alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Naikkan Harga Janur

KOTA – Sejumlah pedagang janur memanfaatkan momen kupatan untuk mengais rezeki. Mereka menawarkan janur rajut dan janur tak dirajut. 

”Kalau kemarin-kemarin, banyak yang beli janur tak dirajut. Tapi mulai tadi malam, mayoritas beli janur yang dirajut,” tutur Siti Nur Khomariyah, salah satu pedagang janur di Pasar Sidoharjo, Lamongan, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (11/6).

Seperti hukum pasar, ketika permintaan terhadap produk tinggi, maka nilai jualnya juga ikut meningkat. Pedagang yang awalnya menjual Rp 10 ribu berisi 10 unit janur rajut, kini harganya dinaikkan. 

”Mulai tadi malam (Senin malam) jual Rp 12 ribu. Baru kalau beli banyak dikasih harga Rp 10 ribu,” ujar perempuan asal Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro tersebut. 

Baca Juga :  Atasi Covid-19 di Sulawesi dengan Replikasi Sukses Kampung Tangguh

Siti mengaku bermodal Rp 8 juta untuk membeli 450 bongkok janur dari Probolinggo. Satu bongkok berisi 100 janur. Siti mengaku dagangannya hanya tersisa sekitar 25 bongkok janur. 

”Malam nanti terakhir kali jual, sebab besok (hari ini) sudah kupatan,” ujarnya. 

Hanifah, pembeli asal Kelurahan Banjarmendalan, Lamongan, mengaku membeli 40 unit janur yang sudah dirajut ketupat.  ”Tidak bisa merajut sendiri, makanya beli yang sudah dirajut…. hehehe,” ujarnya. 

Suto, pedagang lainnya mengatakan, dirinya mendatangkan janur dari Lumajang. Janur yang belum dirajut dijual Rp 20 ribu isi 30 lembar. Sedangkan isi 70 lembar seharga Rp 50 ribu. 

”Tapi tahun ini pembelinya tak seramai tahun lalu, karena makin banyak yang jualan janur,” ujar pria asal Kecamatan Kembangbahu itu.

Baca Juga :  Pengembalian Tuntas, Tunjangan Tertahan¬†

KOTA – Sejumlah pedagang janur memanfaatkan momen kupatan untuk mengais rezeki. Mereka menawarkan janur rajut dan janur tak dirajut. 

”Kalau kemarin-kemarin, banyak yang beli janur tak dirajut. Tapi mulai tadi malam, mayoritas beli janur yang dirajut,” tutur Siti Nur Khomariyah, salah satu pedagang janur di Pasar Sidoharjo, Lamongan, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (11/6).

Seperti hukum pasar, ketika permintaan terhadap produk tinggi, maka nilai jualnya juga ikut meningkat. Pedagang yang awalnya menjual Rp 10 ribu berisi 10 unit janur rajut, kini harganya dinaikkan. 

”Mulai tadi malam (Senin malam) jual Rp 12 ribu. Baru kalau beli banyak dikasih harga Rp 10 ribu,” ujar perempuan asal Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro tersebut. 

Baca Juga :  Bandel, Bus Pariwisata Masuk Kota Disorot

Siti mengaku bermodal Rp 8 juta untuk membeli 450 bongkok janur dari Probolinggo. Satu bongkok berisi 100 janur. Siti mengaku dagangannya hanya tersisa sekitar 25 bongkok janur. 

”Malam nanti terakhir kali jual, sebab besok (hari ini) sudah kupatan,” ujarnya. 

Hanifah, pembeli asal Kelurahan Banjarmendalan, Lamongan, mengaku membeli 40 unit janur yang sudah dirajut ketupat.  ”Tidak bisa merajut sendiri, makanya beli yang sudah dirajut…. hehehe,” ujarnya. 

Suto, pedagang lainnya mengatakan, dirinya mendatangkan janur dari Lumajang. Janur yang belum dirajut dijual Rp 20 ribu isi 30 lembar. Sedangkan isi 70 lembar seharga Rp 50 ribu. 

”Tapi tahun ini pembelinya tak seramai tahun lalu, karena makin banyak yang jualan janur,” ujar pria asal Kecamatan Kembangbahu itu.

Baca Juga :  PPN Naik, Bisnis Mokas Terdampak

Artikel Terkait

Most Read

Bangga Menjadi Diri Sendiri

Lapas Kekurangan Surat Suara

Puncak Pembelian Tembakau Berakhir

Artikel Terbaru

/