alexametrics
29.8 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Modal Nekat, Latihan Seminggu, Kumpulkan Dana Patungan

- Advertisement -

BOJONEGORO – Nasib baik jatuh kepada kelompok oklik dari Karang Taruna Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem. Mereka tidak menyangka bisa menyabet juara 1. Padahal mereka persiapan hanya seminggu dan modal nekat saja.

Detik-Detik menegangkan begitu terasa di Aula Parama Satwika Polres Bojonegoro senin (11/6). Sebab, hari itu merupakan penentuan juara lomba Pawai Oklik dan Lampu Hias Kapolres Cup 2018 yang diadakan pada Sabtu (9/6) lalu. Perwakilan dari jumah total 94 kelompok terlihat begitu serius memelototi layar proyektor berharap nama kelompoknya dipanggil dan mendapat juara. Lomba tersebut memilih enam kelompok yang layak jadi pemenang, di antaranya juara harapan 1-3 dan juara 1-3.

Akhirnya satu demi satu kelompok sudah dipanggil hingga di penghujung pengumuman menunggu kelompok mana yang juara 1. Ternyata juara 1 dimenangkan oleh Karang Taruna Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem. Seorang pria muda mengenakan kemeja warna hitam pun maju ke depan dengan raut wajah yang terheran-heran. Dia pun terlihat kaget dengan menoleh ke kiri dan ke kanan melihat peserta lainnya. Akhirnya, penyerahan trofi, uang pembinaan, dan piagam dipegang olehnya.

Ketika, dilempar beberapa pertanyaan oleh Jawa Pos Radar Bojonegoro dia cukup panik seperti tidak percaya bisa menang. Pria yang bernama Muhammad Firdaus Romadhoni itu sesaat seperti orang linglung. Saat itu, dia datang bersama istri tercintanya. Tak ayal, sang istri juga sangat bahagia kelompok oklik suaminya bisa menang. “Kaget saya Mas, nggak menyangka bisa menang,” tegasnya. Karena, kata dia, kelompok okliknya serba nekat ketika mengikuti lomba tersebut. “Kami modal nekat saja Mas, rugi kalau nggak ikut, eh ternyata alhamdulillah bisa menang juara 1,” jelasnya.

Baca Juga :  Pasokan Elpiji 3 Kilogram Aman

Setelah sesi pengumuman pemenang dan penyerahan trofi, para peserta dijamu hidangan berbuka puasa oleh Polres Bojonegoro. Raut wajah bahagia masih terpancar dari wajahnya. Bahkan, istrinya sudah tidak tahan ingin cepat pulang untuk memberitahukan kabar bahagia tersebut kepada seluruh anggota kelompoknya. “Teman-teman sudah menunggu di rumah ini Mas, istri juga dari tadi ngajak pulang terus biar cepat bertemu,” katanya.

- Advertisement -

Pria yang akrab disapa Firdaus itu menceritakan bahwa jumlah anggota kelompok okliknya sebanyak 25 orang. Mereka sangat antusias dan bersemangat untuk mengikuti lomba oklik tersebut. Dia mengatakan seluruh anggotanya patungan uang sebesar Rp 35 ribu per orang. Uang patungan tersebut digunakan untuk sewa kostum, lampu, serta peralatan penunjang lainnya. Bahkan beberapa alatnya ada yang pinjam tetangga-tetangganya. Selain itu, kawan-kawannya yang sedang bekerja di luar kota maupun luar Jawa juga ikut membantu dana patungan. “Kami kuatkan patungan, jadi ini jadi kemenangan bersama,” ujarnya .

Baca Juga :  Mustakim dan Mei Mahmudah, Perajin Aneka Kostum Karnaval

Konsep yang mereka usung pun sangat kental dengan nuansa perjuangan bangsa. “Kelompok kami tampilnya menyesuaikan dengan tema, yakni ada garuda Pancasila, serta kostum anggota layaknya pejuang era penjajahan,” terangnya. Lagu yang mereka bawakan juga sangat syahdu dengan tetap menjunjung tinggi peraturan panitia. “Kami bawakan lagu salawatan, ilir-ilir, padhang bulan, maju tak gentar, dan sebagainya,” katanya.

Firdaus juga menambahkan, bahwa hanya seminggu saja melakukan persiapan. Kelompoknya memang rutin ikut lomba-lomba oklik, karena iklim berkesenian oklik di Desa Sidorejo sudah turun temurun. “Di desa kami ada lima dukuh, tiap dukuhnya pasti punya 2-3 kelompok oklik, jadi kami bersaing secara sehat dan terus berkarya,” tuturnya. Agenda terdekatnya, kelompok okliknya akan mengikuti lomba oklik saat malam takbiran di Kecamatan Kedungadem.

BOJONEGORO – Nasib baik jatuh kepada kelompok oklik dari Karang Taruna Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem. Mereka tidak menyangka bisa menyabet juara 1. Padahal mereka persiapan hanya seminggu dan modal nekat saja.

Detik-Detik menegangkan begitu terasa di Aula Parama Satwika Polres Bojonegoro senin (11/6). Sebab, hari itu merupakan penentuan juara lomba Pawai Oklik dan Lampu Hias Kapolres Cup 2018 yang diadakan pada Sabtu (9/6) lalu. Perwakilan dari jumah total 94 kelompok terlihat begitu serius memelototi layar proyektor berharap nama kelompoknya dipanggil dan mendapat juara. Lomba tersebut memilih enam kelompok yang layak jadi pemenang, di antaranya juara harapan 1-3 dan juara 1-3.

Akhirnya satu demi satu kelompok sudah dipanggil hingga di penghujung pengumuman menunggu kelompok mana yang juara 1. Ternyata juara 1 dimenangkan oleh Karang Taruna Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem. Seorang pria muda mengenakan kemeja warna hitam pun maju ke depan dengan raut wajah yang terheran-heran. Dia pun terlihat kaget dengan menoleh ke kiri dan ke kanan melihat peserta lainnya. Akhirnya, penyerahan trofi, uang pembinaan, dan piagam dipegang olehnya.

Ketika, dilempar beberapa pertanyaan oleh Jawa Pos Radar Bojonegoro dia cukup panik seperti tidak percaya bisa menang. Pria yang bernama Muhammad Firdaus Romadhoni itu sesaat seperti orang linglung. Saat itu, dia datang bersama istri tercintanya. Tak ayal, sang istri juga sangat bahagia kelompok oklik suaminya bisa menang. “Kaget saya Mas, nggak menyangka bisa menang,” tegasnya. Karena, kata dia, kelompok okliknya serba nekat ketika mengikuti lomba tersebut. “Kami modal nekat saja Mas, rugi kalau nggak ikut, eh ternyata alhamdulillah bisa menang juara 1,” jelasnya.

Baca Juga :  Perempuan Harus Mengenyam Pendidikan Lebih Tinggi

Setelah sesi pengumuman pemenang dan penyerahan trofi, para peserta dijamu hidangan berbuka puasa oleh Polres Bojonegoro. Raut wajah bahagia masih terpancar dari wajahnya. Bahkan, istrinya sudah tidak tahan ingin cepat pulang untuk memberitahukan kabar bahagia tersebut kepada seluruh anggota kelompoknya. “Teman-teman sudah menunggu di rumah ini Mas, istri juga dari tadi ngajak pulang terus biar cepat bertemu,” katanya.

- Advertisement -

Pria yang akrab disapa Firdaus itu menceritakan bahwa jumlah anggota kelompok okliknya sebanyak 25 orang. Mereka sangat antusias dan bersemangat untuk mengikuti lomba oklik tersebut. Dia mengatakan seluruh anggotanya patungan uang sebesar Rp 35 ribu per orang. Uang patungan tersebut digunakan untuk sewa kostum, lampu, serta peralatan penunjang lainnya. Bahkan beberapa alatnya ada yang pinjam tetangga-tetangganya. Selain itu, kawan-kawannya yang sedang bekerja di luar kota maupun luar Jawa juga ikut membantu dana patungan. “Kami kuatkan patungan, jadi ini jadi kemenangan bersama,” ujarnya .

Baca Juga :  Pasokan Elpiji 3 Kilogram Aman

Konsep yang mereka usung pun sangat kental dengan nuansa perjuangan bangsa. “Kelompok kami tampilnya menyesuaikan dengan tema, yakni ada garuda Pancasila, serta kostum anggota layaknya pejuang era penjajahan,” terangnya. Lagu yang mereka bawakan juga sangat syahdu dengan tetap menjunjung tinggi peraturan panitia. “Kami bawakan lagu salawatan, ilir-ilir, padhang bulan, maju tak gentar, dan sebagainya,” katanya.

Firdaus juga menambahkan, bahwa hanya seminggu saja melakukan persiapan. Kelompoknya memang rutin ikut lomba-lomba oklik, karena iklim berkesenian oklik di Desa Sidorejo sudah turun temurun. “Di desa kami ada lima dukuh, tiap dukuhnya pasti punya 2-3 kelompok oklik, jadi kami bersaing secara sehat dan terus berkarya,” tuturnya. Agenda terdekatnya, kelompok okliknya akan mengikuti lomba oklik saat malam takbiran di Kecamatan Kedungadem.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/