alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

DPRD Desak Perbaikan SD Tepat Sasaran

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Perbaikan infrastruktur sekolah ternyata cukup besar. Selain pembangunan ruang kelas baru (RKB) dan alat permainan edukasi (APE), Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro juga mengajukan rehab berat dan sedang gedung sekolah dasar (SD). Sasarannya 43 SD.

Anggaran diajukan rehab berat dan sedang dalam Perubahan (P)-APBD sebesar Rp 12 miliar. Besarnya anggaran karena kondisi bangunan SD dinilai sudah banyak yang rusak. Dan membutuhkan sentuhan perbaikan.

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi berharap lokasi rehab kelas SD yang ditentukan itu sesuai dengan kondisi gedung. Jangan sampai gedung yang masih layak, tapi direhab lagi.

Baca Juga :  Ditabrak L 300, Taruna Terguling dan Rusak

Sedangkan, gedung yang sudah rusak parah, tidak mendapatkan dana rehab. ‘’Rehab ini penting, karena banyak kondisi gedung sekolah yang mulai rusak,’’ ujar politikus Gerindra kemarin (11/8).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Bojonegoro M. Khuzaeni mengatakan, rehab gedung SD itu berbeda dengan pembangunan ruang kelas baru (RKB) yang juga bakal dibangun tahun ini. Sebab, untuk rehab itu pembangunan gedung yang sudah ada, namun kondisinya rusak.

Sedangkan, untuk RKB itu membuat bangunan baru, karena jumlah ruang kelas terbatas. Dan membutuhkan perbaikan gedung baru. ‘’Itu di luar RKB,’’ ujar mantan sekretaris badan kepegawaian pendidikan dan pelatihan (BKPP) setempat.

Rehab gedung sekolah itu, kata Khuzaeni, tersebar di 43 lokasi. Kondisi bangunan yang akan direhab itu berbeda. Sehingga, untuk besaran anggaran di masing-masing titik juga berbeda. Tergantung dari tingkat kerusakan. Rehab gedung sekolah ini dinilai penting. Sebab, jika tak segera direhab dikhawatirkan akan rusak dan menelan korban.

Baca Juga :  Wow, Gedung DPRD Diusulkan Dibangun dengan Anggaran Rp 70 Miliar

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Perbaikan infrastruktur sekolah ternyata cukup besar. Selain pembangunan ruang kelas baru (RKB) dan alat permainan edukasi (APE), Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro juga mengajukan rehab berat dan sedang gedung sekolah dasar (SD). Sasarannya 43 SD.

Anggaran diajukan rehab berat dan sedang dalam Perubahan (P)-APBD sebesar Rp 12 miliar. Besarnya anggaran karena kondisi bangunan SD dinilai sudah banyak yang rusak. Dan membutuhkan sentuhan perbaikan.

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi berharap lokasi rehab kelas SD yang ditentukan itu sesuai dengan kondisi gedung. Jangan sampai gedung yang masih layak, tapi direhab lagi.

Baca Juga :  Belum Terima Pemberitahuan Kampanye Terbuka

Sedangkan, gedung yang sudah rusak parah, tidak mendapatkan dana rehab. ‘’Rehab ini penting, karena banyak kondisi gedung sekolah yang mulai rusak,’’ ujar politikus Gerindra kemarin (11/8).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Bojonegoro M. Khuzaeni mengatakan, rehab gedung SD itu berbeda dengan pembangunan ruang kelas baru (RKB) yang juga bakal dibangun tahun ini. Sebab, untuk rehab itu pembangunan gedung yang sudah ada, namun kondisinya rusak.

Sedangkan, untuk RKB itu membuat bangunan baru, karena jumlah ruang kelas terbatas. Dan membutuhkan perbaikan gedung baru. ‘’Itu di luar RKB,’’ ujar mantan sekretaris badan kepegawaian pendidikan dan pelatihan (BKPP) setempat.

Rehab gedung sekolah itu, kata Khuzaeni, tersebar di 43 lokasi. Kondisi bangunan yang akan direhab itu berbeda. Sehingga, untuk besaran anggaran di masing-masing titik juga berbeda. Tergantung dari tingkat kerusakan. Rehab gedung sekolah ini dinilai penting. Sebab, jika tak segera direhab dikhawatirkan akan rusak dan menelan korban.

Baca Juga :  Oppo Indonesia Tinjau SOP

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/