alexametrics
22.7 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Terus Merugi,  PD Pasar Akhirnya Dibubarkan 

BOJONEGORO – Pembahasan raperda pembubaran PD pasar telah selesai. Pemkab akan segera menyelesaikan pembubarannya dalam waktu dekat. Ketua Pansus 3 Zainuri menjelaskan, setelah pembahasan raperda selesai, maka tugas pemkab adalah meng-apraisal aset-aset PD pasar dan menyelesaikan masalah kekaryawanan. Yaitu, membayar hak-hak para karyawan di PD pasar setelah mereka tidak lagi bekerja. ”Mereka harus diberikan pesangon setelah mereka tidak bekerja lagi,” ungkap dia.

Politikus PAN itu menjelaskan, PD pasar dibubarkan karena terus mengalami kerugian. Bahkan, kerugian PD pasar terjadi sejak tiga tahun terakhir. Hal itu kemudian menjadi pembahasan beberapa kali antara pemkab dengan DPRD. Kemudian, diputuskan untuk membentuk pansus pembubaran PD pasar. ”Kini raperda sudah turun dari gubernur dan juga diparipurnakan,” jelasnya. 

Baca Juga :  Perlu Waktu Pulihkan Terminal Padangan, Bojonegoro

Menurut Zainuri, PD pasar tersebut istilahnya dikembalikan ke pemkab. Bukan dipailitkan seperti perusahaan pada umumnya. ”PD pasar dibubarkan karena memang tidak ada pilihan lain,” jelasnya.  

Zainuri menjelaskan, mengenai masalah kerugian yang ditanggung oleh PD pasar, pihaknya tidak mengetahui secara detail. Sebab, itu ditangani oleh Komisi B DPRD karena komisi itu yang menangani PD pasar.

Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri menjelaskan, PD pasar sebenarnya tidak mengalami kerugian. Namun, laba yang dihasilkan tidak banyak memberikan sumbangan pada pendapatan asli daerah (PAD). Sehingga, diputuskan untuk dibubarkan saja. ”Nilai labanya selalu di bawah Rp 100 juta,” jelasnya.

Jumlah itu dibagi antara PD pasar dan yang harus masuk ke dispenda sebesar masing-masing 55 persen dan 45 persen. Sehingga, PAD yang dihasilkan sangat kecil. Jumlah itu, lanjut dia, jika dimasukkan semua ke pemkab akan menjadi pemasukan yang lumayan. ”Jadi, diputuskan untuk dimasukkan pada salah satu OPD,” jelasnya.

Baca Juga :  Teka Teki Mutasi, Siapa Saja Kepala SD yang Dilantik?

Lasuri menjelaskan, usaha PD pasar adalah mengelola pasar. Bisnis utamanya adalah menyewakan los, kios, dan bedak di pasar. Namun, dalam audit aset-aset tersebut mengalami penurunan nilai. Sehingga, membutuhkan perawatan yang tinggi. ”Jadi, labanya terus menurun,” jelasnya.

BOJONEGORO – Pembahasan raperda pembubaran PD pasar telah selesai. Pemkab akan segera menyelesaikan pembubarannya dalam waktu dekat. Ketua Pansus 3 Zainuri menjelaskan, setelah pembahasan raperda selesai, maka tugas pemkab adalah meng-apraisal aset-aset PD pasar dan menyelesaikan masalah kekaryawanan. Yaitu, membayar hak-hak para karyawan di PD pasar setelah mereka tidak lagi bekerja. ”Mereka harus diberikan pesangon setelah mereka tidak bekerja lagi,” ungkap dia.

Politikus PAN itu menjelaskan, PD pasar dibubarkan karena terus mengalami kerugian. Bahkan, kerugian PD pasar terjadi sejak tiga tahun terakhir. Hal itu kemudian menjadi pembahasan beberapa kali antara pemkab dengan DPRD. Kemudian, diputuskan untuk membentuk pansus pembubaran PD pasar. ”Kini raperda sudah turun dari gubernur dan juga diparipurnakan,” jelasnya. 

Baca Juga :  Permintaan Tas Kerja Tinggi

Menurut Zainuri, PD pasar tersebut istilahnya dikembalikan ke pemkab. Bukan dipailitkan seperti perusahaan pada umumnya. ”PD pasar dibubarkan karena memang tidak ada pilihan lain,” jelasnya.  

Zainuri menjelaskan, mengenai masalah kerugian yang ditanggung oleh PD pasar, pihaknya tidak mengetahui secara detail. Sebab, itu ditangani oleh Komisi B DPRD karena komisi itu yang menangani PD pasar.

Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri menjelaskan, PD pasar sebenarnya tidak mengalami kerugian. Namun, laba yang dihasilkan tidak banyak memberikan sumbangan pada pendapatan asli daerah (PAD). Sehingga, diputuskan untuk dibubarkan saja. ”Nilai labanya selalu di bawah Rp 100 juta,” jelasnya.

Jumlah itu dibagi antara PD pasar dan yang harus masuk ke dispenda sebesar masing-masing 55 persen dan 45 persen. Sehingga, PAD yang dihasilkan sangat kecil. Jumlah itu, lanjut dia, jika dimasukkan semua ke pemkab akan menjadi pemasukan yang lumayan. ”Jadi, diputuskan untuk dimasukkan pada salah satu OPD,” jelasnya.

Baca Juga :  Perlu Waktu Pulihkan Terminal Padangan, Bojonegoro

Lasuri menjelaskan, usaha PD pasar adalah mengelola pasar. Bisnis utamanya adalah menyewakan los, kios, dan bedak di pasar. Namun, dalam audit aset-aset tersebut mengalami penurunan nilai. Sehingga, membutuhkan perawatan yang tinggi. ”Jadi, labanya terus menurun,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Penjualan Grosir Lebih Menjanjikan

Tantri Kepincut Sate Ayam Blora 

Berharap Prioritaskan Pekerja Lokal

Banyak Jaringan Maling Sepeda

Artikel Terbaru


/