alexametrics
22.7 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Jamaah Sakit Berhasil Lampaui Wukuf

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro –  Proses ibadah haji di Tanah Suci memasuki tahap penting. Setelah menjalani wukuf di Arafah, jamaah haji kemudian melempar jumrah. 

Padahal, sebelumnya ada beberapa jamaah haji yang sakit. Namun, dengan semangatnya, jamaah haji Bojonegoro mampu menjalani wukuf. 

Ketua Kontingen Jamaah Haji Bojonegoro Tedjo Sukmono kemarin (11/8) mengatakan, jamaah haji asal Kota Ledre saat wukuf di Arafah berjalan lancar. Meskipun ada beberapa jamaah sempat sakit, namun bisa menjalankan tahapan haji dengan sempurna. 

Saat berlangsungnya wukuf, suasananya sempat panas mencapai lebih dari 40 derajat Celsius, kemudian turun hujan. ‘’Sempat panas, kemudian hujan, jadinya sejuk,’’ ungkap dia.

Sementara itu, untuk menjaga keselamatan, jamaah haji melempar jumrah pagi sebelum waktu duhur atau setelah asar. ‘’Sudah lempar jumrah aqabah,’’ ujar Tedjo, sapaannya.

Baca Juga :  Sulit Kembangkan Wisata Geopark

Dia menuturkan, jamaah haji sebelumnya sudah diminta melempar jumrah saat pagi atau sore karena ketika siang risikonya cukup tinggi. Karena kebanyakan jamaah seluruh dunia mayoritas lempar jumrah memilih ketika siang.

‘’Alhamdulillah untuk kami (jamaah asal Bojonegoro) sudah (lempar jumrah),’’ imbuhnya.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro –  Proses ibadah haji di Tanah Suci memasuki tahap penting. Setelah menjalani wukuf di Arafah, jamaah haji kemudian melempar jumrah. 

Padahal, sebelumnya ada beberapa jamaah haji yang sakit. Namun, dengan semangatnya, jamaah haji Bojonegoro mampu menjalani wukuf. 

Ketua Kontingen Jamaah Haji Bojonegoro Tedjo Sukmono kemarin (11/8) mengatakan, jamaah haji asal Kota Ledre saat wukuf di Arafah berjalan lancar. Meskipun ada beberapa jamaah sempat sakit, namun bisa menjalankan tahapan haji dengan sempurna. 

Saat berlangsungnya wukuf, suasananya sempat panas mencapai lebih dari 40 derajat Celsius, kemudian turun hujan. ‘’Sempat panas, kemudian hujan, jadinya sejuk,’’ ungkap dia.

Sementara itu, untuk menjaga keselamatan, jamaah haji melempar jumrah pagi sebelum waktu duhur atau setelah asar. ‘’Sudah lempar jumrah aqabah,’’ ujar Tedjo, sapaannya.

Baca Juga :  Kebijakan Menyediakan Minyak Goreng Harga Terjangkau

Dia menuturkan, jamaah haji sebelumnya sudah diminta melempar jumrah saat pagi atau sore karena ketika siang risikonya cukup tinggi. Karena kebanyakan jamaah seluruh dunia mayoritas lempar jumrah memilih ketika siang.

‘’Alhamdulillah untuk kami (jamaah asal Bojonegoro) sudah (lempar jumrah),’’ imbuhnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/