alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

DPRD Menolak Direhab

BOJONEGORO – Pembangunan gedung DPRD Bojonegoro ternyata masih tarik ulur. Kalangan legislatif tidak mau gedung itu hanya sekadar direhab atau perbaikan. Tapi, anggota DPRD itu meminta harus dibangun total.

‘’Mengenai lokasi kami tidak masalah. Bisa di mana saja,’’ kata Ketua DPRD Sigit Kushariyanto kemarin (11/5).

Menurut Sigit, gedung itu saat ini sudah tidak layak. Bahkan, sudah tidak representatif lagi. Banyak beberapa bagian gedung yang sudah rapuh. Sehingga, sangat tidak bagus jika gedung itu masih dipertahankan.

Mengenai lokasi, lanjut Sigit, bisa di sejumlah lokasi yang ditawarkan sebelumnya. Ada tiga opsi lokasi. Yakni Jalan HOS Cokro Aminoto, Jalan Veteran, atau di lokasi saat ini. Namun, pembangunan di lokasi saat ini harus menyelesaikan administrasi mengenai pelebaran lokasi.

Baca Juga :  Ecobrick, Cara Unik Kurangi Sampah Plastik

’’Kalau di tempat lama terkait aset Bakesbangpol (lokasinya bersebelahan dengan gedung DPRD) harus selesai dulu,’’ tegasnya.

Pembangunan gedung DPRD baru di lokasi saat ini rencananya akan diperluas hingga kantor Bakesbangpol. Namun, untuk bisa memperluasnya diperlukan pengembalian gedung bakesbangpol ke badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD) setempat. Setelah itu lokasi itu baru bisa dibangun gedung baru.

Sigit menuturkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemkab. Dalam hal ini dinas perumahan dan kawasan permukinan dan cipta karya terkait hal itu. Pihaknya sudah menyampaikan terkait rencana pembangunan itu.

Pada rapat paripurna lalu para anggota DPRD memang meminta klarifikasi mengenai gagalnya pembangunan gedung baru. Rata-rata mereka menolak batalnya pembangunan gedung.

Baca Juga :  Terdakwa Justru Gugat Korban Rp 1,7 Miliar

Sigit melanjutkan, pelaksanaan pembangunan diperkirakan baru akan dilaksanakan tahun depan. Sebab, jika dilaksanakan tahun ini tidak akan bisa menyelesaikan tepat waktu. ‘’Tahun ini rencananya hanya perencanaan saja. Itu nanti di APBD Perubahan,’’ ujar politikus Golkar tersebut.

Pembangunannya akan menggunakan APBD Induk 2020. Anggaran yang digunakan tetap sama, yakni Rp 75 miliar. ‘’Jadi tidak direhab. Tapi dibangun total. Sebab, itu sudah diwacanakan sejak 3 tahun lalu,’’ jelasnya.

Sebelumnya, pemkab menyatakan gedung DPRD tidak jadi dibangun. Namun, hanya direhab saja. Sebab, klausul di APBD tahun ini hanya rehab.

BOJONEGORO – Pembangunan gedung DPRD Bojonegoro ternyata masih tarik ulur. Kalangan legislatif tidak mau gedung itu hanya sekadar direhab atau perbaikan. Tapi, anggota DPRD itu meminta harus dibangun total.

‘’Mengenai lokasi kami tidak masalah. Bisa di mana saja,’’ kata Ketua DPRD Sigit Kushariyanto kemarin (11/5).

Menurut Sigit, gedung itu saat ini sudah tidak layak. Bahkan, sudah tidak representatif lagi. Banyak beberapa bagian gedung yang sudah rapuh. Sehingga, sangat tidak bagus jika gedung itu masih dipertahankan.

Mengenai lokasi, lanjut Sigit, bisa di sejumlah lokasi yang ditawarkan sebelumnya. Ada tiga opsi lokasi. Yakni Jalan HOS Cokro Aminoto, Jalan Veteran, atau di lokasi saat ini. Namun, pembangunan di lokasi saat ini harus menyelesaikan administrasi mengenai pelebaran lokasi.

Baca Juga :  Selamat Mengabdi

’’Kalau di tempat lama terkait aset Bakesbangpol (lokasinya bersebelahan dengan gedung DPRD) harus selesai dulu,’’ tegasnya.

Pembangunan gedung DPRD baru di lokasi saat ini rencananya akan diperluas hingga kantor Bakesbangpol. Namun, untuk bisa memperluasnya diperlukan pengembalian gedung bakesbangpol ke badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD) setempat. Setelah itu lokasi itu baru bisa dibangun gedung baru.

Sigit menuturkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemkab. Dalam hal ini dinas perumahan dan kawasan permukinan dan cipta karya terkait hal itu. Pihaknya sudah menyampaikan terkait rencana pembangunan itu.

Pada rapat paripurna lalu para anggota DPRD memang meminta klarifikasi mengenai gagalnya pembangunan gedung baru. Rata-rata mereka menolak batalnya pembangunan gedung.

Baca Juga :  Bioavtur J2.4 Menjadi Momentum Bagi Kemajuan Riset dan Inovasi Negeri

Sigit melanjutkan, pelaksanaan pembangunan diperkirakan baru akan dilaksanakan tahun depan. Sebab, jika dilaksanakan tahun ini tidak akan bisa menyelesaikan tepat waktu. ‘’Tahun ini rencananya hanya perencanaan saja. Itu nanti di APBD Perubahan,’’ ujar politikus Golkar tersebut.

Pembangunannya akan menggunakan APBD Induk 2020. Anggaran yang digunakan tetap sama, yakni Rp 75 miliar. ‘’Jadi tidak direhab. Tapi dibangun total. Sebab, itu sudah diwacanakan sejak 3 tahun lalu,’’ jelasnya.

Sebelumnya, pemkab menyatakan gedung DPRD tidak jadi dibangun. Namun, hanya direhab saja. Sebab, klausul di APBD tahun ini hanya rehab.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/