alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Pasar Tutup, Pasar Dadakan Digeruduk Pembeli

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pasar Kota Bojonegoro baru tutup tiga hari sejak Sabtu (9/5), kini muncul pasar dadakan. Lokasinya tak jauh dari pasar induk. Tepatnya, di pertigaan Jalan Trunojoyo dan Jalan KH Mansyur.

Seketika kemarin sore (11/5), puluhan pembeli otomatis menggeruduk pasar dadakan berjualan di tepi-tepi jalan. Jalanan tampak ramai. Pembeli berupaya memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari

Yantik salah satu pembeli asal Desa Mulyoagung, Kecamatan Kota mengatakan, sejak ditutupnya Pasar Kota tentu kesulitan mencari kebutuhan pokok seperti sayur mayur. Ia cemas belanja di pasar, karena itu sebisa mungkin selalu mengenakan masker. Yantik berharap pedagang-pedagang telah di-rapid test dan reaktif tersebut lekas sembuh.

Baca Juga :  Telah Lulus Uji Kompetensi Nasional

“Semoga saja tidak ada lagi pedagang yang reaktif, karena kan pedagang ini sangat dibutuhkan masyarakat,” katanya ditemui di lokasi.

Hal sama dikatakan Yulianti, seorang pembeli asal Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro Kota. Dia memastikan, kondisi pandemi Covid-19 ini serbasulit. Ia sangat bergantung dengan pedagang pasar induk. Karena biar bagaimanapun kebutuhan pokok sehari-hari harus tetap tersedia.

“Yang terpenting masih bisa beli kebutuhan pokok dan semoga ditutupnya pasar induk selama seminggu bisa lekas membaik kondisinya,” jelasnya.

Erna salah satu pedagang di pasar dadakan mengatakan, ia biasanya berjualan di pasar induk ketika sore. Ia telah menjalani rapid test dan hasilnya tidak reaktif. Rasa khawatir tetap ada, ia tak pernah melepas maskernya saat berjualan.

Baca Juga :  Suka Olahraga Menantang, Gadis ini Jago Main Futsal

Ia bersyukur masih bisa berjualan setiap harinya. “Ini masalah perut soalnya. Kalau saya enggak jualan terus pemasukannya dari mana. Yang penting tertib pakai masker,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, Jawa Pos Radar Bojonegoro belum bisa mengonfirmasi Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro Sukaemi. Ketika dihubungi melalui sambungan telepon, belum diangkat.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pasar Kota Bojonegoro baru tutup tiga hari sejak Sabtu (9/5), kini muncul pasar dadakan. Lokasinya tak jauh dari pasar induk. Tepatnya, di pertigaan Jalan Trunojoyo dan Jalan KH Mansyur.

Seketika kemarin sore (11/5), puluhan pembeli otomatis menggeruduk pasar dadakan berjualan di tepi-tepi jalan. Jalanan tampak ramai. Pembeli berupaya memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari

Yantik salah satu pembeli asal Desa Mulyoagung, Kecamatan Kota mengatakan, sejak ditutupnya Pasar Kota tentu kesulitan mencari kebutuhan pokok seperti sayur mayur. Ia cemas belanja di pasar, karena itu sebisa mungkin selalu mengenakan masker. Yantik berharap pedagang-pedagang telah di-rapid test dan reaktif tersebut lekas sembuh.

Baca Juga :  Mantapkan Diri sebagai Organisasi Modern dan Terbuka

“Semoga saja tidak ada lagi pedagang yang reaktif, karena kan pedagang ini sangat dibutuhkan masyarakat,” katanya ditemui di lokasi.

Hal sama dikatakan Yulianti, seorang pembeli asal Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro Kota. Dia memastikan, kondisi pandemi Covid-19 ini serbasulit. Ia sangat bergantung dengan pedagang pasar induk. Karena biar bagaimanapun kebutuhan pokok sehari-hari harus tetap tersedia.

“Yang terpenting masih bisa beli kebutuhan pokok dan semoga ditutupnya pasar induk selama seminggu bisa lekas membaik kondisinya,” jelasnya.

Erna salah satu pedagang di pasar dadakan mengatakan, ia biasanya berjualan di pasar induk ketika sore. Ia telah menjalani rapid test dan hasilnya tidak reaktif. Rasa khawatir tetap ada, ia tak pernah melepas maskernya saat berjualan.

Baca Juga :  Dipicu Suplai Peternak Lokal Minim

Ia bersyukur masih bisa berjualan setiap harinya. “Ini masalah perut soalnya. Kalau saya enggak jualan terus pemasukannya dari mana. Yang penting tertib pakai masker,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, Jawa Pos Radar Bojonegoro belum bisa mengonfirmasi Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro Sukaemi. Ketika dihubungi melalui sambungan telepon, belum diangkat.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/