alexametrics
23.4 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Belum Juga Jelas! Opsi Terakhir, Dikelola Sendiri 

- Advertisement -

TUBAN – Wisata Laut Kambang Putih Tuban Park (KPTP) akhirnya menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemkab Tuban.

Mundurnya pengelola wisata di kompleks Terminal Kambang Putih Tuban itu memaksa eksekutif memeras otak agar wisata bahari tersebut memberikan nilai tambah bagi pendapatan asli daerah (PAD). 

Bupati Tuban Fathul Huda nampaknya telah menerima surat pengunduran diri PT Cahya Ananta atas pengelolaan tempat wisata tersebut.

Kepada Jawa Pos Radar Tuban, dia menyatakan sudah mempunyai sejumlah opsi untuk menghidupkan kembali wisata yang dibangun era bupati Haeny Relawati Rini Widiyastuti itu.

‘’Ditawarkan pada (investor) yang lain. Kalau yang lain tidak ada, ya dikelola sendiri,’’ ujar dia melalui WhatsApp (WA), kemarin (11/9).

Baca Juga :  Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
- Advertisement -

Dikatakan Huda, tempat wisata tersebut telanjur dibangun. Sehingga, apa pun kondisinya tetap harus mendapat perhatian pemkab.

‘’Ya dikelola sendiri (karena) sudah telanjur dibangun, sambil dievaluasi kenapa tidak diminati pengunjung. Itu proyek warisan,’’ ujar dia. 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Tuban Sulistiyadi mengatakan,  langkah atas persoalan tersebut  sudah di tangan pimpinan.

‘’Kewenangan pada pimpinan. Kita masih menunggu,’’ ujar dia. Kabag Humas dan Protokol Pemkab Tuban Rohman Ubaid menjelaskan, surat pengunduran diri pengelola KPTP sudah naik ke bupati.

Saat ini, diperkirakan masih dikaji  pimpinan. Ketika surat pengunduran diri tersebut disampaikan, lanjut dia, PT Cahya Ananta, selaku pengelola belum melunasi tunggakan kontrak tahunan yang harus dibayarkan ke pemkab. ‘’Rencananya nanti digelar rapat dengan memanggil pihak ketiga itu,’’ ujar dia.  

Baca Juga :  Usai Berlatih, Jadi Penyanyi di Kafe

Diberitakan sebelumnya, sudah dua bulan ini  PT Cahya Ananta terlambat membayar kontrak tahunan kepada Pemkab Tuban sebesar Rp 127 juta.

 Jatuh temponya  Juni lalu. Tak terbayarnya kontrak tersebut karena sepinya pengunjung tempat wisata di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu itu.

TUBAN – Wisata Laut Kambang Putih Tuban Park (KPTP) akhirnya menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemkab Tuban.

Mundurnya pengelola wisata di kompleks Terminal Kambang Putih Tuban itu memaksa eksekutif memeras otak agar wisata bahari tersebut memberikan nilai tambah bagi pendapatan asli daerah (PAD). 

Bupati Tuban Fathul Huda nampaknya telah menerima surat pengunduran diri PT Cahya Ananta atas pengelolaan tempat wisata tersebut.

Kepada Jawa Pos Radar Tuban, dia menyatakan sudah mempunyai sejumlah opsi untuk menghidupkan kembali wisata yang dibangun era bupati Haeny Relawati Rini Widiyastuti itu.

‘’Ditawarkan pada (investor) yang lain. Kalau yang lain tidak ada, ya dikelola sendiri,’’ ujar dia melalui WhatsApp (WA), kemarin (11/9).

Baca Juga :  Alhamdulillah, Awal Puasa Diprediksi 56 Hari Lagi
- Advertisement -

Dikatakan Huda, tempat wisata tersebut telanjur dibangun. Sehingga, apa pun kondisinya tetap harus mendapat perhatian pemkab.

‘’Ya dikelola sendiri (karena) sudah telanjur dibangun, sambil dievaluasi kenapa tidak diminati pengunjung. Itu proyek warisan,’’ ujar dia. 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Tuban Sulistiyadi mengatakan,  langkah atas persoalan tersebut  sudah di tangan pimpinan.

‘’Kewenangan pada pimpinan. Kita masih menunggu,’’ ujar dia. Kabag Humas dan Protokol Pemkab Tuban Rohman Ubaid menjelaskan, surat pengunduran diri pengelola KPTP sudah naik ke bupati.

Saat ini, diperkirakan masih dikaji  pimpinan. Ketika surat pengunduran diri tersebut disampaikan, lanjut dia, PT Cahya Ananta, selaku pengelola belum melunasi tunggakan kontrak tahunan yang harus dibayarkan ke pemkab. ‘’Rencananya nanti digelar rapat dengan memanggil pihak ketiga itu,’’ ujar dia.  

Baca Juga :  Nelayan Kesulitan Urus Izin

Diberitakan sebelumnya, sudah dua bulan ini  PT Cahya Ananta terlambat membayar kontrak tahunan kepada Pemkab Tuban sebesar Rp 127 juta.

 Jatuh temponya  Juni lalu. Tak terbayarnya kontrak tersebut karena sepinya pengunjung tempat wisata di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/