alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Saturday, May 28, 2022

10 Ribu Jargas Menyasar Gayam, Kota, dan Ngasem

Radar Bojonegoro – Proyek pembangunan jaringan gas (jargas) dimulai tahun depan. Rencananya ada tiga kecamatan bakal mendapatkan alokasinya. Yakni, Kecamatan Bojonegoro Kota, Ngasem, dan Gayam. Total keseluruhan ada 10 ribu sambungan rumah (SR).

‘’Dari sambungan itu, Kecamatan Kota mendapatkan 4 ribu sambungan. Sisanya Ngasem dan Gayam,’’ ujar Kabag Sumber Daya Alam (SDA) Pemkab Bojonegoro Farid Naqib kemarin (11/12). Gas akan digunakan berasal dari Kecamatan Ngasem. Yakni, dari proyek gas Jambaran Tiung Biru (JTB). Namun, jargas itu ditangani Direktur Jenderal (Dirjen) Migas Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

‘’ESDM nanti akan menunjuk PGN (Perusahaan Gas Negara) untuk pelaksanaan proyeknya. Itu hasil rapat di Surabaya kemarin (Kamis lalu),’’ ujar Farid. Proyek jargas sudah direncanakan sejak 2018 lalu. Seharusnya tahun ini proyek itu mulai jalan. Adanya pandemi Covid-19 membuat pelaksanaannya mundur. Tahun depan baru dilaksanakan proyeknya.

Baca Juga :  Satgas Covid Lamongan Bakal Ketati Pusat Perbelanjaan

Untuk pengoperasiannya menunggu proyek itu selesai. Proyek tahun depan pembangunan terminal gas di masing-masing kecamatan akan disaluri gas. Selanjutnya, pemasangan pipa gas di rumah yang menerima. ‘’Para penerima jargas juga sudah ditentukan. Yang memenentukan kepala desa di masing-masing wilayah,’’ jelas pria hobi berkebun alpukat itu.

Dirjen Migas Kementerian ESDM sudah melakukan survei lokasi pembangunan terminalnya. Pemkab diminta membantu proses perizinan. ‘’Kami sudah mengalokasikan anggaran tahun depan pengurusan dokumen UKL-UPL (upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup,’’ jelasnya.

Farid menjelaskan, jargas tahun depan hanya pilot project atau proyek perintis. Ke depan pemasangan jargas berlanjut di kecamatan lainnya bisa dijangkau. Selain itu, belum semua warga di tiga kecamatan mendapatkan saluran jargas. ‘’Sehingga, masih bisa diperluas lagi yang mendapatkannya,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Gebyar Budaya Pesisir Utara Jatim ala SMAN 3 Tuban

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Mochlasin Afan berharap pemasangan jargas bisa dirasakan semua masyarakat. Sehingga, mereka bisa merasakan adanya sumber gas cukup melimpah di Bojonegoro. ‘’Ini akan membantu masyarakat,’’ jelasnya.

Jargas itu, lanjut dia, akan mengurangi ketergantungan pada gas bersubsidi. Selama ini masyarakat sangat bergantung gas bersubsidi. ‘’Dengan menggunakan jargas ketergantungan itu bisa dikurangi,’’ jelasnya.

Radar Bojonegoro – Proyek pembangunan jaringan gas (jargas) dimulai tahun depan. Rencananya ada tiga kecamatan bakal mendapatkan alokasinya. Yakni, Kecamatan Bojonegoro Kota, Ngasem, dan Gayam. Total keseluruhan ada 10 ribu sambungan rumah (SR).

‘’Dari sambungan itu, Kecamatan Kota mendapatkan 4 ribu sambungan. Sisanya Ngasem dan Gayam,’’ ujar Kabag Sumber Daya Alam (SDA) Pemkab Bojonegoro Farid Naqib kemarin (11/12). Gas akan digunakan berasal dari Kecamatan Ngasem. Yakni, dari proyek gas Jambaran Tiung Biru (JTB). Namun, jargas itu ditangani Direktur Jenderal (Dirjen) Migas Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

‘’ESDM nanti akan menunjuk PGN (Perusahaan Gas Negara) untuk pelaksanaan proyeknya. Itu hasil rapat di Surabaya kemarin (Kamis lalu),’’ ujar Farid. Proyek jargas sudah direncanakan sejak 2018 lalu. Seharusnya tahun ini proyek itu mulai jalan. Adanya pandemi Covid-19 membuat pelaksanaannya mundur. Tahun depan baru dilaksanakan proyeknya.

Baca Juga :  Bubarkan Party Sekitar 20 Perempuan di Kafe

Untuk pengoperasiannya menunggu proyek itu selesai. Proyek tahun depan pembangunan terminal gas di masing-masing kecamatan akan disaluri gas. Selanjutnya, pemasangan pipa gas di rumah yang menerima. ‘’Para penerima jargas juga sudah ditentukan. Yang memenentukan kepala desa di masing-masing wilayah,’’ jelas pria hobi berkebun alpukat itu.

Dirjen Migas Kementerian ESDM sudah melakukan survei lokasi pembangunan terminalnya. Pemkab diminta membantu proses perizinan. ‘’Kami sudah mengalokasikan anggaran tahun depan pengurusan dokumen UKL-UPL (upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup,’’ jelasnya.

Farid menjelaskan, jargas tahun depan hanya pilot project atau proyek perintis. Ke depan pemasangan jargas berlanjut di kecamatan lainnya bisa dijangkau. Selain itu, belum semua warga di tiga kecamatan mendapatkan saluran jargas. ‘’Sehingga, masih bisa diperluas lagi yang mendapatkannya,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Pelantikan Bupati Lamongan Dibatasi, Hanya 7 Orang

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Mochlasin Afan berharap pemasangan jargas bisa dirasakan semua masyarakat. Sehingga, mereka bisa merasakan adanya sumber gas cukup melimpah di Bojonegoro. ‘’Ini akan membantu masyarakat,’’ jelasnya.

Jargas itu, lanjut dia, akan mengurangi ketergantungan pada gas bersubsidi. Selama ini masyarakat sangat bergantung gas bersubsidi. ‘’Dengan menggunakan jargas ketergantungan itu bisa dikurangi,’’ jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/