alexametrics
24.8 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Incumbent Tumbang dengan Suara Draw

PEREBUTAN kursi kepala desa (kades) di Desa Mlangi, Kecamatan Widang berakhir draw. Dua calon yang maju dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2019 pada Rabu (10/7) lalu mengantongi suara sama. Calon nomor urut 1 Moh. Kusnan dan calon nomor urut 2 Siswarin sama-sama meraih 1.243 suara.

Meski demikian, bukan berarti pilkades di desa setempat harus diulang. Sebab, keputusan untuk menetapkan cakades terpilih yang memeroleh suara sama sudah diatur dalam pasal 41 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Juga, pasal 42  Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 65 Tahun 2017 tentang Perubahan Aturan Pilkades dan pasal 75 Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Pilkades.

Kasi Peningkatan Kapasitas Aparatur Bidang Pemerintahan Desa DPMDKB Tuban Suhut mengatakan, dalam hal calon kepala desa yang memeroleh suara terbanyak yang sama lebih dari satu, maka calon terpilih ditetapkan berdasarkan wilayah perolehan suara yang lebih luas. ‘’Dalam hal ini, berdasar persebaran suara di masing-masing blok yang telah ditetapkan panitia,’’ terang Suhut.

Baca Juga :  Ingin Gemuk Sehat, Gadis ini Hindari Cara instan

Praktis, untuk kasus perolehan suara draw di Desa Mlangi berhasil dimenangkan calon nomor urut 2, yakni Siswarin. Alasannya, dari tiga pembagian blok (merah, kuning, dan hijau), Siswarin berhasil memenangi perolehan suara di dua blok, yakni blok kuning dengan 468 suara berbanding 357 suara dan di blok hijau 509 berbanding 332 suara. Sedangkan Kusnan hanya unggul di blok merah dengan perolehan 554 suara berbanding 266 suara.

Dengan demikian, Kusnan, selaku calon incumbent dinyatakan kalah. ‘’Sesuai teknis penghitungan yang sudah diatur PP, permen, dan perbup, cakades nomor urut 2 (Siworini, Red) berhak terpilih, karena unggul di dua blok,’’ jelas Suhut.

Bagaimana jika calon yang gagal merasa keberatan? Dia menegaskan, mekanisme penghitungan sudah diatur dalam ketentuan perundangan tersebut. ‘’Kalau masih tidak terima, ya monggo kalau mau mengajukan keberatan. Yang pasti, aturan sudah ada,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Tembang Siauw We Iringi Lelang Kalung

Selain di Mlangi, persaingan yang cukup ketat juga terlihat di Desa/Kecamatan Semanding dan Desa Maindu, Kecamatan Montong. Di Desa Semanding, selisih suara antara calon nomor urut 1 Seta Agus Handiyanto dan calon nomor urut 2 Lik Suyanto hanya 4 digit. Yakni, 1.033 suara berbanding 1.037 suara untuk kemenangan calon nomor urut 2.

Sedangkan di Desa Maindu, selisih antara cakades yang memeroleh suara terbanyak pertama dan kedua hanya 7 lembar.

Dari tiga calon, suara terbanyak diraih calon nomor urut 1 Lazib dengan 1.006 suara. Kemudian calon nomor urut 2 Tulip Adi Tahar  999 suara, dan calon nomor urut 3 Tamaji dengan 492 suara.

PEREBUTAN kursi kepala desa (kades) di Desa Mlangi, Kecamatan Widang berakhir draw. Dua calon yang maju dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2019 pada Rabu (10/7) lalu mengantongi suara sama. Calon nomor urut 1 Moh. Kusnan dan calon nomor urut 2 Siswarin sama-sama meraih 1.243 suara.

Meski demikian, bukan berarti pilkades di desa setempat harus diulang. Sebab, keputusan untuk menetapkan cakades terpilih yang memeroleh suara sama sudah diatur dalam pasal 41 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Juga, pasal 42  Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 65 Tahun 2017 tentang Perubahan Aturan Pilkades dan pasal 75 Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Pilkades.

Kasi Peningkatan Kapasitas Aparatur Bidang Pemerintahan Desa DPMDKB Tuban Suhut mengatakan, dalam hal calon kepala desa yang memeroleh suara terbanyak yang sama lebih dari satu, maka calon terpilih ditetapkan berdasarkan wilayah perolehan suara yang lebih luas. ‘’Dalam hal ini, berdasar persebaran suara di masing-masing blok yang telah ditetapkan panitia,’’ terang Suhut.

Baca Juga :  33 Desa Bakal Pimilihan Kepala Desa Serentak

Praktis, untuk kasus perolehan suara draw di Desa Mlangi berhasil dimenangkan calon nomor urut 2, yakni Siswarin. Alasannya, dari tiga pembagian blok (merah, kuning, dan hijau), Siswarin berhasil memenangi perolehan suara di dua blok, yakni blok kuning dengan 468 suara berbanding 357 suara dan di blok hijau 509 berbanding 332 suara. Sedangkan Kusnan hanya unggul di blok merah dengan perolehan 554 suara berbanding 266 suara.

Dengan demikian, Kusnan, selaku calon incumbent dinyatakan kalah. ‘’Sesuai teknis penghitungan yang sudah diatur PP, permen, dan perbup, cakades nomor urut 2 (Siworini, Red) berhak terpilih, karena unggul di dua blok,’’ jelas Suhut.

Bagaimana jika calon yang gagal merasa keberatan? Dia menegaskan, mekanisme penghitungan sudah diatur dalam ketentuan perundangan tersebut. ‘’Kalau masih tidak terima, ya monggo kalau mau mengajukan keberatan. Yang pasti, aturan sudah ada,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Kades Meninggal, Dua Desa Gelar Pilkades PAW

Selain di Mlangi, persaingan yang cukup ketat juga terlihat di Desa/Kecamatan Semanding dan Desa Maindu, Kecamatan Montong. Di Desa Semanding, selisih suara antara calon nomor urut 1 Seta Agus Handiyanto dan calon nomor urut 2 Lik Suyanto hanya 4 digit. Yakni, 1.033 suara berbanding 1.037 suara untuk kemenangan calon nomor urut 2.

Sedangkan di Desa Maindu, selisih antara cakades yang memeroleh suara terbanyak pertama dan kedua hanya 7 lembar.

Dari tiga calon, suara terbanyak diraih calon nomor urut 1 Lazib dengan 1.006 suara. Kemudian calon nomor urut 2 Tulip Adi Tahar  999 suara, dan calon nomor urut 3 Tamaji dengan 492 suara.

Artikel Terkait

Most Read

Berharap Impor Garam Industri Saja

Baru Miliki 18 Pemain

Didominasi Pembelian Furnitur Kamar

Artikel Terbaru


/