alexametrics
23.4 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

BPNT Gagal Dicairkan Bulan Ini 

- Advertisement -

KOTA – Bantuan Pangan nontunai (BPNT) gagal cair bulan ini. Persiapan kurang maksimal ditengarai sebagai penyebab gagalnya pencairan pengganti bantuan sosial beras sejahtera ( bansos rastra) tersebut.‘’Sehingga bantuan tetap dicairkan dalam bentuk tunai/langsung melalui bansos rastra,’’ kata Kepala Bidang Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Lamongan, Mas’ud senin (12/2).

Menurut dia, penyaluran BPNT ditunda hingga April mendatang. Berdasarkan edaran Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan nomor 02/MS/B/02/2018 dijelaskan, penyaluran BPNT masih perlu penyempurnaan. 

Mas’ud mengatakan, persiapan penyaluran bantuan pangan dari tunai menjadi nontunai memang terlalu cepat. Sehingga pelaksanaan di daerah bisa dibilang memaksa. Sedangkan sosialisasi dan verifikasi penerima masih belum tuntas karena kemungkinan masih ada perubahan. “Kuotanya tetap tapi penerimanya masih mungkin berubah, sehingga perlu verifikasi,” ungkapnya. 

Baca Juga :  Hadirkan Konsep Kekinian, Menjunjung Tinggi Kearifan Lokal

Dia mengungkapkan, kuota penerima bansos rastra di Lamongan sebanyak 100.567 keluarga penerima manfaat (KPM). Sedangkan saat ini, proses verifikasi belum tuntas 100 persen. “Tenggang waktu dua bulan akan kita manfaatkan sebaik mungkin,” tukasnya. 

Mas’ud menjelaskan, tiga poin menjadi pertimbangan penundaan. Yakni KPM harus mendapatkan sosialisasi mengenai mekanismenya agar penyaluran bisa lebih tertata. Bahan pangan di agen atau e-warung masih ada yang dipaketkan, padahal seharusnya KPM bebas memilih kuantitas beras dan telur. Dan, masih ada KPM yang belum memiliki kartu keluarga sejahtera (KKS) atau sudah tidak berfungsi. “Jadi harus disempurnakan dulu agar penyaluran bisa berjalan maskimal,” tukasnya.

KOTA – Bantuan Pangan nontunai (BPNT) gagal cair bulan ini. Persiapan kurang maksimal ditengarai sebagai penyebab gagalnya pencairan pengganti bantuan sosial beras sejahtera ( bansos rastra) tersebut.‘’Sehingga bantuan tetap dicairkan dalam bentuk tunai/langsung melalui bansos rastra,’’ kata Kepala Bidang Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Lamongan, Mas’ud senin (12/2).

Menurut dia, penyaluran BPNT ditunda hingga April mendatang. Berdasarkan edaran Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan nomor 02/MS/B/02/2018 dijelaskan, penyaluran BPNT masih perlu penyempurnaan. 

Mas’ud mengatakan, persiapan penyaluran bantuan pangan dari tunai menjadi nontunai memang terlalu cepat. Sehingga pelaksanaan di daerah bisa dibilang memaksa. Sedangkan sosialisasi dan verifikasi penerima masih belum tuntas karena kemungkinan masih ada perubahan. “Kuotanya tetap tapi penerimanya masih mungkin berubah, sehingga perlu verifikasi,” ungkapnya. 

Baca Juga :  Satu Rumah Tertimbun Longsor

Dia mengungkapkan, kuota penerima bansos rastra di Lamongan sebanyak 100.567 keluarga penerima manfaat (KPM). Sedangkan saat ini, proses verifikasi belum tuntas 100 persen. “Tenggang waktu dua bulan akan kita manfaatkan sebaik mungkin,” tukasnya. 

Mas’ud menjelaskan, tiga poin menjadi pertimbangan penundaan. Yakni KPM harus mendapatkan sosialisasi mengenai mekanismenya agar penyaluran bisa lebih tertata. Bahan pangan di agen atau e-warung masih ada yang dipaketkan, padahal seharusnya KPM bebas memilih kuantitas beras dan telur. Dan, masih ada KPM yang belum memiliki kartu keluarga sejahtera (KKS) atau sudah tidak berfungsi. “Jadi harus disempurnakan dulu agar penyaluran bisa berjalan maskimal,” tukasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Rusak

Artikel Terbaru


/