alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Penyerapan Pupuk Bersubsidi Melambat

KOTA – Penyerapan pupuk bersubsidi di Bojonegoro tahun ini lebih irit dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hingga bulan ini (Mei 2018), penyerapannya baru mencapai 28,18 persen. Padahal di tahun-tahun sebelumnya hingga mencapai 50 persen. ‘’Melihat data penyerapan seperti ini (minim,Red), saya yakin hingga akhir tahun stok pupuk masih mencukupi,’’ kata Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro, Akhmad Djupari jumat (11/5).

Djupari mengaku tidak menyangka tahun ini penyerapan pupuk minim. Melambatnya penyerapan pupuk tersebut akan berdampak positif. ‘’Tentunya berdampak pada pengembalian kesuburan tanah,’’ terangnya. Menurut dia, minimnya penyerapan pupuk bersubsidi tersebut bisa jadi juga disebabkan petani lebih banyak menggunakan pupuk non subsidi.

‘’Ini sudah bisa dilihat,’’ tukasnya. Dia menjelaskan, petani diharapkan tidak terlalu bergantung pada pupuk bersubsidi. Sebab kuota pupuk bersubsidi terbatas. Tidak sesuai dengan yang dibutuhkan petani di daerah. Misalnya, pengajuan 80.000 ton yang direalisasi kadang hanya 65.000 ton. Hal itu membuat petani kekurangan pupuk bersubsidi. ‘’Itu (kekurangan pupuk,Red) seperti yang terjadi pada 2016,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Desak Revisi Permentan 

Meski begitu, Djupari mengaku, pihaknya sudah memiliki skema jika ada kekurangan alokasi pupuk. Yakni akan mengambil alokasi untuk tahun depan. Hal itu dilakukan agar tanaman petani yang sudah tumbuh tidak mati. ‘’Untuk alokasi tahun depan bisa diusahakan lagi. Lebih baik memikirkan yang sudah ada daripada yang belum ada,’’ jelasnya. Dia menambahkan, alokasi pupuk bersubsidi di Bojonegoro tahun ini sebanyak 439.363 ton.

Terdiri dari Urea sebanyak 81.848 ton, ZA 41.714 ton, SP-36 38.561 ton, NPK 98.643 ton, dan Petroganik 178.597 ton. Hingga bulan ini penyerapan pupuk bersubsidi baru mencapai 58.357 ton. ‘’Kami juga sudah menyiapkan langkah antisipasi kekurangan pupuk tahun ini dengan mengajukan kuota tambahan September mendatang,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Operator Migas Kurang Terbuka Terhadap Penanganan Covid-19

KOTA – Penyerapan pupuk bersubsidi di Bojonegoro tahun ini lebih irit dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hingga bulan ini (Mei 2018), penyerapannya baru mencapai 28,18 persen. Padahal di tahun-tahun sebelumnya hingga mencapai 50 persen. ‘’Melihat data penyerapan seperti ini (minim,Red), saya yakin hingga akhir tahun stok pupuk masih mencukupi,’’ kata Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro, Akhmad Djupari jumat (11/5).

Djupari mengaku tidak menyangka tahun ini penyerapan pupuk minim. Melambatnya penyerapan pupuk tersebut akan berdampak positif. ‘’Tentunya berdampak pada pengembalian kesuburan tanah,’’ terangnya. Menurut dia, minimnya penyerapan pupuk bersubsidi tersebut bisa jadi juga disebabkan petani lebih banyak menggunakan pupuk non subsidi.

‘’Ini sudah bisa dilihat,’’ tukasnya. Dia menjelaskan, petani diharapkan tidak terlalu bergantung pada pupuk bersubsidi. Sebab kuota pupuk bersubsidi terbatas. Tidak sesuai dengan yang dibutuhkan petani di daerah. Misalnya, pengajuan 80.000 ton yang direalisasi kadang hanya 65.000 ton. Hal itu membuat petani kekurangan pupuk bersubsidi. ‘’Itu (kekurangan pupuk,Red) seperti yang terjadi pada 2016,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Pengacara Supi Siapkan Pledoi Terbaik

Meski begitu, Djupari mengaku, pihaknya sudah memiliki skema jika ada kekurangan alokasi pupuk. Yakni akan mengambil alokasi untuk tahun depan. Hal itu dilakukan agar tanaman petani yang sudah tumbuh tidak mati. ‘’Untuk alokasi tahun depan bisa diusahakan lagi. Lebih baik memikirkan yang sudah ada daripada yang belum ada,’’ jelasnya. Dia menambahkan, alokasi pupuk bersubsidi di Bojonegoro tahun ini sebanyak 439.363 ton.

Terdiri dari Urea sebanyak 81.848 ton, ZA 41.714 ton, SP-36 38.561 ton, NPK 98.643 ton, dan Petroganik 178.597 ton. Hingga bulan ini penyerapan pupuk bersubsidi baru mencapai 58.357 ton. ‘’Kami juga sudah menyiapkan langkah antisipasi kekurangan pupuk tahun ini dengan mengajukan kuota tambahan September mendatang,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Desak Revisi Permentan 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/