tugas sebagai perempuan duta perdamaian ini, akan diemban selama setahun dengan bekerja bersama semua pihak. Termasuk 30 perempuan lainnya yang sudah terpilih untuk mengkampanyekan perdamaian.

Pertemuan bilateral dan diskusi meja bundar itu, anggota perempuan duta perdamaian di Lamongan dan Poso berkomitmen menjadi pembangun dan pemimpin yang kreatif.

Selain itu, para perempuan duta perdamaian ini juga melakukan pertemuan bilateral dengan lembaga dan organisasi seperti Komnas Perempuan dan Perempuan PBB Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

FEATURES – Selain beraktivitas sebagai pendamping perempuan dan anak, Maslahatul Ilmiyah menjadi salah satu anggota putri duta perdamaian dari Lamongan.

Senyum mengembang dari wajah Maslahatul Ilmiyah. Mahasiswi semester VII Unisla serius saat diajak membicarakan kasus kekerasan rumah tangga.  Dia menilai kekerasan rumah tangga kerap dipicu SDM yang rendah.

Korbannya, paling sering kaum perempuan dan anak. Agar meminimalisasi aksi kekerasan tersebut, Ilmiyah  selama ini selalu aktif di berbagai organisasi yang bisa meningkatkan SDM perempuan. Salah satunya, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

‘’Dengan pelajar putri yang cerdas, minimal bisa mencegah angka kekerasan,’’ tuturnya.

Salah satu aktivitasnya saat ini, memberikan pendampingan hukum terhadap korban kekerasan rumah tangga. ‘’Perempuan itu punya peran penting dalam rumah tangga,’’ imbuhnya.

Bermodal pengalaman aktivitasnya, Ilmiyah akhirnya mewakili Lamongan dalam acara Bilateral Meetings and Roundtable Discussion on Preventing Violent Extremism from the perspective of the Girl Ambassadors for Peace from Lamongan and Poso di Jakarta, Januari  lalu.

Baca Juga :  Federasi Panjat Tebing Indonesia Lamongan Tak Bedakan Program Latihan

Dia menjadi duta dari Kota Soto ini bersama empat temannya. Yakni, Prasista Maolana, Rana Rafidha, Nur Aisyah Maullidah, dan Lilis Badriyah.

‘’Di forum itu saya menyampaikan peran perempuan dalam menjaga perdamaian,’’ tuturnya.

Ilmiyah menceritakan, selama forum berlangsung, ada beberapa kegiatan yang membahas tentang perdamaian. Dia menyampaikan beberapa hal yang mendasari sebuah perdamaian.

Termasuk tentang pentingnya keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan. Selama ini, dia menilai partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan kurang proporsional.

Ilmiyah berharap ke depan ada regulasi yang mengatur tentang pentingnya perempuan dalam pengambilan keputusan. ‘’Perempuan itu menjadi tonggak perdamaian,’’ tuturnya.

Sebelum berangkat ke Jakarta, dia harus melalui beberapa proses yang diseleksi tim dari International The Global Network for Woman Peacebuilder (GNWP).

Salah satunya, pelatihan yang fokusnya kepemimpinan, kewirausahaan dan pekerjaan, media dan media sosial, serta teater untuk peacebuilding dan mencegah kekerasan secara ekstrim. 

Saat acara berlangsung, ada materi pengembangan kapasitas untuk 61 remaja putri se-Indonesia.  Semuanya ditangani GNWP dan Muslimat NU, Aman Indonesia dan Universitas Indonesia.

Baca Juga :  TMA Menurun, Waspada Hujan di April

Ilmiyah akan menerapkan strategi tidak langsung yang sangat dibutuhkan dalam mengikis akar radikalisme. Sehingga, mampu memperkuat ketahanan masyarakat atau kelompok rentan melalui pendidikan, pendampingan dan pemberdayaan.

‘’Setelah dari Jakarta, fokus kami di Lamongan saat ini terbagi menjadi wilayah dengan konsentrasi yang berbeda yang tujuan utamanya kampanye perdamaian,’’ beber aktivis IPPNU Lamongan itu. 

Tugas sebagai perempuan duta perdamaian ini, akan diemban selama setahun dengan bekerja bersama semua pihak. Termasuk 30 perempuan lainnya yang sudah terpilih untuk mengkampanyekan perdamaian.

Pertemuan bilateral dan diskusi meja bundar itu, anggota perempuan duta perdamaian di Lamongan dan Poso berkomitmen menjadi pembangun dan pemimpin yang kreatif.

Selain itu, para perempuan duta perdamaian ini juga melakukan pertemuan bilateral dengan lembaga dan organisasi seperti Komnas Perempuan dan Perempuan PBB Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/