alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Saturday, June 25, 2022

Dilarang Berlayar Hingga Akhir Pekan 

BRONDONG – Kapal-kapal di pantura Lamongan diminta tidak berlayar hingga akhir pecan ini. Sebab, sesuai prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terjadi cuaca buruk. Bahkan tinggi gelombang hingga empat meter. 

 ‘’Dengan tinggi gelombang seperti itu, cukup bahaya bagi kapal untuk berlayar. Sehingga kita minta untuk menghentikan aktivitas sementara hingga akhir pecan ini,’’ ujar Fasilitas Pelabuhan (Faspel) Syahbandar Pelabuhan Sedayulawas Brondong, Misngadi kemarin (12/1). 

Dia mengungkapkan, sejuml;ah kapal sudah menghentikan aktivitas. Seperti, kapal tag boat mengangkut komoditi industri, kapal layar motor (KLM), serta kapal motor nelayan (KMN) tidak ada yang beroperasi.

Sedangkan untuk operasional kapal penumpang Gili Iyang dari Pelabuhan ASDP Paciran masih menunggu kabar terbaru dari BMKG. ‘’Kalau di (Pelabuhan) ASDP operasionalnya Senin dan Rabu. Kita pantau sampai minggu. Kalau membaik diperbolehkan, tapi jika sebaliknya maka izin berlayar tidak kita keluarkan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Siap Diverifikasi, KKP Tak Kunjung Mencabut Larangan Payang/Cantrang

Satpolairud Polres Lamongan juga bersiaga hingga akhir pekan ini. ‘’Sesuai prakiraan cuaca, gelombang dengan ketinggian antara empat meter masih berpotensi hingga akhir pekan ini,’’ tutur Kasatpolairud Polres Lamongan AKP Bintara kepada Jawa Pos Radar Lamongan . 

Menurut dia, imbauan dari BMKG sudah diterima sejak lima hari terakhir. Pihaknya juga sudah menyampaikan pada nelayan melalui himpunan nelayan seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan, serta seluruh ketua rukun nelayan (RN) yang tersebar di tiap desa di Paciran dan Brondong.

‘’Sudah kita sampaikan imbauan tersebut.  Kita pantau nelayan,  agar mentaati itu,’’ terangnya saat dikonfirmasi via ponsel. 

Dia mengungkapkan, kejadian di perairan Tuban dan Paciran Kamis (11/1) lalu menjadi bukti. Dua perahu ukuran di bawah 5 gross tonnage (gt) dihembas gelombang tinggi di perairan Desa/ Kecamatan Paciran. Untungnya jarak perahu dan bibir laut dekat. Sehingga dua nelayan bisa diselamatkan masyarakat sekitar. 

Baca Juga :  Gedung Baru DPRD Bojonegoro Belum Jelas, Gedung Lama Direhab

Di Tuban, gelombang tinggi menenggelamkan 40 perahu dan delapan unit lainnya  hancur. Satu orang dinyatakan meninggal. ‘’Memasuki awal bulan ini, cuaca masih belum menentu,’’ terang Bintara.

BRONDONG – Kapal-kapal di pantura Lamongan diminta tidak berlayar hingga akhir pecan ini. Sebab, sesuai prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terjadi cuaca buruk. Bahkan tinggi gelombang hingga empat meter. 

 ‘’Dengan tinggi gelombang seperti itu, cukup bahaya bagi kapal untuk berlayar. Sehingga kita minta untuk menghentikan aktivitas sementara hingga akhir pecan ini,’’ ujar Fasilitas Pelabuhan (Faspel) Syahbandar Pelabuhan Sedayulawas Brondong, Misngadi kemarin (12/1). 

Dia mengungkapkan, sejuml;ah kapal sudah menghentikan aktivitas. Seperti, kapal tag boat mengangkut komoditi industri, kapal layar motor (KLM), serta kapal motor nelayan (KMN) tidak ada yang beroperasi.

Sedangkan untuk operasional kapal penumpang Gili Iyang dari Pelabuhan ASDP Paciran masih menunggu kabar terbaru dari BMKG. ‘’Kalau di (Pelabuhan) ASDP operasionalnya Senin dan Rabu. Kita pantau sampai minggu. Kalau membaik diperbolehkan, tapi jika sebaliknya maka izin berlayar tidak kita keluarkan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Plh Bupati Kagumi Kinerja Fadeli, Sebut Bapak Pembangunan Lamongan

Satpolairud Polres Lamongan juga bersiaga hingga akhir pekan ini. ‘’Sesuai prakiraan cuaca, gelombang dengan ketinggian antara empat meter masih berpotensi hingga akhir pekan ini,’’ tutur Kasatpolairud Polres Lamongan AKP Bintara kepada Jawa Pos Radar Lamongan . 

Menurut dia, imbauan dari BMKG sudah diterima sejak lima hari terakhir. Pihaknya juga sudah menyampaikan pada nelayan melalui himpunan nelayan seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan, serta seluruh ketua rukun nelayan (RN) yang tersebar di tiap desa di Paciran dan Brondong.

‘’Sudah kita sampaikan imbauan tersebut.  Kita pantau nelayan,  agar mentaati itu,’’ terangnya saat dikonfirmasi via ponsel. 

Dia mengungkapkan, kejadian di perairan Tuban dan Paciran Kamis (11/1) lalu menjadi bukti. Dua perahu ukuran di bawah 5 gross tonnage (gt) dihembas gelombang tinggi di perairan Desa/ Kecamatan Paciran. Untungnya jarak perahu dan bibir laut dekat. Sehingga dua nelayan bisa diselamatkan masyarakat sekitar. 

Baca Juga :  Lima Kali Beraksi, Spesialis Curanmor Dibekuk

Di Tuban, gelombang tinggi menenggelamkan 40 perahu dan delapan unit lainnya  hancur. Satu orang dinyatakan meninggal. ‘’Memasuki awal bulan ini, cuaca masih belum menentu,’’ terang Bintara.

Artikel Terkait

Most Read

Kebijakan HET Migor Tak Dicabut

Raperda Sisakan Validasi

Lagi, Honor GTT-PTT Telat Cair

Artikel Terbaru

Baru Bisa Bersepeda

Mati di Dalam Truk

Tim Putri Lolos, Putra Keok


/