alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Indukan Langka, Populasi Kambing dan Domba di Bojonegoro Terancam

Radar Bojonegoro – Keberadaan kambing indukan atau betina jenis domba di Wilayah Bojonegoro seakanakan langka. Belum diketahui secara pasti ke mana hilangnya kambing betina ini. Sehingga, ini mengancam populasi kambing atau domba di Kota Ledre.

Berdasar pengakuan sejumlah peternak dan pedagang, kambing betina sulit dicari di sejumlah pasar hewan. Kelangkaan ini hampir terjadi dua tahun terakhir. Diprediksi populasinya semakin sedikit dan mengancam populasi kambing. Padahal, kambing betina menjadi indukan untuk menambah populasi hewan pemakan rumput ini.

‘’Sudah dua tahun ini domba betina sulit dicari di pasaran,’’ kata Abu salah satu peternak di Kecamatan Kapas kemarin (11/12). Menurut Abu, sulit mencari kambing atau domba betina ini. Ketika di sejumlah pasar hewan nyaris tak ada. Kalaupun ada segera dibeli dan tak lama di pasaran.

Dia belum mengetahui secara pasti ke mana hilangnya kambing betina ini di pasar hewan. Namun, dia memprediksi kambing betina ini disembelih untuk pasokan daging. Padahal, dia memastikan kambing betina yang disembelih ini akan menjadi ancaman populasi ke depan.

Baca Juga :  Hari Pertama Sekolah Tatap Muka, Masih Ada Kantin Yang Buka

‘’Kelihatannya tak hanya sapi, kambing atau domba betina juga dilarang disembelih,’’ ungkap dia. Sementara itu, diprediksi ada banyak faktor penyebab semakin berkurangnya kambing jenis domba indukan atau betina ini. Faktor dominan adalah banyaknya kambing jenis domba betina dipotong dijual daging dan dijadikan sate.

Ada juga karena para peternak menganggap tidak menguntungkan dengan cepat atau dua tahun baru bisa berkembang hasilnya. Banyaknya anak kambing saat kelahiran mati serta kurang pahamnya warga siklus perkawinannya.

Rijal Amin peternak asal Desa Simbatan, Kecamatan Kanor membenarkan berbagai faktor semakin kecilnya populasi kambing jenis domba indukan atau betina ini. Dia mengalami kesulitan mencari domba betina saat keluar masuk pasar hewan. Kebanyakan pedagang menjual kambing jantan.

‘’Saya sudah kesulitan saat mencari kambing betina. Saya tiap keluar masuk pasar hewan mulai Kalitidu, Kapas, Sumberrejo, hingga Balen sulit mendapatkan kambing betina. Ini sudah terjadi sekitar dua tahun terakhir,’’ jelas Rijal juga mahasiswa peternakan ini.

Baca Juga :  RPH Kota Akan Dipindah di Desa Banjarsari

Menurut Rijal, fenomena kelangkaan ini diharapkan menjadi pantauan penting oleh dinas-dinas terkait. Setidaknya agar populasi kambing di wilayah Bojonegoro masih terjaga. Selama ini yang terlihat ada pengawasan ketat larangan pemotongan hewan ternak hanya sapi betina saja.

Rijal menjelaskan, setiap tahunnya ada momen hari kurban. Tentu masyarakat di Bojonegoro banyak membu tuhkan kambing jantan untuk disembelih. Apabila hal itu tidak segera ada pengawasan, dalam jangka panjang pedagang hewan lokal akan selalu mendatangkan kambing dari luar Bojonegoro.

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Catur Rahayu belum bisa dikonfirmasi. Ketika dihubungi melalui telepon maupun pesan singkat hingga berita ini ditulis belum mem berikan jawaban. Kabid Budidaya dan Pengembangan Industri Ternak Disnakkan Elfia Nuarini mengaku masih ada kegiatan. Dan bersedia akan memberikan jawaban Senin nanti. (irv)

Radar Bojonegoro – Keberadaan kambing indukan atau betina jenis domba di Wilayah Bojonegoro seakanakan langka. Belum diketahui secara pasti ke mana hilangnya kambing betina ini. Sehingga, ini mengancam populasi kambing atau domba di Kota Ledre.

Berdasar pengakuan sejumlah peternak dan pedagang, kambing betina sulit dicari di sejumlah pasar hewan. Kelangkaan ini hampir terjadi dua tahun terakhir. Diprediksi populasinya semakin sedikit dan mengancam populasi kambing. Padahal, kambing betina menjadi indukan untuk menambah populasi hewan pemakan rumput ini.

‘’Sudah dua tahun ini domba betina sulit dicari di pasaran,’’ kata Abu salah satu peternak di Kecamatan Kapas kemarin (11/12). Menurut Abu, sulit mencari kambing atau domba betina ini. Ketika di sejumlah pasar hewan nyaris tak ada. Kalaupun ada segera dibeli dan tak lama di pasaran.

Dia belum mengetahui secara pasti ke mana hilangnya kambing betina ini di pasar hewan. Namun, dia memprediksi kambing betina ini disembelih untuk pasokan daging. Padahal, dia memastikan kambing betina yang disembelih ini akan menjadi ancaman populasi ke depan.

Baca Juga :  Menko: Koordinasi Terus Ditingkatkan untuk Menjaga Momentum Pemulihan

‘’Kelihatannya tak hanya sapi, kambing atau domba betina juga dilarang disembelih,’’ ungkap dia. Sementara itu, diprediksi ada banyak faktor penyebab semakin berkurangnya kambing jenis domba indukan atau betina ini. Faktor dominan adalah banyaknya kambing jenis domba betina dipotong dijual daging dan dijadikan sate.

Ada juga karena para peternak menganggap tidak menguntungkan dengan cepat atau dua tahun baru bisa berkembang hasilnya. Banyaknya anak kambing saat kelahiran mati serta kurang pahamnya warga siklus perkawinannya.

Rijal Amin peternak asal Desa Simbatan, Kecamatan Kanor membenarkan berbagai faktor semakin kecilnya populasi kambing jenis domba indukan atau betina ini. Dia mengalami kesulitan mencari domba betina saat keluar masuk pasar hewan. Kebanyakan pedagang menjual kambing jantan.

‘’Saya sudah kesulitan saat mencari kambing betina. Saya tiap keluar masuk pasar hewan mulai Kalitidu, Kapas, Sumberrejo, hingga Balen sulit mendapatkan kambing betina. Ini sudah terjadi sekitar dua tahun terakhir,’’ jelas Rijal juga mahasiswa peternakan ini.

Baca Juga :  Hari Pertama Sekolah Tatap Muka, Masih Ada Kantin Yang Buka

Menurut Rijal, fenomena kelangkaan ini diharapkan menjadi pantauan penting oleh dinas-dinas terkait. Setidaknya agar populasi kambing di wilayah Bojonegoro masih terjaga. Selama ini yang terlihat ada pengawasan ketat larangan pemotongan hewan ternak hanya sapi betina saja.

Rijal menjelaskan, setiap tahunnya ada momen hari kurban. Tentu masyarakat di Bojonegoro banyak membu tuhkan kambing jantan untuk disembelih. Apabila hal itu tidak segera ada pengawasan, dalam jangka panjang pedagang hewan lokal akan selalu mendatangkan kambing dari luar Bojonegoro.

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Catur Rahayu belum bisa dikonfirmasi. Ketika dihubungi melalui telepon maupun pesan singkat hingga berita ini ditulis belum mem berikan jawaban. Kabid Budidaya dan Pengembangan Industri Ternak Disnakkan Elfia Nuarini mengaku masih ada kegiatan. Dan bersedia akan memberikan jawaban Senin nanti. (irv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/