alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

DD dan ADD 220 Desa Terancam Tak Cair 

KOTA – Sebanyak 220 desa terancam tidak bisa mencairkan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD). Sebab belum membuat anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes).‘’Salah satu syarat pencairan DD dan ADD yakni rampungnya pembuatan APBDes,’’ kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Lamongan, Khusnul Yakni melalui Kabag Humas dan Protokol, Agus Hendrawan senin (12/2). 

Agus mengungkapkan, dari 462 desa yang ada di Lamongan, baru 242 desa yang telah tuntas membuat APBDes. Sedangkan 220 desa belum.  “Kecepatan pencairan DD dan ADD sangat tergantung dari kelengkapan administrasi dari desa. Jika desa ingin segera mencairkan DD dan ADD, diantaranya harus segera merampungkan APBDes,“ terangnya.

Baca Juga :  Wastafel di Depan Setiap Rumah Warga, Dipicu Perangkat Desa Muda

Dia menambahkan, ada tiga kecamatan yang seluruh desanya sudah merampungkan APBDes. Yakni Kecamatan Sugio, Modo dan Ngimbang. Menurut Agus, tahun ini jumlah ADD dari APBD sama dengan tahun lalu yakni Rp 126,496 miliar. Sedangkan DD dari APBN, Kabupaten Lamongan mendapatkan Rp 321,349 miliar. Turun dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 363,423 miliar. ‘’Penurunan itu karena perbedaan penghitungan,’’ ujarnya. 

Dia menjelaskan, sebelumnya penghitungan hanya menggunakan alokasi dasar dan alokasi formula. Sementara tahun ini ditambah alokasi afirmatif, yakni alokasi bagi desa yang sangat tertinggal. 

Penggunaannya, lanjut dia, 60 persen ADD bisa untuk penghasilan tetap kades dan perangkatnya dan 40 persen untuk pembangunan fisik, operasional BPD, LPM, PKK, posyandu. ‘’Sedangkan DD untuk bidang pembangunan, pemberdayaan dan prioritas kabupaten yang tidak bertentangan dengan prioritas penggunaan DD dari kementerian desa,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Berkali kali Perempuan ini Selundupkan Sabu di Lapas

Dia menambahkan, pencairan ADD tahun ini dua tahap. Tahap pertama 40 persen dan 60 persen tahap dua. Tahun lalu cair tiga tahap. ‘’Untuk DD tetap cair tiga tahap karena  menjadi domain kebijakan Kementerian Keuangan,’’ tukasnya.

KOTA – Sebanyak 220 desa terancam tidak bisa mencairkan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD). Sebab belum membuat anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes).‘’Salah satu syarat pencairan DD dan ADD yakni rampungnya pembuatan APBDes,’’ kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Lamongan, Khusnul Yakni melalui Kabag Humas dan Protokol, Agus Hendrawan senin (12/2). 

Agus mengungkapkan, dari 462 desa yang ada di Lamongan, baru 242 desa yang telah tuntas membuat APBDes. Sedangkan 220 desa belum.  “Kecepatan pencairan DD dan ADD sangat tergantung dari kelengkapan administrasi dari desa. Jika desa ingin segera mencairkan DD dan ADD, diantaranya harus segera merampungkan APBDes,“ terangnya.

Baca Juga :  Berkali kali Perempuan ini Selundupkan Sabu di Lapas

Dia menambahkan, ada tiga kecamatan yang seluruh desanya sudah merampungkan APBDes. Yakni Kecamatan Sugio, Modo dan Ngimbang. Menurut Agus, tahun ini jumlah ADD dari APBD sama dengan tahun lalu yakni Rp 126,496 miliar. Sedangkan DD dari APBN, Kabupaten Lamongan mendapatkan Rp 321,349 miliar. Turun dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 363,423 miliar. ‘’Penurunan itu karena perbedaan penghitungan,’’ ujarnya. 

Dia menjelaskan, sebelumnya penghitungan hanya menggunakan alokasi dasar dan alokasi formula. Sementara tahun ini ditambah alokasi afirmatif, yakni alokasi bagi desa yang sangat tertinggal. 

Penggunaannya, lanjut dia, 60 persen ADD bisa untuk penghasilan tetap kades dan perangkatnya dan 40 persen untuk pembangunan fisik, operasional BPD, LPM, PKK, posyandu. ‘’Sedangkan DD untuk bidang pembangunan, pemberdayaan dan prioritas kabupaten yang tidak bertentangan dengan prioritas penggunaan DD dari kementerian desa,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Berkas Dilimpahkan Minggu Depan

Dia menambahkan, pencairan ADD tahun ini dua tahap. Tahap pertama 40 persen dan 60 persen tahap dua. Tahun lalu cair tiga tahap. ‘’Untuk DD tetap cair tiga tahap karena  menjadi domain kebijakan Kementerian Keuangan,’’ tukasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/