alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Target Pelaksanaan UNBK SMP 

KOTA – Belum semua lembaga pendidikan SMP di Lamongan memiliki laboratorium komputer. Namun ditargetkan semua SMP di Kota Soto tersebut melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) 100 persen tahun ini.

‘’Tahun ini pemerintah menargetkan 70 persen pelaksanaan UNBK SMP. Namun kami siap melaksanakan 100 persen, sesuai harapan pak bupati (Bupati Lamongan, Fadeli,Red),’’ kata Kepala Dinas Pendidikan (disdik) Lamongan, Adi Suwito jumat (12/1). 

Dia optimistis target itu tercapai. Sebab tahun lalu seluruh lembaga SMP negeri (SMPN) bisa melaksanakan UNBK secara serentak. Meski beberapa harus menumpang ke lembaga lain, seperti SMA dan SMK.  

tapi bisa terlaksana lancar. Karena terjalin komunikasi antar lembaga. ‘’Karena itu pelaksanaan UNBK jenjang SMP/MTs tahun ini harus lebih terprogram. Lembaga yang tidak memiliki lab komputer sebaiknya segera melapor. Supaya bisa dicarikan lembaga lain untuk  diajak sharing laboratorium computer,’’ tukasnya. 

Baca Juga :  Jadi Favorit Latar Selfie

Adi menambahkan, rencana pelaksanaan UNBK SMP 100 persen harus tercapai. Sehingga seluruh persoalan harus diselesaikan bersama tanpa memberatkan salah satu pihak. Apabila ada lembaga/sekolah tidak bisa melaksanakan UNBK, harus jelas alasannya.

‘’Karena itu harus segera melapor ke dinas pendidikan, agar bisa dicarikan solusinya,’’ tutur dia. Terpisah, Kabid SMP Disdik Lamongan Sisyanto mengungkapkan, lembaga SMP sederajat di Lamongan terdiri dari SMPN 48 lembaga, SMP swasta (SMPS) 105 lembaga, MTsN 2 lembaga, dan MTs swasta 177 lembaga.

Seluruh lembaga tersebut sudah didata untuk mengikuti pelaksanaan UNBK. ‘’Bahkan simulasi tahap I sudah dilakukan, sehingga kesiapannya sudah mulai dirapikan,’’ ungkapnya. 

Sisyanto menambahkan, pelaksanaan UNBK sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan daerah. Karena itu seluruh lembaga harus bersinergi. Ketika terjadi permasalahan segera melapor ke disdik, agar bisa dicarikan solusi bersama. “Jangan sampai ada kesan paksaan,” imbuhnya. 

Baca Juga :  Dapat Beasiswa ke Jerman, Dua Siswa ini Ingin Seperti BJ Habibie

KOTA – Belum semua lembaga pendidikan SMP di Lamongan memiliki laboratorium komputer. Namun ditargetkan semua SMP di Kota Soto tersebut melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) 100 persen tahun ini.

‘’Tahun ini pemerintah menargetkan 70 persen pelaksanaan UNBK SMP. Namun kami siap melaksanakan 100 persen, sesuai harapan pak bupati (Bupati Lamongan, Fadeli,Red),’’ kata Kepala Dinas Pendidikan (disdik) Lamongan, Adi Suwito jumat (12/1). 

Dia optimistis target itu tercapai. Sebab tahun lalu seluruh lembaga SMP negeri (SMPN) bisa melaksanakan UNBK secara serentak. Meski beberapa harus menumpang ke lembaga lain, seperti SMA dan SMK.  

tapi bisa terlaksana lancar. Karena terjalin komunikasi antar lembaga. ‘’Karena itu pelaksanaan UNBK jenjang SMP/MTs tahun ini harus lebih terprogram. Lembaga yang tidak memiliki lab komputer sebaiknya segera melapor. Supaya bisa dicarikan lembaga lain untuk  diajak sharing laboratorium computer,’’ tukasnya. 

Baca Juga :  Penonton Tertib, Pengerjaan Stadion Berjalan Lancar

Adi menambahkan, rencana pelaksanaan UNBK SMP 100 persen harus tercapai. Sehingga seluruh persoalan harus diselesaikan bersama tanpa memberatkan salah satu pihak. Apabila ada lembaga/sekolah tidak bisa melaksanakan UNBK, harus jelas alasannya.

‘’Karena itu harus segera melapor ke dinas pendidikan, agar bisa dicarikan solusinya,’’ tutur dia. Terpisah, Kabid SMP Disdik Lamongan Sisyanto mengungkapkan, lembaga SMP sederajat di Lamongan terdiri dari SMPN 48 lembaga, SMP swasta (SMPS) 105 lembaga, MTsN 2 lembaga, dan MTs swasta 177 lembaga.

Seluruh lembaga tersebut sudah didata untuk mengikuti pelaksanaan UNBK. ‘’Bahkan simulasi tahap I sudah dilakukan, sehingga kesiapannya sudah mulai dirapikan,’’ ungkapnya. 

Sisyanto menambahkan, pelaksanaan UNBK sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan daerah. Karena itu seluruh lembaga harus bersinergi. Ketika terjadi permasalahan segera melapor ke disdik, agar bisa dicarikan solusi bersama. “Jangan sampai ada kesan paksaan,” imbuhnya. 

Baca Juga :  Jadi Favorit Latar Selfie

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/