alexametrics
26.5 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

Sidang Tuntutan Rozi Ditunda

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sidang dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan terdakwa M. Rozi ditunda Selasa depan (18/1). Tim jaksa penuntut umum (JPU) kejaksaan negeri (kejari) belum siap membacakan tuntutan. 

Dekry Wahyudi tim JPU menjelaskan, bahwa jadwal sidang pembacaan surat tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro itu kemarin (11/1). Namun, pihaknya mengaku masih belum siap. Sehingga memohon majelis hakim PN merampungkan tuntutan dan akan dibacakan Selasa depan. 

“Kami ajukan permohonan kepada majelis hakim untuk ditunda satu minggu. Sebab tuntutannya belum siap,” jelas Dekry.

Dekry menambahkan, persidangan masih berjalan itu telah memeriksa tujuh saksi. “Enam saksi dari kami (JPU, Red) termasuk saksi korban (istri terdakwa) dan ahli. Lalu ada satu saksi a de charge (meringankan) dihadirkan pihak terdakwa,” ucapnya.

Baca Juga :  Peserta Tes Perades Banyak Wadul DPRD

Dikonfirmasi terpisah, M. Rozi membenarkan sidang pembacaan tuntutan oleh JPU ditunda satu minggu. Rozi tidak ingin banyak berkomentar perihal sidang ia jalani mulai 24 November 2021. Rozi mengikuti persidangannya itu sendirian, tanpa didampingi penasihat hukum. 

“Iya betul, tuntutan ditunda minggu depan,” beber politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga anggota Komisi C DPRD Bojonegoro itu.

Perlu diketahui, kasus KDRT itu dilaporkan ke Polres Bojonegoro oleh korban Anik Susilowati pada 21 September 2020. Berkas perkara dilimpahkan ke kejari, selanjutnya dilimpahkan ke PN. Sidang pertama digelar 24 November lalu.

Terdakwa tidak ditahan. Karena terdakwa didakwa dakwaan tunggal dengan ancaman pidana penjara di bawah lima tahun. Yakni, pasal 44 ayat 4 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT.

Baca Juga :  Enam Parpol Kekurangan Bacaleg

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sidang dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan terdakwa M. Rozi ditunda Selasa depan (18/1). Tim jaksa penuntut umum (JPU) kejaksaan negeri (kejari) belum siap membacakan tuntutan. 

Dekry Wahyudi tim JPU menjelaskan, bahwa jadwal sidang pembacaan surat tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro itu kemarin (11/1). Namun, pihaknya mengaku masih belum siap. Sehingga memohon majelis hakim PN merampungkan tuntutan dan akan dibacakan Selasa depan. 

“Kami ajukan permohonan kepada majelis hakim untuk ditunda satu minggu. Sebab tuntutannya belum siap,” jelas Dekry.

Dekry menambahkan, persidangan masih berjalan itu telah memeriksa tujuh saksi. “Enam saksi dari kami (JPU, Red) termasuk saksi korban (istri terdakwa) dan ahli. Lalu ada satu saksi a de charge (meringankan) dihadirkan pihak terdakwa,” ucapnya.

Baca Juga :  Menko Airlangga: Indonesia Bertekad Menjadi High-Income Country

Dikonfirmasi terpisah, M. Rozi membenarkan sidang pembacaan tuntutan oleh JPU ditunda satu minggu. Rozi tidak ingin banyak berkomentar perihal sidang ia jalani mulai 24 November 2021. Rozi mengikuti persidangannya itu sendirian, tanpa didampingi penasihat hukum. 

“Iya betul, tuntutan ditunda minggu depan,” beber politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga anggota Komisi C DPRD Bojonegoro itu.

Perlu diketahui, kasus KDRT itu dilaporkan ke Polres Bojonegoro oleh korban Anik Susilowati pada 21 September 2020. Berkas perkara dilimpahkan ke kejari, selanjutnya dilimpahkan ke PN. Sidang pertama digelar 24 November lalu.

Terdakwa tidak ditahan. Karena terdakwa didakwa dakwaan tunggal dengan ancaman pidana penjara di bawah lima tahun. Yakni, pasal 44 ayat 4 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT.

Baca Juga :  PT. Bintang Toedjoe Bersama Polres Bojonegoro Bagikan Produk Kesehatan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/