alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Bencana Longsor, Korban Belum Tertangani

SEKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro tidak bergerak cepat dalam penanganan bencana longsor di Kecamatan Sekar. Hingga kemarin (11/12), belum ada penanganan dari pemkab untuk korban longsor. 

Masih terdapat warga terdampak mengungsi di rumah sanak keluarganya. Bencana banjir bandang dan puting beliung ini terjadi Sabtu (8/12). Banjir disertai angin kencang ini melanda (Dusun Kalipapak dan Dusun Grenjengan) Desa Sekar. Serta, Desa Miyono. 

“Belum ada bantuan pak. Baru bantuan kerja bakti dari warga sekitar yang kami terima,” ujar Jumiatun, salah satu korban longsor saat ditemui di rumahnya.

Jumiatun mengatakan, longsor mengakibatkan dinding rumahnya ambrol. Dia beserta suami dan anaknya seketika semburat keluar rumah. Takut rumah berdinding kayu ambruk. “Baru setelah hujan reda saja melihat rumah. Untungnya rumah tidak ambruk,” ucapnya dengan sedih.

Baca Juga :  Perencanaan Flyover Jetak Telan Rp 2,5 Miliar

Untuk sementara, Jumiatun menginap di rumah ibunya. Kebetulan rumah ibunya tidak terkena longsor. “Kami berharap segera dapat bantuan. Rumah kami diperbaiki,” ujar dia. 

Menurut Jumiatun, belum ada bantuan apapun yang diterima. Bahkan, tidak ada petugas yang datang memantau ke lokasi. “Baru Pak RT yang menggalakkan kerja bakti untuk menyingkirkan material longsor,” jelasnya.

Kemarin, sejumlah petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro, mengunjungi lokasi terdampak longsor. Namun, petugas damkar tidak bisa berbuat banyak. Sebab, hal itu menjadi domain badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat. 

“Kita hanya memantau kondisi. Penanganan nanti di BPBD,” ujar Sekretaris Dinas Damkar Bowo Sasmito.

Bowo mengatakan, selain di Dusun Kalipapak, Desa Sekar, di Desa Miyono juga terjadi hal serupa. Selain itu, sejumlah rumah di kawasan juga juga rentan terkena longsor. Sebab, rumah mereka ada di dekat tebing. “Jika hujan ini juga rawan longsor,” ujarnya.

Baca Juga :  Sebelum Tes GeNose C19, Disarankan Tidak Makan

SEKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro tidak bergerak cepat dalam penanganan bencana longsor di Kecamatan Sekar. Hingga kemarin (11/12), belum ada penanganan dari pemkab untuk korban longsor. 

Masih terdapat warga terdampak mengungsi di rumah sanak keluarganya. Bencana banjir bandang dan puting beliung ini terjadi Sabtu (8/12). Banjir disertai angin kencang ini melanda (Dusun Kalipapak dan Dusun Grenjengan) Desa Sekar. Serta, Desa Miyono. 

“Belum ada bantuan pak. Baru bantuan kerja bakti dari warga sekitar yang kami terima,” ujar Jumiatun, salah satu korban longsor saat ditemui di rumahnya.

Jumiatun mengatakan, longsor mengakibatkan dinding rumahnya ambrol. Dia beserta suami dan anaknya seketika semburat keluar rumah. Takut rumah berdinding kayu ambruk. “Baru setelah hujan reda saja melihat rumah. Untungnya rumah tidak ambruk,” ucapnya dengan sedih.

Baca Juga :  Direktur Hotel GDK Belum Diisi, Target Pendapatan Dihapus

Untuk sementara, Jumiatun menginap di rumah ibunya. Kebetulan rumah ibunya tidak terkena longsor. “Kami berharap segera dapat bantuan. Rumah kami diperbaiki,” ujar dia. 

Menurut Jumiatun, belum ada bantuan apapun yang diterima. Bahkan, tidak ada petugas yang datang memantau ke lokasi. “Baru Pak RT yang menggalakkan kerja bakti untuk menyingkirkan material longsor,” jelasnya.

Kemarin, sejumlah petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro, mengunjungi lokasi terdampak longsor. Namun, petugas damkar tidak bisa berbuat banyak. Sebab, hal itu menjadi domain badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat. 

“Kita hanya memantau kondisi. Penanganan nanti di BPBD,” ujar Sekretaris Dinas Damkar Bowo Sasmito.

Bowo mengatakan, selain di Dusun Kalipapak, Desa Sekar, di Desa Miyono juga terjadi hal serupa. Selain itu, sejumlah rumah di kawasan juga juga rentan terkena longsor. Sebab, rumah mereka ada di dekat tebing. “Jika hujan ini juga rawan longsor,” ujarnya.

Baca Juga :  Pahit Rasanya, Manis Hasilnya

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/