alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

70 Koperasi Dibekukan, Berpraktik Seperti Rentenir

KOTA – Sebanyak 70 koperasi di Lamongan dibekukan. Sebab melakukan praktik simpan pinjam mirip rentenir. Selain itu sudah lebih dari dua tahun tidak menggelar rapat anggota tahunan (RAT), sehingga dinilai vakum dan layak dibekukan. ‘’Totalnya 70 koperasi yang terpaksa kami bekukan,’’ kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Lamongan, Anang Taufik kepada Jawa Pos Radar Lamongan senin (12/2).Dia mengungkapkan, jumlah koperasi di Lamongan sebanyak 1.118 lembaga yang tersebar di 27 kecamatan di Lamongan. Setelah dilakukan verifikasi kelembagaan, ada 70 koperasi yang tidak sesuai aturan. 

Menurut dia, koperasi yang dibekukan tersebut kebanyakan berupa koperasi simpan pinjam (KSP) yang beroperasi tidak sesuai aturan. Misalnya secara kelembagaan bernama koperasi, namun tidak memiliki anggota. Sehingga praktiknya hanya menjalankan usaha meminjamkan uang kepada masyarakat umum. Padahal sesuai aturan koperasi, yang diperbolehkan meminjam itu adalah anggotanya sendiri. Selanjutnya laba dari usaha koperasi itu akan dibagi kepada anggota melalui sisa hasil usaha (SHU). ‘’Pokoknya yang dibekukan itu sudah tidak sesuai aturan yang berlaku,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Banyak Pendonor, Stok Darah Aman Untuk Sepekan Ke Depan

Sementara itu, kalangan DPRD Lamongan mengapresiasi pembekuan koperasi tersebut. Sebab selama ini banyak rentenir yang beroperasi di lapangan dengan menggunakan kelembagaan koperasi. Namun bunga pinjaman yang diberlakukan cukup tinggi, sehingga kerap memberatkan masyarakat. ‘’Koperasi yang berkedok rentenir ini harus diberantas,’’ kata Ketua Komisi B DPRD Lamongan, Saifudin Zuhri.

KOTA – Sebanyak 70 koperasi di Lamongan dibekukan. Sebab melakukan praktik simpan pinjam mirip rentenir. Selain itu sudah lebih dari dua tahun tidak menggelar rapat anggota tahunan (RAT), sehingga dinilai vakum dan layak dibekukan. ‘’Totalnya 70 koperasi yang terpaksa kami bekukan,’’ kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Lamongan, Anang Taufik kepada Jawa Pos Radar Lamongan senin (12/2).Dia mengungkapkan, jumlah koperasi di Lamongan sebanyak 1.118 lembaga yang tersebar di 27 kecamatan di Lamongan. Setelah dilakukan verifikasi kelembagaan, ada 70 koperasi yang tidak sesuai aturan. 

Menurut dia, koperasi yang dibekukan tersebut kebanyakan berupa koperasi simpan pinjam (KSP) yang beroperasi tidak sesuai aturan. Misalnya secara kelembagaan bernama koperasi, namun tidak memiliki anggota. Sehingga praktiknya hanya menjalankan usaha meminjamkan uang kepada masyarakat umum. Padahal sesuai aturan koperasi, yang diperbolehkan meminjam itu adalah anggotanya sendiri. Selanjutnya laba dari usaha koperasi itu akan dibagi kepada anggota melalui sisa hasil usaha (SHU). ‘’Pokoknya yang dibekukan itu sudah tidak sesuai aturan yang berlaku,’’ tegasnya.

Baca Juga :  11 Pasien Terima Donor Plasma Konvalesen, 2 Diantaranya Sembuh

Sementara itu, kalangan DPRD Lamongan mengapresiasi pembekuan koperasi tersebut. Sebab selama ini banyak rentenir yang beroperasi di lapangan dengan menggunakan kelembagaan koperasi. Namun bunga pinjaman yang diberlakukan cukup tinggi, sehingga kerap memberatkan masyarakat. ‘’Koperasi yang berkedok rentenir ini harus diberantas,’’ kata Ketua Komisi B DPRD Lamongan, Saifudin Zuhri.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/