alexametrics
24 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Dua Tahun Pembelajaran Daring, Wali Murid Nilai Tidak Efektif

Radar Bojonegoro – Tahun ajaran baru dimulai hari ini (12/7). Masih tingginya angka penularan Covid-19, membuat pembelajaran tatap muka (PTM) kembali ditunda. Bahkan, masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) akan dilaksanakan secara daring. Sebenarnya, pada tahun ajaran baru ini Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro berencana melakukan PTM. Namun, rencana itu harus ditunda mengingat penularan Covid-19 masih tinggi.

Kabid SMP Pendidikan Dasar Disdik Bojonegoro Suyanto mengatakan, pembelajaran daring dilakukan berdasarkan surat edaran (SE) Bupati Bojonegoro Nomor 800/2862/412.202/2021 tentang pemberlakuan PPKM darurat.

Dalam SE tersebut disebutkan pelaksanaan pembelajaran harus dilakukan secara daring. Sebab, penularan Covid-19 akhir-akhir ini masih tinggi. ‘’Berdasarkan SE itu pembelajaran kembali dilakukan daring penuh,’’ katanya kemarin (11/7) Yanto menjelaskan, pembelajaran daring atau tidak tergantung situasi di daerah.

Pada awal Januari lalu angka penularan mulai melandai, membuat pihaknya optimistis melaksanakan PTM. Namun, tiba-tiba angka penularan kembali meningkat. Sehingga, rencana penerapan PTM kembali ditunda. Itu dikuatkan dengan adanya SE bupati tentang penerapan PPKM darurat. ‘’Bojonegoro saat ini kan zona merah. Jadi, masih belum bisa melaksanakan PTM,’’ jelasnya.

Dia menambahkan, pelaksanaan pembelaran secara daring bisa dilakukan dengan berbagai aplikasi. Seperti WhatsApp (WA) atau Zoom. Sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Pembelajaran daring memang ada kelemahannya. Sebab, membuat interaksi siswa dan guru tidak begitu intens. Belum lagi siswa-siswa yang rumahnya di pelosok sulit sinyal. Itu menjadi kendala tersendiri.

Sekretaris Disdik Bojonegoro Lasiran menambahkan, pembelajaran daring penuh akan dilaksanakan selama penerapan PPKM darurat. Setelah itu, pihaknya akan melakukan evaluasi kewilayahan. Jika sekolah dalam wilayah yang penularannya minim, bisa melaksanakan PTM. Tentu setelah ada rekomendasi gugus tugas penanganan Covi-19 kabupaten. ‘’Kami akan evaluasi kewilayahan. Sesuai dengan tingkat penularannya,’’ ujar mantan Kepala SMPN 6 Bojonegoro itu.

Baca Juga :  Tinggal Dipakai

Lasiran memastikan pelaksanaan PTM tergantung situasi dan kondisi. Jika angka penularan di wilayah sekolah itu memungkinkan, pelaksanaan PTM bisa dilakukan secara terbatas. Namun, jika tidak memungkinkan akan dilaksanakan daring penuh. Hari ini adalah pertama tahun ajaran baru. Para siswa baru biasanya melaksanakan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) secara luring. Namun, situasi yang masih belum memungkinkan, terpaksa dilaksanakan secara daring.

Lasiran menegaskan, di tengah PPKM darurat awal tahun ajaran baru tetap harus jalan. Itulah peluang sekolah untuk berkreasi dan inovasi memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang pendidikan. ‘’Apapun modanya dalam KBM, maka kreativitas, inovasi kepala sekolah, dan guru menjadi sangat penting dengan berorientasi pada kepentingan belajar siswa,’’ jelasnya.

Pembelajaran daring juga dilaksanakan di madrasah di bawah Kemenag Bojonegoro. Kasi Pendidikan Madrasah (Pemdma) Kemenag Bojonegoro Abdul Wahid mengatakan, pembelajaran daring tergantung situasi daerah. Jika penularan tinggi, pembelajaran dilakukan secara daring. Hal itu dikuatkan dengan adanya intruksi dari kepala daerah. ‘’Jadi, Kemenag dalam hal ini ikut keputusan daerah,’’ ujar Wahid.

Wahid menjelaskan, pembelajaran daring memang banyak kelemahan. Di antaranya siswa harus didampingi. Baik oleh orangtua atau wali murid. Jika tidak, materi pelajaran sulit diterima siswa. Hal itu menjadi masalah tersendiri. Terutama yang kedua orangtuanya bekerja. Otomatis mereka tidak bisa mendampingi anaknya. ‘’Ini memang sulit di atasi,’’ jelasnya.

Namun, lanjut Wahid, pembelajaran daring adalah keniscayaan. Pandemi yang semakin ganas ini memaksa pembelajaran harus daring. Sebab, yang dipertaruhkan adalah kesehatan siswa. Karena itu, guru harus inovatif. ‘’Harus bisa menghasilkan pembelajaran yang bagus meskipun daring,’’ tegasnya. Wahid menambahkan, pelaksanaan pembelajaran daring bukan hanya kali ini. Namun, sudah dilaksanakan selama setahun. Sehingga, guru dan siswa sudah terbiasa.

Baca Juga :  Angga Bagus Susilo, Seniman Muda Asal Gayam

Sementara itu wali murid menilai PJJ tidak efektif, berkaca pada pembelajaran pada tahun lalu. Salah satu wali murid SMA Ayu Ningtyas mengatakan, PJJ kurang efisien. Sebab ketika pembelajaran daring kebanyakan anakanak hanya login zoom, namun tidak mendengarkan. “Justru ditinggal,” ungkapnya.

Ayu mengatakan, ketika guru memberi soal melalui grup WhatsApp, yang mengerjakan hanya beberapa anak. Kemudian jawabannya dibagikan dan dicontek olah anak-anak lain. “Bagaimana bisa paham sama materi jika seperti itu,” jelasnya.

Menurut Ayu, ketika ujian mengerjakannya dalam waktu singkat, mendapat jawaban dari temannya. Juga mengerjakan sendiri, namun mencontek buku. Anaknya yang sekarang baru masuk ke SMA pengenalan sekolah hanya malalui zoom. Sehingga tidak mengetahui kondisi sekolah sebenarnya.

Ayu menambahkan sepintar pintarnya anak di sekolah, jika belajar di rumah hanya melalui aplikasi tatap males. Ditambah memuat boros kuota internet. “Sekarang orang tua tidak mikir uang saku dan biaya berangkat sekolah, tapi mikir kuota,” jelasnya.

Sementara itu, wali siswa MTs Sri Damayanti mengatakan, pembalajaran secara daring tidak efektif. Guru tidak mengajar dan menjelaskan materi, hanya memberi materi dan soal banyak, namun tidak dikoreksi. Sehingga siswa tidak tahu pekerjaannya benar atau salah.

“Kendala pelajaran matematika tidak dijelaskan rumus dan cara mengerjakannya, sedangkan di buku kurang jelas,” ungkapnya. Sri menjelaskan, anaknya yang baru masuk MTs, usianya masih dini untuk belajar menggunakan HP. Sebab, belum bisa mengontrol waktu belajar dan bermain. Sehingga, perlu pengawasan ekstra.

“Bilangnya belajar malah main game,” ujarnya. Menurut Sri, ketika ujian secara daring tidak adil. Bisa saja soal ujian dikerjakan guru les atau orang lain terdekat, bukan siswa sendiri. “Guru tidak mengawasi,” jelasnya. (irv)

Radar Bojonegoro – Tahun ajaran baru dimulai hari ini (12/7). Masih tingginya angka penularan Covid-19, membuat pembelajaran tatap muka (PTM) kembali ditunda. Bahkan, masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) akan dilaksanakan secara daring. Sebenarnya, pada tahun ajaran baru ini Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro berencana melakukan PTM. Namun, rencana itu harus ditunda mengingat penularan Covid-19 masih tinggi.

Kabid SMP Pendidikan Dasar Disdik Bojonegoro Suyanto mengatakan, pembelajaran daring dilakukan berdasarkan surat edaran (SE) Bupati Bojonegoro Nomor 800/2862/412.202/2021 tentang pemberlakuan PPKM darurat.

Dalam SE tersebut disebutkan pelaksanaan pembelajaran harus dilakukan secara daring. Sebab, penularan Covid-19 akhir-akhir ini masih tinggi. ‘’Berdasarkan SE itu pembelajaran kembali dilakukan daring penuh,’’ katanya kemarin (11/7) Yanto menjelaskan, pembelajaran daring atau tidak tergantung situasi di daerah.

Pada awal Januari lalu angka penularan mulai melandai, membuat pihaknya optimistis melaksanakan PTM. Namun, tiba-tiba angka penularan kembali meningkat. Sehingga, rencana penerapan PTM kembali ditunda. Itu dikuatkan dengan adanya SE bupati tentang penerapan PPKM darurat. ‘’Bojonegoro saat ini kan zona merah. Jadi, masih belum bisa melaksanakan PTM,’’ jelasnya.

Dia menambahkan, pelaksanaan pembelaran secara daring bisa dilakukan dengan berbagai aplikasi. Seperti WhatsApp (WA) atau Zoom. Sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Pembelajaran daring memang ada kelemahannya. Sebab, membuat interaksi siswa dan guru tidak begitu intens. Belum lagi siswa-siswa yang rumahnya di pelosok sulit sinyal. Itu menjadi kendala tersendiri.

Sekretaris Disdik Bojonegoro Lasiran menambahkan, pembelajaran daring penuh akan dilaksanakan selama penerapan PPKM darurat. Setelah itu, pihaknya akan melakukan evaluasi kewilayahan. Jika sekolah dalam wilayah yang penularannya minim, bisa melaksanakan PTM. Tentu setelah ada rekomendasi gugus tugas penanganan Covi-19 kabupaten. ‘’Kami akan evaluasi kewilayahan. Sesuai dengan tingkat penularannya,’’ ujar mantan Kepala SMPN 6 Bojonegoro itu.

Baca Juga :  Penyaluran BPNT ke Wilayah Kecamatan Merakurak

Lasiran memastikan pelaksanaan PTM tergantung situasi dan kondisi. Jika angka penularan di wilayah sekolah itu memungkinkan, pelaksanaan PTM bisa dilakukan secara terbatas. Namun, jika tidak memungkinkan akan dilaksanakan daring penuh. Hari ini adalah pertama tahun ajaran baru. Para siswa baru biasanya melaksanakan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) secara luring. Namun, situasi yang masih belum memungkinkan, terpaksa dilaksanakan secara daring.

Lasiran menegaskan, di tengah PPKM darurat awal tahun ajaran baru tetap harus jalan. Itulah peluang sekolah untuk berkreasi dan inovasi memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang pendidikan. ‘’Apapun modanya dalam KBM, maka kreativitas, inovasi kepala sekolah, dan guru menjadi sangat penting dengan berorientasi pada kepentingan belajar siswa,’’ jelasnya.

Pembelajaran daring juga dilaksanakan di madrasah di bawah Kemenag Bojonegoro. Kasi Pendidikan Madrasah (Pemdma) Kemenag Bojonegoro Abdul Wahid mengatakan, pembelajaran daring tergantung situasi daerah. Jika penularan tinggi, pembelajaran dilakukan secara daring. Hal itu dikuatkan dengan adanya intruksi dari kepala daerah. ‘’Jadi, Kemenag dalam hal ini ikut keputusan daerah,’’ ujar Wahid.

Wahid menjelaskan, pembelajaran daring memang banyak kelemahan. Di antaranya siswa harus didampingi. Baik oleh orangtua atau wali murid. Jika tidak, materi pelajaran sulit diterima siswa. Hal itu menjadi masalah tersendiri. Terutama yang kedua orangtuanya bekerja. Otomatis mereka tidak bisa mendampingi anaknya. ‘’Ini memang sulit di atasi,’’ jelasnya.

Namun, lanjut Wahid, pembelajaran daring adalah keniscayaan. Pandemi yang semakin ganas ini memaksa pembelajaran harus daring. Sebab, yang dipertaruhkan adalah kesehatan siswa. Karena itu, guru harus inovatif. ‘’Harus bisa menghasilkan pembelajaran yang bagus meskipun daring,’’ tegasnya. Wahid menambahkan, pelaksanaan pembelajaran daring bukan hanya kali ini. Namun, sudah dilaksanakan selama setahun. Sehingga, guru dan siswa sudah terbiasa.

Baca Juga :  Isu Penggerebekan Beras Kemasan 

Sementara itu wali murid menilai PJJ tidak efektif, berkaca pada pembelajaran pada tahun lalu. Salah satu wali murid SMA Ayu Ningtyas mengatakan, PJJ kurang efisien. Sebab ketika pembelajaran daring kebanyakan anakanak hanya login zoom, namun tidak mendengarkan. “Justru ditinggal,” ungkapnya.

Ayu mengatakan, ketika guru memberi soal melalui grup WhatsApp, yang mengerjakan hanya beberapa anak. Kemudian jawabannya dibagikan dan dicontek olah anak-anak lain. “Bagaimana bisa paham sama materi jika seperti itu,” jelasnya.

Menurut Ayu, ketika ujian mengerjakannya dalam waktu singkat, mendapat jawaban dari temannya. Juga mengerjakan sendiri, namun mencontek buku. Anaknya yang sekarang baru masuk ke SMA pengenalan sekolah hanya malalui zoom. Sehingga tidak mengetahui kondisi sekolah sebenarnya.

Ayu menambahkan sepintar pintarnya anak di sekolah, jika belajar di rumah hanya melalui aplikasi tatap males. Ditambah memuat boros kuota internet. “Sekarang orang tua tidak mikir uang saku dan biaya berangkat sekolah, tapi mikir kuota,” jelasnya.

Sementara itu, wali siswa MTs Sri Damayanti mengatakan, pembalajaran secara daring tidak efektif. Guru tidak mengajar dan menjelaskan materi, hanya memberi materi dan soal banyak, namun tidak dikoreksi. Sehingga siswa tidak tahu pekerjaannya benar atau salah.

“Kendala pelajaran matematika tidak dijelaskan rumus dan cara mengerjakannya, sedangkan di buku kurang jelas,” ungkapnya. Sri menjelaskan, anaknya yang baru masuk MTs, usianya masih dini untuk belajar menggunakan HP. Sebab, belum bisa mengontrol waktu belajar dan bermain. Sehingga, perlu pengawasan ekstra.

“Bilangnya belajar malah main game,” ujarnya. Menurut Sri, ketika ujian secara daring tidak adil. Bisa saja soal ujian dikerjakan guru les atau orang lain terdekat, bukan siswa sendiri. “Guru tidak mengawasi,” jelasnya. (irv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/