alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Hadapi Industri 4.0 SMKN 2 Lamongan Buka Jurusan Teknik Mekatronika

Radar Lamongan – Untuk memenuhi kebutuhan industri di Lamongan dan Jawa timur, SMK Negeri 2 Lamongan jurusan baru untuk PPDB tahun ajaran 2021/2022. Yakni, jurusan Program Keahlian Teknik Mekatronika. 

Jurusan itu gabungan antara mekanik dan elektronika. Sistem belajarnya 3 tahun plus satun tahun magang. Sehingga, program ini sering disebut SMK 4 tahun. Ijazah lulusan Program Keahlian Teknik Mekatronika nantinya setara dengan Diplomatika 1.

Kepala SMKN 2 Lamongan Drs Matekur M.Pd MT mengatakan, pengembangan Program Keahlian Teknik Mekatronika SMK 4 Tahun di SMK Negeri 2 Lamongan,  untuk menyiapkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan memiliki kesempatan lebih luas untuk bersaing di dunia kerja.

Lulusan SMK 4 Tahun dirancang memiliki kelebihan dalam hal ketrampilan, kompetensi, kemandirian dan kematangan usia kerja. Sehingga, lulusan jurusan ini diharapkan dapat menjadi pekerja mandiri, pekerja di industri  elektronika, dan sektor – sektor lain yang saat ini banyak membutuhkan keahlian Teknik Mekatronika. 

SMKN 2 Lamongan membuka program Keahlian Teknik Mekatronika karena telah memiliki sarana prasarananya. Tenaga pengajar tersedia. Fasilitas pendukung juga sangat memungkinkan dibukanya program Keahlian Teknik Mekatronika.

Baca Juga :  Sumbangsih Blok Cepu Menuju Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh

Matekur menjelaskan, pada tahun pertama, dibuka satu rombongan belajar. Jumlahnya 36 siswa. Dia menargetkam jangka panjang ada 4 kelas.

Matekur berharap lulusan SMK 4 Tahun ini bisa bekerja di industri dan dunia kerja (IDUKA). ‘’Selama ini SMK 3 tahun ini ada kesenjangan, karena usia lulusan  masih 17 tahun, sementara IDUKA yang multinasional mensyaratkan usia 18 tahun,’’ jelasnya.

‘’Sehingga dengan SMK 4 tahun ini, anak-anak  sudah sesuai dengan undang – undang ketenagakerjaan memenuhi syarat kerja usia 18 tahun. Itu yang kita ingin capai dan SMK 4 tahun ini satu-satunya di Kabupaten Lamongan,’’ imbuhnya.

SMKN 2 Lamongan memiliki Jurusan Teknik  Elektro dan Teknik Pengelasan sebagai embrio untuk jurusan Teknik Mekatronika. ‘’Nanti kita padukan dan sarana prasarana sudah kami siapkan,’’ kata Matekur. 

WASTARGAYA, INOVASI DI TENGAH PANDEMI COVID – 19

Di tengah pandemi Covid – 19, siswa SMKN 2 Lamongan selalu kreatif, inovatif dan berinovasi dengan sistem tenaga surya. Baru – baru ini, mereka menciptakan Westafel Pintar Tenaga Surya (WASTARGAYA) 

Baca Juga :  Alasan Sakit, Tersangka BOS Belum Penuhi Panggilan Kejari

Kepala SMKN 2 Lamongan Drs Matekur M.Pd. MT mengatakan, WASTARGAYA merupakan westafel pintar dengan menggunakan tenaga surya. Cara kerja wastargaya cukup meletakkan tangan pada sensor, maka air dan sabun akan keluar secara otomatis.

“Westafel ini menggunakan sensor dan panel tenaga surya pengunaannya tidak usah menyentuh barangnya, sehingga dimungkinkan tidak ada penularan karena tidak memegang barang” jelasnya. 

Dia menambahkan, wastafel pintar ini karya siswa dari Jurusan Elektro bagian tenaga surya, Jurusan Teknik Pengelasan bagian rekayasa las, dan Teknik Instalasi tenaga listrik untuk merakit listriknya. Perpaduan 3 jurusan ini lah yang menciptakan Wastargaya.  

SMKN 2 Lamongan merupakan sekolah Adiwiyata Nasional yang Inovasinnya ramah lingkungan dengan menggunakan tenaga surya.

Sebelumnya, SMKN 2 Lamongan juga menciptakan Becak Wisata Tenaga Surya (BETA GAYA), Hidroponik Tenaga Surya (HIPOGAYA), dan Tempat Sampah Tenaga Surya. 

Radar Lamongan – Untuk memenuhi kebutuhan industri di Lamongan dan Jawa timur, SMK Negeri 2 Lamongan jurusan baru untuk PPDB tahun ajaran 2021/2022. Yakni, jurusan Program Keahlian Teknik Mekatronika. 

Jurusan itu gabungan antara mekanik dan elektronika. Sistem belajarnya 3 tahun plus satun tahun magang. Sehingga, program ini sering disebut SMK 4 tahun. Ijazah lulusan Program Keahlian Teknik Mekatronika nantinya setara dengan Diplomatika 1.

Kepala SMKN 2 Lamongan Drs Matekur M.Pd MT mengatakan, pengembangan Program Keahlian Teknik Mekatronika SMK 4 Tahun di SMK Negeri 2 Lamongan,  untuk menyiapkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan memiliki kesempatan lebih luas untuk bersaing di dunia kerja.

Lulusan SMK 4 Tahun dirancang memiliki kelebihan dalam hal ketrampilan, kompetensi, kemandirian dan kematangan usia kerja. Sehingga, lulusan jurusan ini diharapkan dapat menjadi pekerja mandiri, pekerja di industri  elektronika, dan sektor – sektor lain yang saat ini banyak membutuhkan keahlian Teknik Mekatronika. 

SMKN 2 Lamongan membuka program Keahlian Teknik Mekatronika karena telah memiliki sarana prasarananya. Tenaga pengajar tersedia. Fasilitas pendukung juga sangat memungkinkan dibukanya program Keahlian Teknik Mekatronika.

Baca Juga :  Demerson Masih Diragukan

Matekur menjelaskan, pada tahun pertama, dibuka satu rombongan belajar. Jumlahnya 36 siswa. Dia menargetkam jangka panjang ada 4 kelas.

Matekur berharap lulusan SMK 4 Tahun ini bisa bekerja di industri dan dunia kerja (IDUKA). ‘’Selama ini SMK 3 tahun ini ada kesenjangan, karena usia lulusan  masih 17 tahun, sementara IDUKA yang multinasional mensyaratkan usia 18 tahun,’’ jelasnya.

‘’Sehingga dengan SMK 4 tahun ini, anak-anak  sudah sesuai dengan undang – undang ketenagakerjaan memenuhi syarat kerja usia 18 tahun. Itu yang kita ingin capai dan SMK 4 tahun ini satu-satunya di Kabupaten Lamongan,’’ imbuhnya.

SMKN 2 Lamongan memiliki Jurusan Teknik  Elektro dan Teknik Pengelasan sebagai embrio untuk jurusan Teknik Mekatronika. ‘’Nanti kita padukan dan sarana prasarana sudah kami siapkan,’’ kata Matekur. 

WASTARGAYA, INOVASI DI TENGAH PANDEMI COVID – 19

Di tengah pandemi Covid – 19, siswa SMKN 2 Lamongan selalu kreatif, inovatif dan berinovasi dengan sistem tenaga surya. Baru – baru ini, mereka menciptakan Westafel Pintar Tenaga Surya (WASTARGAYA) 

Baca Juga :  Alasan Sakit, Tersangka BOS Belum Penuhi Panggilan Kejari

Kepala SMKN 2 Lamongan Drs Matekur M.Pd. MT mengatakan, WASTARGAYA merupakan westafel pintar dengan menggunakan tenaga surya. Cara kerja wastargaya cukup meletakkan tangan pada sensor, maka air dan sabun akan keluar secara otomatis.

“Westafel ini menggunakan sensor dan panel tenaga surya pengunaannya tidak usah menyentuh barangnya, sehingga dimungkinkan tidak ada penularan karena tidak memegang barang” jelasnya. 

Dia menambahkan, wastafel pintar ini karya siswa dari Jurusan Elektro bagian tenaga surya, Jurusan Teknik Pengelasan bagian rekayasa las, dan Teknik Instalasi tenaga listrik untuk merakit listriknya. Perpaduan 3 jurusan ini lah yang menciptakan Wastargaya.  

SMKN 2 Lamongan merupakan sekolah Adiwiyata Nasional yang Inovasinnya ramah lingkungan dengan menggunakan tenaga surya.

Sebelumnya, SMKN 2 Lamongan juga menciptakan Becak Wisata Tenaga Surya (BETA GAYA), Hidroponik Tenaga Surya (HIPOGAYA), dan Tempat Sampah Tenaga Surya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/