29.3 C
Bojonegoro
Wednesday, November 30, 2022

Awas! Dana Perbaikan Jembatan Karanggeneng Belum Bisa Dipastikan

- Advertisement -

KARANGGENENG – Kerusakan landasan jembatan Karanggeneng sudah terdeteksi sekitar tujuh bulan lalu. Namun, hingga kemarin (11/9) perbaikannya belum bisa dipastikan karena terbentur pendanaan.

‘’Pelaksanaan perbaikan Jembatan Karanggeneng masih menunggu pengesahan perubahan (P)-APBD 2017,’’ kata Kepala Dinas PU Bina Marga Lamongan, Eko Agus Triandono.

Mantan kabag pembangunan itu menuturkan, perbaikan Jembatan Karanggeneng dipastikan menggunakan dana dari provinsi yang dimasukkan dalam P-APBD 2017 Lamongan.

‘’P-APBD 2017 sudah selesai pembahasannya di dewan dan saat ini masih dievaluasi provinsi (gubernur). Sehingga pelaksanaan perbaikannya menunggu hasil evaluasi provinsi tersebut,’’ tuturnya.

Meski mengalami kerusakan yang cukup berat di landasannya, jembatan yang melintang di atas Bengawan Solo tersebut masih dibuka untuk umum.

Baca Juga :  Donasikan Gaji Bagi Perlindungan Tenaga Medis dan Relawan Covid-19
- Advertisement -

Termasuk kendaraan berat sejak Juli lalu. Namun, tonase kendaraan berat yang lewat dibatasi tidak boleh lebih dari 7 ton.

Sebelumnya, kedua ujung jembatan dipasang portal agar tidak bisa dilewati kendaraan berat. Bila dilewati kendaraan berat, maka dikhawatirkan kerusakannya semakin parah dan membahayakan pengguna jalan. 

‘’Kerusakan jembatan itu disebabkan adanya kendaraan yang lewat tonase-nya melebihi kelas jalan, yakni maksimal 7 ton. Kalau kendaraan yang lewat di bawah 7 ton, insya Allah tetap aman,’’ kata Eko.

Selain dianggarkan melalui P-APBD, lanjut dia, pihaknya tetap mengajukan perbaikan jembatan ke Pemprov Jatim. Alasannya, jembatan itu merupakan kewenangan provinsi.

Sedangkan Pemprov Jatim sebelumnya berencana mengalokasikan anggaran untuk perbaikan Jembatan Karanggeneng dari dana tak terduga Rp 720 juta.

Baca Juga :  Tergerus Teknologi, Studio Musik Terancam

Rencana itu batal karena Pemprov Jatim khawatir terkait pertanggungjawabannya.

KARANGGENENG – Kerusakan landasan jembatan Karanggeneng sudah terdeteksi sekitar tujuh bulan lalu. Namun, hingga kemarin (11/9) perbaikannya belum bisa dipastikan karena terbentur pendanaan.

‘’Pelaksanaan perbaikan Jembatan Karanggeneng masih menunggu pengesahan perubahan (P)-APBD 2017,’’ kata Kepala Dinas PU Bina Marga Lamongan, Eko Agus Triandono.

Mantan kabag pembangunan itu menuturkan, perbaikan Jembatan Karanggeneng dipastikan menggunakan dana dari provinsi yang dimasukkan dalam P-APBD 2017 Lamongan.

‘’P-APBD 2017 sudah selesai pembahasannya di dewan dan saat ini masih dievaluasi provinsi (gubernur). Sehingga pelaksanaan perbaikannya menunggu hasil evaluasi provinsi tersebut,’’ tuturnya.

Meski mengalami kerusakan yang cukup berat di landasannya, jembatan yang melintang di atas Bengawan Solo tersebut masih dibuka untuk umum.

Baca Juga :  Tes SKB di 3 Kabupaten Diawasi oleh Kantor Regional BKN Jatim
- Advertisement -

Termasuk kendaraan berat sejak Juli lalu. Namun, tonase kendaraan berat yang lewat dibatasi tidak boleh lebih dari 7 ton.

Sebelumnya, kedua ujung jembatan dipasang portal agar tidak bisa dilewati kendaraan berat. Bila dilewati kendaraan berat, maka dikhawatirkan kerusakannya semakin parah dan membahayakan pengguna jalan. 

‘’Kerusakan jembatan itu disebabkan adanya kendaraan yang lewat tonase-nya melebihi kelas jalan, yakni maksimal 7 ton. Kalau kendaraan yang lewat di bawah 7 ton, insya Allah tetap aman,’’ kata Eko.

Selain dianggarkan melalui P-APBD, lanjut dia, pihaknya tetap mengajukan perbaikan jembatan ke Pemprov Jatim. Alasannya, jembatan itu merupakan kewenangan provinsi.

Sedangkan Pemprov Jatim sebelumnya berencana mengalokasikan anggaran untuk perbaikan Jembatan Karanggeneng dari dana tak terduga Rp 720 juta.

Baca Juga :  Investor Day Belum Terima Respons

Rencana itu batal karena Pemprov Jatim khawatir terkait pertanggungjawabannya.

Artikel Terkait

Perantara Sabu Divonis Lima Tahun

Perjuangan DBH sejak 2009 Lalu

Dinas PMD Masih Konsultasi dengan Pakar

Tensi Tinggi, Dua Pemain Dikartu Merah

Most Read

Artikel Terbaru

Raperda Pesantren di Meja DPRD

APBD 2023 Ditetapkan Rp 2,2 Triliun

Pamerkan Busana dari Batik Blora

Dijanjikan Penerbangan Tahun Depan


/