alexametrics
29.6 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Arus Mudik, Penumpang Kereta Lokal Dibatasi 70 Persen

Radar Bojonegoro – Tiga titik pos penyekatan di perbatasan Bojonegoro selama periode larangan mudik belum menemukan adanya travel gelap yang mengangkut pemudik. Sejauh ini, personel gabungan menindak tegas para pengendara mobil berplat nomor luar maupun dalam Bojonegoro untuk putar balik karena memiliki niat mudik.

“Travel gelap insyaallah belum ada. Kami terus fokus penindakan tegas putar balik,” kata Kasatlantas Polres AKP Rizal Nugra Wijaya kemarin. Pos penyekatan memang juga mengantisipasi laju travel gelap yang mengangkut pemudik. Terutama akses perbatasan pos penyekatan Margomulyo.

Pos penyekatan ini berbatasan dengan Kabupaten Ngawi dan dekat dengan exit tol Ngawi. Serta Pos Penyekatan Padangan, karena lokasinya berbatasan dengan Cepu, Blora, Jawa Tengah. Satu lagi pos penyekatan yakni di Terminal Gondang, akses menuju Kabupaten Nganjuk.

Baca Juga :  Lima Titik Trotoar Dilelang, Total Pagu Rp 17,6 Miliar

Sementara itu, pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro Senin malam, arus kendaraan di Jalan Bojonegoro-Babat, persisnya di Perempatan Sumberejo mulai ramai. Kendaraan ramai melintas ketika malam hari. Kepala Stasiun Bojonegoro Totok Kushendarto menyampaikan, jumlah penumpang kereta api (KA) jarak jauh jurusan Jakarta rata-rata hanya 20 penumpang per hari.

Para penumpang KA jarak jauh wajib menyertakan surat bebas Covid-19. Serta surat izin dari atasan atau kepala desa setempat karena alasan mendesak. “Tapi tadi (kemarin, Red) ada kenaikan jumlah penumpang KA jarak jauh, sekitar 80 penumpang,” imbuh Totok.

Adapun kepentingan para penumpang KA rerata didominasi perjalanan dinas para karyawan BUMN. Sisanya kepentingan mendesak seperti menghadiri anggota keluarga meninggal dunia atau hendak menjalani pengobatan medis. Sementara itu, penumpang KA lokal jurusan Surabaya-Bojo negoro atau sebaliknya yang hanya beroperasi satu perjalanan dibatasi 70 persen penumpang.

Baca Juga :  Pasar Terbatas, Indsutri Mebel Lesu

Rerata jumlah penumpang KA lokal masih cukup banyak sekitar 200 orang. Dan kepentingannya didominasi hendak bekerja. “Selama periode larangan mudik ini, jumlah penumpang datang dan berangkat selisihnya sedikit. Tapi lebih banyak penumpang berangkat,” bebernya.

Totok menambahkan, pemeriksaan ketat kepada setiap penumpang KA yang datang maupun berangkat. Sejak adanya layanan tes GeNose di Stasiun Bojonegoro pada 29 April lalu, belum temukan penumpang hasil tesnya positif Covid-19.

Radar Bojonegoro – Tiga titik pos penyekatan di perbatasan Bojonegoro selama periode larangan mudik belum menemukan adanya travel gelap yang mengangkut pemudik. Sejauh ini, personel gabungan menindak tegas para pengendara mobil berplat nomor luar maupun dalam Bojonegoro untuk putar balik karena memiliki niat mudik.

“Travel gelap insyaallah belum ada. Kami terus fokus penindakan tegas putar balik,” kata Kasatlantas Polres AKP Rizal Nugra Wijaya kemarin. Pos penyekatan memang juga mengantisipasi laju travel gelap yang mengangkut pemudik. Terutama akses perbatasan pos penyekatan Margomulyo.

Pos penyekatan ini berbatasan dengan Kabupaten Ngawi dan dekat dengan exit tol Ngawi. Serta Pos Penyekatan Padangan, karena lokasinya berbatasan dengan Cepu, Blora, Jawa Tengah. Satu lagi pos penyekatan yakni di Terminal Gondang, akses menuju Kabupaten Nganjuk.

Baca Juga :  Jalan Berlubang Jadi Catatan Polda

Sementara itu, pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro Senin malam, arus kendaraan di Jalan Bojonegoro-Babat, persisnya di Perempatan Sumberejo mulai ramai. Kendaraan ramai melintas ketika malam hari. Kepala Stasiun Bojonegoro Totok Kushendarto menyampaikan, jumlah penumpang kereta api (KA) jarak jauh jurusan Jakarta rata-rata hanya 20 penumpang per hari.

Para penumpang KA jarak jauh wajib menyertakan surat bebas Covid-19. Serta surat izin dari atasan atau kepala desa setempat karena alasan mendesak. “Tapi tadi (kemarin, Red) ada kenaikan jumlah penumpang KA jarak jauh, sekitar 80 penumpang,” imbuh Totok.

Adapun kepentingan para penumpang KA rerata didominasi perjalanan dinas para karyawan BUMN. Sisanya kepentingan mendesak seperti menghadiri anggota keluarga meninggal dunia atau hendak menjalani pengobatan medis. Sementara itu, penumpang KA lokal jurusan Surabaya-Bojo negoro atau sebaliknya yang hanya beroperasi satu perjalanan dibatasi 70 persen penumpang.

Baca Juga :  Pasar Terbatas, Indsutri Mebel Lesu

Rerata jumlah penumpang KA lokal masih cukup banyak sekitar 200 orang. Dan kepentingannya didominasi hendak bekerja. “Selama periode larangan mudik ini, jumlah penumpang datang dan berangkat selisihnya sedikit. Tapi lebih banyak penumpang berangkat,” bebernya.

Totok menambahkan, pemeriksaan ketat kepada setiap penumpang KA yang datang maupun berangkat. Sejak adanya layanan tes GeNose di Stasiun Bojonegoro pada 29 April lalu, belum temukan penumpang hasil tesnya positif Covid-19.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/