alexametrics
29.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Dinobatkan Sekolah Ramah Anak dan Aman Bencana

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Potensi bencana di wilayah Bojonegoro sangat rawan. Karena itu, setiap masyarakat Bojonegoro wajib selalu waspada dan mampu mengenali risiko bencana. Sehingga pada kesempatan dua hari lalu 10-11 September, SD Kita Bojonegoro menggelar workshop dan simulasi satuan pendidikan aman bencana (SPAB).

Kepala SD Kita Bojonegoro Bekti Prastyani menerangkan, bahwa SD Kita Bojonegoro dipercaya dan ditunjuk oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Kemendikbud RI menyelenggarakan SPAB. Sebab, sekolah yang beralamat di Jalan Mangga Desa Mulyoagung Kecamatan Kota itu selama dua tahun 2017 mendapatkan penghargaan Sekolah Ramah Anak Terbaik Nasional, dan tahun 2018, Bekti Prastyani selaku kepala sekolah mendapatkan penghargaan Fasilitator Terbaik Nasional, penghargaan dari kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Baca Juga :  Mulai Bermunculan, Gepeng Dipantau Intensif

“SD Kita Bojonegoro mewakili wilayah Jawa Timur terkait SPAB tersebut,” tuturnya.

Ia mengungkapkan kesadaran mengatasi risiko bencana harus dimiliki seluruh masyarakat. Karena itu, sosialisasi harus terus digencarkan. Sehingga, urusan bencana bukan hanya dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro saja, namun instansi lain juga harus bisa bersinergi.

“Harapannya tentu menular ke sekolah-sekolah lainnya untuk sekolah ramah anak dan aman bencana,” tuturnya.

Setelah workshop, tim SD Kita Bojonegoro lakukan simulasi bencana gempa bumi dan kebakaran bersama BPBD, Damkar, PMI, Dinas Kesehatan, dan instansi lainnya. Para siswa SD Kita Bojonegoro terlihat sangat antusias mengikuti simulasi tersebut. Tahap per tahap simulasi berjalan lancar. Proses evakuasi korban dan trauma healing pun tidak mengalami kendala.

“Alhamdulillah seluruh proses workshop dan simulasi telah rampung, semoga para guru maupun siswa lebih siap dan waspada terhadap risiko bencana,” katanya.

Baca Juga :  Merajut Kebersamaan Menjaga Persatuan dan Kesatuan

Adapun Kasi Pencegahan dan Kesiapsiaggaan BPBD Bojonegoro Eko Susanto menjelaskan, bahwa di wilayah Bojonegoro memang rawan bencana. Setidaknya ada delapan jenis bencana di antaranya banjir, kekeringan, tanah longsor, kebakaran hutan/lahan, puting beliung, dan gempa bumi. Sehingga kesadaran rawan bencana di kalangan masyarakat perlu dipupuk sejak dini.

“Lebih bagus lagi sejak kecil sudah dilatih bagaimana mengevakuasi/ melindungi diri saat terjadi bencana,” ucapnya.

Sementara itu, acara tersebut dihadiri lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Di antaranya DP3AKB Bojonegoro, Dinas Sosial Bojonegoro, Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro, DPKP Cipta Karya Bojonegoro, Dinas Kesehatan Bojonegoro, BPBD Bojonegoro, Dinas Damkar Bojonegoro, Bappeda Bojonegoro, Kemenag Bojonegoro, BMKG, dan Kodim 0813. Pun diikuti Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Potensi bencana di wilayah Bojonegoro sangat rawan. Karena itu, setiap masyarakat Bojonegoro wajib selalu waspada dan mampu mengenali risiko bencana. Sehingga pada kesempatan dua hari lalu 10-11 September, SD Kita Bojonegoro menggelar workshop dan simulasi satuan pendidikan aman bencana (SPAB).

Kepala SD Kita Bojonegoro Bekti Prastyani menerangkan, bahwa SD Kita Bojonegoro dipercaya dan ditunjuk oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Kemendikbud RI menyelenggarakan SPAB. Sebab, sekolah yang beralamat di Jalan Mangga Desa Mulyoagung Kecamatan Kota itu selama dua tahun 2017 mendapatkan penghargaan Sekolah Ramah Anak Terbaik Nasional, dan tahun 2018, Bekti Prastyani selaku kepala sekolah mendapatkan penghargaan Fasilitator Terbaik Nasional, penghargaan dari kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Baca Juga :  Seratus Personel Damkar Digembleng Evakuasi Kecelakaan di Air

“SD Kita Bojonegoro mewakili wilayah Jawa Timur terkait SPAB tersebut,” tuturnya.

Ia mengungkapkan kesadaran mengatasi risiko bencana harus dimiliki seluruh masyarakat. Karena itu, sosialisasi harus terus digencarkan. Sehingga, urusan bencana bukan hanya dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro saja, namun instansi lain juga harus bisa bersinergi.

“Harapannya tentu menular ke sekolah-sekolah lainnya untuk sekolah ramah anak dan aman bencana,” tuturnya.

Setelah workshop, tim SD Kita Bojonegoro lakukan simulasi bencana gempa bumi dan kebakaran bersama BPBD, Damkar, PMI, Dinas Kesehatan, dan instansi lainnya. Para siswa SD Kita Bojonegoro terlihat sangat antusias mengikuti simulasi tersebut. Tahap per tahap simulasi berjalan lancar. Proses evakuasi korban dan trauma healing pun tidak mengalami kendala.

“Alhamdulillah seluruh proses workshop dan simulasi telah rampung, semoga para guru maupun siswa lebih siap dan waspada terhadap risiko bencana,” katanya.

Baca Juga :  Merajut Kebersamaan Menjaga Persatuan dan Kesatuan

Adapun Kasi Pencegahan dan Kesiapsiaggaan BPBD Bojonegoro Eko Susanto menjelaskan, bahwa di wilayah Bojonegoro memang rawan bencana. Setidaknya ada delapan jenis bencana di antaranya banjir, kekeringan, tanah longsor, kebakaran hutan/lahan, puting beliung, dan gempa bumi. Sehingga kesadaran rawan bencana di kalangan masyarakat perlu dipupuk sejak dini.

“Lebih bagus lagi sejak kecil sudah dilatih bagaimana mengevakuasi/ melindungi diri saat terjadi bencana,” ucapnya.

Sementara itu, acara tersebut dihadiri lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Di antaranya DP3AKB Bojonegoro, Dinas Sosial Bojonegoro, Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro, DPKP Cipta Karya Bojonegoro, Dinas Kesehatan Bojonegoro, BPBD Bojonegoro, Dinas Damkar Bojonegoro, Bappeda Bojonegoro, Kemenag Bojonegoro, BMKG, dan Kodim 0813. Pun diikuti Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro.

Artikel Terkait

Most Read

RSUD Lama Akan Dijadikan Kantor 4 OPD

PBSI Tuban Mulai Cari Bapak Asuh

Harga Jual Seragam

Artikel Terbaru


/