alexametrics
28.9 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Kemenkeu Tambah Anggaran Covid Sebanyak 15 Miliar

- Advertisement -

Radar Bojonegoro – Anggaran penanganan Covid-19 di Bojonegoro bertambah Rp 15 miliar. Itu berasal dari transfer dana insentif daerah (DID) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Dana itu masuk dalam Perubahan (P) APBD 2020.

Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri menjelaskan, DID itu diberikan Kemenkeu ke Bojonegoro atas kinerja dalam menanganani Covid-19. Sehingga, Kemenkeu memberikan apresiasi berupa dana itu. ‘’Kinerja penanganan Covid-19 dinilai bagus oleh pusat. Jadi, dapat DID,’’ ujarnya.

Masuknya dana itu ke APBD sedikit menambah pendapatan. Sebab, pendapatan daerah mengalami banyak penurunan. Itu terjadi di semua sektor pendapatan tidak berjalan maksimal. Lasuri menjelaskan, peruntukan DID itu untuk peningkatan penanganan Covid-19.

Sehingga, penanganan Covid-19 di Bojonegoro bisa semakin baik. Kepala Bapenda Bojonegoro Ibnu Soeyoethi menjelaskan, tahun ini total DID diterima pemkab mencapai Rp 51 miliar. Sebelum ini pemkab juga sudah menerima DID sebesar Rp 36 miliar. Itu reward Kemenkeu atas predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Baca Juga :  Gadis Ini Makin Mengerti Tentang Bojonegoro

‘’Yang terakhir ini dapat Rp 15 miliar atas kinerja penanganan Covid-19,’’ jelasnya. Ibnu menjelaskan, DID senilai Rp 15 miliar itu akan dialosikan ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani Covid-19. Mulai RSUD, dinas kesehatan, dinas sosial, dan BPBD.

- Advertisement -

‘’Itu dibagi di sejumlah OPD,’’ jelasnya. Alokasi anggaran penanan Covid-19 di dinas kesehatan (dinkes) mencapai Rp 30,5 miliar. Rinciannya sebanyak Rp 23 miliar dari APBD dan Rp 7,5 miliar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Ahmad Supri yanto mengatakan, DD senilai Rp 15 miliar itu menambah pendapatan pada P-APBD. Sebab, semua pendapatan mengalami penurunan. Politikus Golkar itu melanjutkan, DID sebesar Rp 15 miliar itu dibagi di sejumlah OPD.

Baca Juga :  Wilayah Selatan Bojonegoro Dirancang Kawasan Industri

Dinkes mendapatkan alokasi sebesar Rp 3,1 miliar, RSUD Sosodoro Djatikoesoemo mendapatkan Rp 5,2 miliar, RSUD Sumberrejo Rp 2,2 miliar. RSUD Padangan Rp 1,5 miliar, BPBD Rp 510 juta, dan dinas sosial Rp 3,2 miliar. ‘’Dana itu harus dimanfaatkan sebaikbaiknya untuk penanganan Covid-19,’’ jelasnya.

Radar Bojonegoro – Anggaran penanganan Covid-19 di Bojonegoro bertambah Rp 15 miliar. Itu berasal dari transfer dana insentif daerah (DID) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Dana itu masuk dalam Perubahan (P) APBD 2020.

Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri menjelaskan, DID itu diberikan Kemenkeu ke Bojonegoro atas kinerja dalam menanganani Covid-19. Sehingga, Kemenkeu memberikan apresiasi berupa dana itu. ‘’Kinerja penanganan Covid-19 dinilai bagus oleh pusat. Jadi, dapat DID,’’ ujarnya.

Masuknya dana itu ke APBD sedikit menambah pendapatan. Sebab, pendapatan daerah mengalami banyak penurunan. Itu terjadi di semua sektor pendapatan tidak berjalan maksimal. Lasuri menjelaskan, peruntukan DID itu untuk peningkatan penanganan Covid-19.

Sehingga, penanganan Covid-19 di Bojonegoro bisa semakin baik. Kepala Bapenda Bojonegoro Ibnu Soeyoethi menjelaskan, tahun ini total DID diterima pemkab mencapai Rp 51 miliar. Sebelum ini pemkab juga sudah menerima DID sebesar Rp 36 miliar. Itu reward Kemenkeu atas predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Baca Juga :  Kenaikan Listrik, Komisi B Bersedia Hearing dengan PLN

‘’Yang terakhir ini dapat Rp 15 miliar atas kinerja penanganan Covid-19,’’ jelasnya. Ibnu menjelaskan, DID senilai Rp 15 miliar itu akan dialosikan ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani Covid-19. Mulai RSUD, dinas kesehatan, dinas sosial, dan BPBD.

- Advertisement -

‘’Itu dibagi di sejumlah OPD,’’ jelasnya. Alokasi anggaran penanan Covid-19 di dinas kesehatan (dinkes) mencapai Rp 30,5 miliar. Rinciannya sebanyak Rp 23 miliar dari APBD dan Rp 7,5 miliar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Ahmad Supri yanto mengatakan, DD senilai Rp 15 miliar itu menambah pendapatan pada P-APBD. Sebab, semua pendapatan mengalami penurunan. Politikus Golkar itu melanjutkan, DID sebesar Rp 15 miliar itu dibagi di sejumlah OPD.

Baca Juga :  Ribuan Warga Joget Asian Games

Dinkes mendapatkan alokasi sebesar Rp 3,1 miliar, RSUD Sosodoro Djatikoesoemo mendapatkan Rp 5,2 miliar, RSUD Sumberrejo Rp 2,2 miliar. RSUD Padangan Rp 1,5 miliar, BPBD Rp 510 juta, dan dinas sosial Rp 3,2 miliar. ‘’Dana itu harus dimanfaatkan sebaikbaiknya untuk penanganan Covid-19,’’ jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/