alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Masyarakat Samin Digegerkan Selebaran Ajakan Anarkis, Siapa Pelakunya?

Radar Bojonegoro – Warga Sedulur Sikep Samin Blora digegerkan dengan adanya selebaran ajakan aksi anarkis. Tulisan tangan itu tersebar di sejumlah sedulur sikep kabupaten setempat. Selebaran dengan bahasa jawa itu membuat tokoh Samin geram. Karena, isinya dinilai provokatif, tidak mencerminkan dengan ajaran Samin Surosentiko, Sang Guru Besar Samin.

Sesuai hasil penelusuran sementara, selebaran itu diduga berawal dari salah satu dukun di Desa Galuk, Kecamatan Kedungtuban. Selebaran di kertas putih hasil fotokopi itu paling atas bertuliskan ‘’Suro Sentiko Samin’’. Kemudian di bawahnya bertuliskan ‘’surat negoro kanggo wong cilik sanak jowo’’ atau artinya surat negara untuk orang kecil di jawa.

Dalam surat itu, mengajak warga jawa atau warga Samin meminta kembali aset yang dipakai oleh investor dan tambang. Selain itu, juga berisi ajakan untuk menjarah toko milik komunitas tertentu, minimarket dan SPBU. Dengan petunjuk berkumpul pada Jumat Legi. Kemudian paling bawah ada cap jempol di atas materai.

Baca Juga :  Lamongan Plaza Masihkah Beroperasi?  

Selebaran itu langsung ditanggapi tokoh masyarakat Samin, bahwa surat tersebut tidak benar. Karena Samin tidak mengajarkan hal tersebut. ‘’Sampai tindakan seperti itu tidak mungkin, setahu saya ajaran samin, jangan melakukan iri dengki, bertengkar, bahkan mengambil barang temuan saja tidak boleh, apalagi sampai provokasi,’’ ujar Tokoh Samin, Gun Retno di Desa Ploso Kediren, Kecamatan Randublatung.

Dia menuturkan, saat dia tahu adanya surat tersebut tersebar masyarakat Samin di Desa Ploso Kediren, Kecamatan Randublatung. Langsung memberikan video tanggapan tentang isi selebaran itu tidak benar. Bahwa surat itu jauh dari ajaran Samin Surosentiko. Namun anehnya, setelah video tersebar komunitas samin di Ploso Kediren pada malam hari pelaku penyebar surat itu marah-marah. Bahwa mereka tidak terima jika dikatakan surat itu berisikan provokasi.

Baca Juga :  Bojonegoro FC Baru Miliki 15 Pemain

‘’Mereka mengatakan jika itu merupakan kata-kata dari Mbah Samin sendiri,’’ ujarnya menirukan.

Sehingga, dia meminta segera diproses oleh pihak berwajib. Karena isi surat itu sudah sangat membahayakan, dan memicu kerusuhan. ‘’Kami ingin tahu apa sebenarnya motif pelaku melakukan ini,’’ ungkapnya.

Tokoh Masyarakat Samin di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Pramugi Prawiro Wijoyo mengatakan, Samin di Sambongrejo juga mendapatkan surat edaran tersebut. Bahkan surat edaran itu diberikan langsung kepadanya oleh pelaku. Diminta menyebar selebaran itu.

‘’Sebelum saya sebarkan sudah diamankan polisi, saya ya takut, saya tidak ngurusi hal semacam itu,’’ ujarnya. Pramugi menegaskan, selebaran itu didapatkan dari orang bernama Samijo warga Desa Galuk, Kecamatan Kedung tuban. ‘’Dia (Samijo) bukan orang samin, dia itu dukun,’’ ungkapnya.

Radar Bojonegoro – Warga Sedulur Sikep Samin Blora digegerkan dengan adanya selebaran ajakan aksi anarkis. Tulisan tangan itu tersebar di sejumlah sedulur sikep kabupaten setempat. Selebaran dengan bahasa jawa itu membuat tokoh Samin geram. Karena, isinya dinilai provokatif, tidak mencerminkan dengan ajaran Samin Surosentiko, Sang Guru Besar Samin.

Sesuai hasil penelusuran sementara, selebaran itu diduga berawal dari salah satu dukun di Desa Galuk, Kecamatan Kedungtuban. Selebaran di kertas putih hasil fotokopi itu paling atas bertuliskan ‘’Suro Sentiko Samin’’. Kemudian di bawahnya bertuliskan ‘’surat negoro kanggo wong cilik sanak jowo’’ atau artinya surat negara untuk orang kecil di jawa.

Dalam surat itu, mengajak warga jawa atau warga Samin meminta kembali aset yang dipakai oleh investor dan tambang. Selain itu, juga berisi ajakan untuk menjarah toko milik komunitas tertentu, minimarket dan SPBU. Dengan petunjuk berkumpul pada Jumat Legi. Kemudian paling bawah ada cap jempol di atas materai.

Baca Juga :  Komunitas Street Drum Bojonegoro: Temukan Banyak Potensi Drumer Muda

Selebaran itu langsung ditanggapi tokoh masyarakat Samin, bahwa surat tersebut tidak benar. Karena Samin tidak mengajarkan hal tersebut. ‘’Sampai tindakan seperti itu tidak mungkin, setahu saya ajaran samin, jangan melakukan iri dengki, bertengkar, bahkan mengambil barang temuan saja tidak boleh, apalagi sampai provokasi,’’ ujar Tokoh Samin, Gun Retno di Desa Ploso Kediren, Kecamatan Randublatung.

Dia menuturkan, saat dia tahu adanya surat tersebut tersebar masyarakat Samin di Desa Ploso Kediren, Kecamatan Randublatung. Langsung memberikan video tanggapan tentang isi selebaran itu tidak benar. Bahwa surat itu jauh dari ajaran Samin Surosentiko. Namun anehnya, setelah video tersebar komunitas samin di Ploso Kediren pada malam hari pelaku penyebar surat itu marah-marah. Bahwa mereka tidak terima jika dikatakan surat itu berisikan provokasi.

Baca Juga :  Terguling, Truk ini Bikin Macet Jalan Berjam jam

‘’Mereka mengatakan jika itu merupakan kata-kata dari Mbah Samin sendiri,’’ ujarnya menirukan.

Sehingga, dia meminta segera diproses oleh pihak berwajib. Karena isi surat itu sudah sangat membahayakan, dan memicu kerusuhan. ‘’Kami ingin tahu apa sebenarnya motif pelaku melakukan ini,’’ ungkapnya.

Tokoh Masyarakat Samin di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Pramugi Prawiro Wijoyo mengatakan, Samin di Sambongrejo juga mendapatkan surat edaran tersebut. Bahkan surat edaran itu diberikan langsung kepadanya oleh pelaku. Diminta menyebar selebaran itu.

‘’Sebelum saya sebarkan sudah diamankan polisi, saya ya takut, saya tidak ngurusi hal semacam itu,’’ ujarnya. Pramugi menegaskan, selebaran itu didapatkan dari orang bernama Samijo warga Desa Galuk, Kecamatan Kedung tuban. ‘’Dia (Samijo) bukan orang samin, dia itu dukun,’’ ungkapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/