alexametrics
28.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Tak Punya Biaya, TKW Dikubur di Malaysia

BOJONEGORO – Sri Murni, 45, seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Mori, Kecamatan Trucuk, dikabarkan meninggal dunia di Malaysia. Rencananya, jenazahnya akan dimakamkan di Negeri Jiran. Sebab, pihak keluarga tak memiliki biaya untuk memulangkannya.

‘’Keluarga tidak sanggup memulangkan jenazahnya karena biayanya mahal. Jadi, keluarga ikhlas dimakamkan di sana (Malaysia),’’ kata Kepala Desa (Kades) Mori Andi Triatmaja jumat malam (12/1).

Andi sapaannya menjelaskan, Tri Murni masuk ke Malaysia tidak melalui jalur resmi. Sehingga, jenazahnya tidak bisa dipulangkan oleh pemerintah. Jenazahnya bisa dipulangkan, jika keluarga menjemputnya. Tentunya, dengan biaya sendiri. 

Sri meninggal karena sakit. Bahkan, dia sudah sakit sejak sebulan lalu. Keluarga Sri di Desa Mori, juga sudah mengetahui ketika sakit. Sebab, mereka selalu berkomunikasi melalui ponsel. ‘’Saya sendiri mendengar kabar meninggalnya Jumat dini hari (kemarin),’’ jelasnya.

Baca Juga :  Pabrik Kerupuk Tinggal Puing

Menurut Kades, Sri tidak memiliki dokumen saat petugas memeriksanya. Paspor juga tidak ada. Diduga paspor milik Sri dibawa oleh perusahaan yang memberangkatkannya ke Malaysia. Namun, hingga kini belum jelas perusahaan apa yang memberangkatkan ke Malaysia.

Sri bekerja di Malaysia sejak setahun lalu. Dua bulan lalu, Sri mengabarkan kalau dia sakit. Namun, dia masih belum bisa pulang. Akhirnya, kemarin dini hari, Sri dikabarkan meninggal dunia.

Jenazah, Sri saat ini masih belum dikubur. Sebab, pemerintah Malaysia menunggu adanya surat kematian dari pihak Indonesia. ‘’Surat kematian sedang diurus. Semoga segara selesai dan jenazah bisa dikebumikan,’’ jelasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Agus Supriyanto mengatakan, tidak mengetahui kabar meninggalnya TKW asal Mori tersebut. Sebab, TKW tersebut tidak tercatat secara resmi. ‘’Saya kok tidak tahu ya. Biasanya ada pemberitahuan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  KPP Pratama Sosialisasi PERPPU Akses Informasi Keuangan

Dia menjelaskan, TKW yang diberangkatkan melalui jalur tidak resmi memang akan menemui kendala. Mulai tidak adanya perlindungan dan pemerintah tidak bisa memfasilitasi. ‘’Jika resmi, pemerintah pasti akan memulangkannya,’’ jelasnya.

BOJONEGORO – Sri Murni, 45, seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Mori, Kecamatan Trucuk, dikabarkan meninggal dunia di Malaysia. Rencananya, jenazahnya akan dimakamkan di Negeri Jiran. Sebab, pihak keluarga tak memiliki biaya untuk memulangkannya.

‘’Keluarga tidak sanggup memulangkan jenazahnya karena biayanya mahal. Jadi, keluarga ikhlas dimakamkan di sana (Malaysia),’’ kata Kepala Desa (Kades) Mori Andi Triatmaja jumat malam (12/1).

Andi sapaannya menjelaskan, Tri Murni masuk ke Malaysia tidak melalui jalur resmi. Sehingga, jenazahnya tidak bisa dipulangkan oleh pemerintah. Jenazahnya bisa dipulangkan, jika keluarga menjemputnya. Tentunya, dengan biaya sendiri. 

Sri meninggal karena sakit. Bahkan, dia sudah sakit sejak sebulan lalu. Keluarga Sri di Desa Mori, juga sudah mengetahui ketika sakit. Sebab, mereka selalu berkomunikasi melalui ponsel. ‘’Saya sendiri mendengar kabar meninggalnya Jumat dini hari (kemarin),’’ jelasnya.

Baca Juga :  898 Pelanggar Lalin di Bawah Umur

Menurut Kades, Sri tidak memiliki dokumen saat petugas memeriksanya. Paspor juga tidak ada. Diduga paspor milik Sri dibawa oleh perusahaan yang memberangkatkannya ke Malaysia. Namun, hingga kini belum jelas perusahaan apa yang memberangkatkan ke Malaysia.

Sri bekerja di Malaysia sejak setahun lalu. Dua bulan lalu, Sri mengabarkan kalau dia sakit. Namun, dia masih belum bisa pulang. Akhirnya, kemarin dini hari, Sri dikabarkan meninggal dunia.

Jenazah, Sri saat ini masih belum dikubur. Sebab, pemerintah Malaysia menunggu adanya surat kematian dari pihak Indonesia. ‘’Surat kematian sedang diurus. Semoga segara selesai dan jenazah bisa dikebumikan,’’ jelasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Agus Supriyanto mengatakan, tidak mengetahui kabar meninggalnya TKW asal Mori tersebut. Sebab, TKW tersebut tidak tercatat secara resmi. ‘’Saya kok tidak tahu ya. Biasanya ada pemberitahuan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Ekspresikan Melalui Sketsa

Dia menjelaskan, TKW yang diberangkatkan melalui jalur tidak resmi memang akan menemui kendala. Mulai tidak adanya perlindungan dan pemerintah tidak bisa memfasilitasi. ‘’Jika resmi, pemerintah pasti akan memulangkannya,’’ jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

SMKN 2 Semakin Dipercaya

Butuh 10 Pemain Lokal

Artikel Terbaru


/