alexametrics
25.3 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

DPRD Bojonegoro Kembali Gelar FGD Dua Raperda Inisiatif

Radar Bojonegoro – Sekretariat DPRD Bojonegoro kembali menggelar focus group discussion (FGD) dua raperda inisiatif. Yakni, raperda tentang pemberdayaan dan perlindungan petani dan raperda tentang penyelenggaraan hiburan. Kegiatan dilaksanakan di Cafe Mbah Dalang Dander itu adalah lanjutan dari FGD sebelumnya yang dilaksanakan pada 10 Oktober lalu.

Sesi pertama adalah FGD raperda tentang pemberdayaan dan perlindungan petani. Raperda itu diinisiasi oleh Komisi B DPRD Bojonegoro. Acara dibuka Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Mitroatin. Dalam sambutannya Mitroatin berharap para peserta FGD ini bisa memberikan masukan-masukan. Sehingga, bisa menghasilkan perda yang benar-benar bagus.

‘’Semua permasalahan petani bisa diatasi,’’ ujar Mitroatin.

Mitroatin melanjutkan, permasalahan petani bukan hanya lahan. Namun, juga pupuk. Bahkan, pupuk kerap menjadi persoalan yang rumit dan selalu terjadi setiap tahun. ‘’Pada diskusi saya harap semua memberikan masukan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Sidang Virtual Hemat Biaya Makan Tahanan

Diskusi berlangsung hangat. Para peserta yang hadir banyak memberikan masukan tentang draf raperda diberikan. Pada FGD tahap kedua ini, sudah ada draf raperdanya. Namun, draf itu masih membutuhkan banyak masukan dari para peserta diskusi yang hadir.

Hadir dalam FGD, seluruh anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, dinas pertanian, dinas ketahanan pangan, bagian hukum pemkab, satpol PP, inspektorat, perwakilan petani, dan NGO.

Sesi kedua adalah FGD raperda tentang penyelenggaraan hiburan. Raperda ini diinisiasi oleh Komisi C DPRD Bojonegoro. Sesi kedua ini dibuka langsung oleh Ketua DPRD Bojonegoro Imam Sholikin. Hadir pada FGD sesi kedua, seluruh anggota Komisi C DPRD Bojonegoro, dinas kebudayaan dan pariwisata, bagian hukum pemkab, satpol PP, bapenda, dinas penanaman modal PTSP, inspektorat dan sejumlah seniman.

Baca Juga :  Agrowisata Ramai Pengunjung Rombongan, Pedagang Belimbing Senang

Ketua Komisi C Mochlasin Afan mengatakan, draf raperda yang sudah ada itu masih belum final. Draf itu masih membutuhkan banyak masukan. Sehingga, bisa tercipta draf raperda yang sesuai. ‘’Draf sudah final kalau sudah masuk di pembahasan antara eksekutif dan legislatif,’’ ujarnya.

Karena itu, masukan dari para peserta FGD sangat dibutuhkan. Sehingga, draf raperda bisa semakin sempurna.

Radar Bojonegoro – Sekretariat DPRD Bojonegoro kembali menggelar focus group discussion (FGD) dua raperda inisiatif. Yakni, raperda tentang pemberdayaan dan perlindungan petani dan raperda tentang penyelenggaraan hiburan. Kegiatan dilaksanakan di Cafe Mbah Dalang Dander itu adalah lanjutan dari FGD sebelumnya yang dilaksanakan pada 10 Oktober lalu.

Sesi pertama adalah FGD raperda tentang pemberdayaan dan perlindungan petani. Raperda itu diinisiasi oleh Komisi B DPRD Bojonegoro. Acara dibuka Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Mitroatin. Dalam sambutannya Mitroatin berharap para peserta FGD ini bisa memberikan masukan-masukan. Sehingga, bisa menghasilkan perda yang benar-benar bagus.

‘’Semua permasalahan petani bisa diatasi,’’ ujar Mitroatin.

Mitroatin melanjutkan, permasalahan petani bukan hanya lahan. Namun, juga pupuk. Bahkan, pupuk kerap menjadi persoalan yang rumit dan selalu terjadi setiap tahun. ‘’Pada diskusi saya harap semua memberikan masukan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Enam Bulan, 59 Orang Tewas di Jalan

Diskusi berlangsung hangat. Para peserta yang hadir banyak memberikan masukan tentang draf raperda diberikan. Pada FGD tahap kedua ini, sudah ada draf raperdanya. Namun, draf itu masih membutuhkan banyak masukan dari para peserta diskusi yang hadir.

Hadir dalam FGD, seluruh anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, dinas pertanian, dinas ketahanan pangan, bagian hukum pemkab, satpol PP, inspektorat, perwakilan petani, dan NGO.

Sesi kedua adalah FGD raperda tentang penyelenggaraan hiburan. Raperda ini diinisiasi oleh Komisi C DPRD Bojonegoro. Sesi kedua ini dibuka langsung oleh Ketua DPRD Bojonegoro Imam Sholikin. Hadir pada FGD sesi kedua, seluruh anggota Komisi C DPRD Bojonegoro, dinas kebudayaan dan pariwisata, bagian hukum pemkab, satpol PP, bapenda, dinas penanaman modal PTSP, inspektorat dan sejumlah seniman.

Baca Juga :  Gaji Kades dan Perangkat Desa Bakal Naik

Ketua Komisi C Mochlasin Afan mengatakan, draf raperda yang sudah ada itu masih belum final. Draf itu masih membutuhkan banyak masukan. Sehingga, bisa tercipta draf raperda yang sesuai. ‘’Draf sudah final kalau sudah masuk di pembahasan antara eksekutif dan legislatif,’’ ujarnya.

Karena itu, masukan dari para peserta FGD sangat dibutuhkan. Sehingga, draf raperda bisa semakin sempurna.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/