alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Gagal Paskibraka, Tetap Semangat Berlatih

- Advertisement -

VINNA Handriani sejak duduk di SMP sudah mendambakan menjadi pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka). Rajin ikut ekstrakurikuler paskibraka.

Pembawaannya yang tinggi semampai, pintar, cantik, dan juga tangguh semakin membuatnya terkesima dan cinta pada baris berbaris. Berlanjut duduk di SMA, mimpinya terus diasah.

Namun, alih-alih mewujudkannya, mimpi Vinna sapaannya menjadi paskriba terputus begitu saja ketika kedua matanya terdeteksi mengalami minus. Ia merasa angan-angannya runtuh. Cita-cita menjadi militer pun pupus.

‘’Entah karena apa aku bisa secinta ini dengan baris-berbaris. Walaupun minus, seleksi paskibraka tetap aku ikuti. Alhasil nihil,’’ ucap perempuan asal Desa Mori, Kecamatan Trucuk ini.

Kenyataan memang pahit dan waktu itu serasa dunia tidak bersahabat dengannya. ‘’Saat tinggi badanku sudah melampaui, namun gagal, ya sudahlah. Mulai saat ini aku belajar banyak hal,’’ tutur perempuan pehobi musik.

Baca Juga :  Tak Ada Batasan Truk Melintas di Lamongan
- Advertisement -

Mental Vinna mulai ditata kembali. Baginya, satu mimpi pupus, bukan berarti lainnya juga turut kandas. Vinna terus belajar paskibra, termasuk baris-berbaris.

Bersama teman-temannya akhirnya mengikuti lomba baris-berbaris. Saat itulah ia belajar banyak hal. Mulai latihan menguras tenaga, dan efisiensi waktu.

Namun, hasil tidak pernah mengkhianati usaha. Akhirnya, Vinna bersama teman-temannya memenangi lomba kedua baris-berbaris. ‘’Rasanya seperti terbang. Jauh melampaui batas. Rasanya guling-gulingku di lapangan bisa terbayarkan. Namun, kita tetap saja tak boleh berpuas diri,’’ ucap pehobi sajak itu.

VINNA Handriani sejak duduk di SMP sudah mendambakan menjadi pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka). Rajin ikut ekstrakurikuler paskibraka.

Pembawaannya yang tinggi semampai, pintar, cantik, dan juga tangguh semakin membuatnya terkesima dan cinta pada baris berbaris. Berlanjut duduk di SMA, mimpinya terus diasah.

Namun, alih-alih mewujudkannya, mimpi Vinna sapaannya menjadi paskriba terputus begitu saja ketika kedua matanya terdeteksi mengalami minus. Ia merasa angan-angannya runtuh. Cita-cita menjadi militer pun pupus.

‘’Entah karena apa aku bisa secinta ini dengan baris-berbaris. Walaupun minus, seleksi paskibraka tetap aku ikuti. Alhasil nihil,’’ ucap perempuan asal Desa Mori, Kecamatan Trucuk ini.

Kenyataan memang pahit dan waktu itu serasa dunia tidak bersahabat dengannya. ‘’Saat tinggi badanku sudah melampaui, namun gagal, ya sudahlah. Mulai saat ini aku belajar banyak hal,’’ tutur perempuan pehobi musik.

Baca Juga :  Pencairan BPNTD Berupa Beras dan Telur Dirapel Tiga Bulan
- Advertisement -

Mental Vinna mulai ditata kembali. Baginya, satu mimpi pupus, bukan berarti lainnya juga turut kandas. Vinna terus belajar paskibra, termasuk baris-berbaris.

Bersama teman-temannya akhirnya mengikuti lomba baris-berbaris. Saat itulah ia belajar banyak hal. Mulai latihan menguras tenaga, dan efisiensi waktu.

Namun, hasil tidak pernah mengkhianati usaha. Akhirnya, Vinna bersama teman-temannya memenangi lomba kedua baris-berbaris. ‘’Rasanya seperti terbang. Jauh melampaui batas. Rasanya guling-gulingku di lapangan bisa terbayarkan. Namun, kita tetap saja tak boleh berpuas diri,’’ ucap pehobi sajak itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/