alexametrics
30.4 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Cari Bahan Henna ke Luar Kota

Seni melukis tangan atau henna awalnya merupakan kebudayaan negara-negara di kawasan timur tengah dan India untuk mempercantik diri di hari pernikahan. Seiring berjalannya waktu, banyak perempuan di Indonesia yang tertarik menggunakan henna. Atiqah Isnaini Ramadhani, 21, melihat adanya peluang jasa melukis henna. 

Dara asal Kecamatan Kedungpring ini memiliki basic menggambar sejak kecil. ‘’Kalau lagi bikin henna harus betul-betul fokus dan rileks. Soalnya kalau ada yang salah, agak susah diperbaiki. Pasta henna karakternya sangat pigmented. Sekali kena kulit akan membekas,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (11/7).

Sebelum melukis henna, Tiqah selalu meminta kliennya untuk tetap tenang selama proses melukis. Jika ada request khusus dari klien, maka harus dibicarakan sebelum proses melukis berlangsung. Seperti motif dan warna henna yang diinginkan. Mahasiswi jurusan teknik industri ini menuturkan, tren henna yang kini disukai kaum hawa itu putih plus tempelan permata buatan. 

Baca Juga :  Anak Penyandang Disabilitas Jadi Korban Asusila

‘’Kesannya lebih mewah dan cocok dengan busana akad nikah yang berwarna putih,’’ ujarnya.

Sebagai seniman henna, Tiqah harus memiliki persediaan pasta berbagai warna. Dia harus berburu perlengkapan henna hingga ke Surabaya. Tiqah berulang kali mencoba meracik pasta henna sesuai tutorial yang dipelajarinya dari dunia maya. Namun, dia belum bisa menghasilkan tekstur yang pas dan pigmented di kulit.

‘’Sementara pakai bahan yang sudah dijual di toko-toko. Biar lebih aman,’’ ujar penggemar film ini.

Tiqah memiliki kiat dalam membagi waktu. H-1 hari pernikahan klien, dia sudah mulai melukis henna dengan motif sesuai pesanan. Hal itu dilakukan supaya pasta henna dapat mongering dulu. Keesokan harinya, sembari klien dirias, dia hanya melakukan finishing dengan menambah tempelan permata buatan.

Baca Juga :  Zonasi SD Lebih Mengkhawatirkan

Seni melukis tangan atau henna awalnya merupakan kebudayaan negara-negara di kawasan timur tengah dan India untuk mempercantik diri di hari pernikahan. Seiring berjalannya waktu, banyak perempuan di Indonesia yang tertarik menggunakan henna. Atiqah Isnaini Ramadhani, 21, melihat adanya peluang jasa melukis henna. 

Dara asal Kecamatan Kedungpring ini memiliki basic menggambar sejak kecil. ‘’Kalau lagi bikin henna harus betul-betul fokus dan rileks. Soalnya kalau ada yang salah, agak susah diperbaiki. Pasta henna karakternya sangat pigmented. Sekali kena kulit akan membekas,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (11/7).

Sebelum melukis henna, Tiqah selalu meminta kliennya untuk tetap tenang selama proses melukis. Jika ada request khusus dari klien, maka harus dibicarakan sebelum proses melukis berlangsung. Seperti motif dan warna henna yang diinginkan. Mahasiswi jurusan teknik industri ini menuturkan, tren henna yang kini disukai kaum hawa itu putih plus tempelan permata buatan. 

Baca Juga :  Sama-Sama Optimistis Menang 60 Persen

‘’Kesannya lebih mewah dan cocok dengan busana akad nikah yang berwarna putih,’’ ujarnya.

Sebagai seniman henna, Tiqah harus memiliki persediaan pasta berbagai warna. Dia harus berburu perlengkapan henna hingga ke Surabaya. Tiqah berulang kali mencoba meracik pasta henna sesuai tutorial yang dipelajarinya dari dunia maya. Namun, dia belum bisa menghasilkan tekstur yang pas dan pigmented di kulit.

‘’Sementara pakai bahan yang sudah dijual di toko-toko. Biar lebih aman,’’ ujar penggemar film ini.

Tiqah memiliki kiat dalam membagi waktu. H-1 hari pernikahan klien, dia sudah mulai melukis henna dengan motif sesuai pesanan. Hal itu dilakukan supaya pasta henna dapat mongering dulu. Keesokan harinya, sembari klien dirias, dia hanya melakukan finishing dengan menambah tempelan permata buatan.

Baca Juga :  Lagi, Dua Tersangka Ditahan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/