alexametrics
22.6 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Jika Terbukti Gila, Kasus Dihentikan

BOJONEGORO – Kasus pembunuhan sadis yang dilakukan oleh Ahyar Udin, 35, warga Dusun Candi, Desa Nglarangan, Kecamatan Kanor, terhadap ibu kandungnya sendiri, yakni Siti Muawanah binti Wakijan, 52, masih dalam proses pengembangan.

Kapolsek Kanor AKP Imam Kanafi mengungkapkan, rencananya hari ini pelaku akan dibawa ke RSUD dr Sosodoro Djatikoesoema Bojonegoro agar diperiksa oleh dokter jiwa.

AKP Imam Kanafi juga menyebutkan pelaku penggorokan leher ibu kandungnya sendiri itu sejak dua hari yang lalu masih sulit diajak komunikasi.

Namun, perlahan-lahan pelaku bisa diajak komunikasi selama diamankan di Polsek Kanor. ”Pelaku memang terlihat seperti orang yang stres atau linglung, jadi susah diajak komunikasi,” ujarnya. 

Baca Juga :  Bawa SS, Tukang Parkir Diamankan

Ketika pelaku sudah dibawa ke RSUD dr Sosodoro Djatikoesoema Bojonegoro, disarankan untuk dirawat dulu beberapa hari untuk diobservasi.

”Sehingga, usai observasi tersebut, dokter yang bisa menyimpulkan kondisi kejiwaan pelaku,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, telah mengutus Polsek Kanor sesegera mungkin membawa pelaku yang diduga stres itu ke dokter jiwa.

Karena, dia menerima informasi bahwa pelaku memiliki riwayat gangguan jiwa. ”Sekitar tahun lalu, pelaku sudah pernah dibawa ke Rumah Sakit Kalitidu selama 15 hari karena dugaan gangguan jiwa,” terangnya.

Lalu, lanjut dia, pelaku dirawat jalan di Puskemas Kanor. ”Jadi, kemungkinan besar pelaku kemarin itu sedang kumat. Sebab, sebelum membunuh ibunya, pelaku juga sempat cekcok dengan ibunya dan memukul kepala adik kandungnya,” katanya.

Baca Juga :  Tunggu Cor Kering

Apabila terbukti gangguan jiwa, kasus pembunuhan tersebut akan dihentikan. Berdasarkan pasal 44 KUHP, pelaku tidak dapat dipidana barangsiapa mengerjakan suatu perbuatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kepadanya, sebab kurang sempurna akalnya atau sakit berubah akal.

”Kami secara intensif melakukan pemeriksaan. Sehingga, kesimpulan dokter dan hasil rekam medik akan dijadikan acuan proses hukum selanjutnya,” ujarnya.

BOJONEGORO – Kasus pembunuhan sadis yang dilakukan oleh Ahyar Udin, 35, warga Dusun Candi, Desa Nglarangan, Kecamatan Kanor, terhadap ibu kandungnya sendiri, yakni Siti Muawanah binti Wakijan, 52, masih dalam proses pengembangan.

Kapolsek Kanor AKP Imam Kanafi mengungkapkan, rencananya hari ini pelaku akan dibawa ke RSUD dr Sosodoro Djatikoesoema Bojonegoro agar diperiksa oleh dokter jiwa.

AKP Imam Kanafi juga menyebutkan pelaku penggorokan leher ibu kandungnya sendiri itu sejak dua hari yang lalu masih sulit diajak komunikasi.

Namun, perlahan-lahan pelaku bisa diajak komunikasi selama diamankan di Polsek Kanor. ”Pelaku memang terlihat seperti orang yang stres atau linglung, jadi susah diajak komunikasi,” ujarnya. 

Baca Juga :  Komitmen Berantas Miras hingga Tuntas

Ketika pelaku sudah dibawa ke RSUD dr Sosodoro Djatikoesoema Bojonegoro, disarankan untuk dirawat dulu beberapa hari untuk diobservasi.

”Sehingga, usai observasi tersebut, dokter yang bisa menyimpulkan kondisi kejiwaan pelaku,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, telah mengutus Polsek Kanor sesegera mungkin membawa pelaku yang diduga stres itu ke dokter jiwa.

Karena, dia menerima informasi bahwa pelaku memiliki riwayat gangguan jiwa. ”Sekitar tahun lalu, pelaku sudah pernah dibawa ke Rumah Sakit Kalitidu selama 15 hari karena dugaan gangguan jiwa,” terangnya.

Lalu, lanjut dia, pelaku dirawat jalan di Puskemas Kanor. ”Jadi, kemungkinan besar pelaku kemarin itu sedang kumat. Sebab, sebelum membunuh ibunya, pelaku juga sempat cekcok dengan ibunya dan memukul kepala adik kandungnya,” katanya.

Baca Juga :  Bawa SS, Tukang Parkir Diamankan

Apabila terbukti gangguan jiwa, kasus pembunuhan tersebut akan dihentikan. Berdasarkan pasal 44 KUHP, pelaku tidak dapat dipidana barangsiapa mengerjakan suatu perbuatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kepadanya, sebab kurang sempurna akalnya atau sakit berubah akal.

”Kami secara intensif melakukan pemeriksaan. Sehingga, kesimpulan dokter dan hasil rekam medik akan dijadikan acuan proses hukum selanjutnya,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/