alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Sosok M. Ali Shodiqin, Kapten Bumi Wali FC 

FEATURES – Disiplin dan tegas. Itulah salah satu karakter yang ditunjukkan M. Ali Shodiqin, kapten Bumi Wali FC selama bermain di putaran pertama Liga 3 Regional Jatim. Pemain dengan tinggi 174 sentimeter (cm) ini acap kali membuat kiper tim merasa tenang. Itu karena posisinya sebagai bek mampu menjadi tembok pertahanan yang kokoh. Meski Bumi Wali FC sudah kebobolan tiga gol selama dua kali pertandingan, gol yang tercipta bukan semata-mata karena kesalahannya.   

Saat Bumi Wali melawan Persibo Bojonegoro di Stadion Lokajaya Tuban, Rabu (4/4), misalnya. Ali, sapaan akrab pemain asal Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak ini berkali-kali menyapu bersih bola dari gempuran tim lawan. Pemain yang turut membela Waliholic, julukan Bumi Wali FC di kompetisi Liga 3 Regional Jatim 2017 ini dikenal disiplin menjaga benteng pertahanan. Bahkan, juga membantu serangan. 

Di luar tugas utama itu, alumnus SMK Taruna Jaya Prawira Tuban ini juga mempunyai tugas agar pertandingan tetap berjalan sesuai instruksi pelatih dan berjalan aman. 

Baca Juga :  Pungli Seleksi Sekdes Segera Naik Tahap Dua 

Dalam pertandingan sarat adu gengsi antara Bumi Wali FC dan Persibo, tensi pertandingan terasa panas. Sedikitnya tujuh kartu kuning yang dikeluarkan wasit Faroid Alhadad. Red Card juga keluar dari saku pengadil pertandingan asal Lumajang itu.  

Selama pertandingan berlangsung, Ali berkali-kali turut melerai dan menenangkan teman se-timnya dan pemain tim tamu dari adu mulut dan gesekan kecil. Meski posisi titik gesekan cukup jauh darinya, anak pertama pasangan Supatmo-Ernidawati ini memilih langsung lari mendekati kerumunan pemain yang bersitegang. Alumnus SMPN 1 Merakurak ini langsung mendekap ke salah satu pemain agar tenang. Tak lama berselang suasana kembali cair dan pertandingan dilanjutkan. ‘’’Senang dan bangga (jadi kapten),’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin. 

Dia mengaku baru tahun ini dipercaya sebagai kapten Bumi Wali FC. Persisnya, pada tiga pertandingan yang dijalani saat melawan Persibo Bojonegoro, Blitar Poetra, dan Persedikab Kediri Rabu (11/4) sore. 

Baca Juga :  Banjir Bengawan Jero Masih Meluas, Ancaman Gelombang Tinggi di Pantura

Pemuda ini mengaku tak menyangka dipercaya mengenakan ban kapten pada lengan kirinya. ‘’Dulu memang pernah menjadi kapten sepak bola di sekolah,’’ tutur Ali. Ketika ditugaskan menjadi kapten tim, dia mengaku senang karena bisa menjaga pertandingan fair play dan memberikan motivasi kepada seluruh pemain agar bermain maksimal demi meraih kemenangan. 

Ali hobi sepak bola sejak kecil. Kala duduk di bangku sekolah dasar, dia bergabung di sekolah sepak bola Semen Gresik (SSB SG). Sebelum gabung Bumi Wali FC, Ali membela tim di kampung kelahirannya Merakurak ketika mengikuti kejuaraan Bupati Cup Tuban maupun Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Tuban. Selain tim berkelas kecamatan, dia juga kerap masuk starting line-up tim sepak bola Porprov Kabupaten Tuban.

FEATURES – Disiplin dan tegas. Itulah salah satu karakter yang ditunjukkan M. Ali Shodiqin, kapten Bumi Wali FC selama bermain di putaran pertama Liga 3 Regional Jatim. Pemain dengan tinggi 174 sentimeter (cm) ini acap kali membuat kiper tim merasa tenang. Itu karena posisinya sebagai bek mampu menjadi tembok pertahanan yang kokoh. Meski Bumi Wali FC sudah kebobolan tiga gol selama dua kali pertandingan, gol yang tercipta bukan semata-mata karena kesalahannya.   

Saat Bumi Wali melawan Persibo Bojonegoro di Stadion Lokajaya Tuban, Rabu (4/4), misalnya. Ali, sapaan akrab pemain asal Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak ini berkali-kali menyapu bersih bola dari gempuran tim lawan. Pemain yang turut membela Waliholic, julukan Bumi Wali FC di kompetisi Liga 3 Regional Jatim 2017 ini dikenal disiplin menjaga benteng pertahanan. Bahkan, juga membantu serangan. 

Di luar tugas utama itu, alumnus SMK Taruna Jaya Prawira Tuban ini juga mempunyai tugas agar pertandingan tetap berjalan sesuai instruksi pelatih dan berjalan aman. 

Baca Juga :  Menyesal, Dua Kakek Tersangka Jebakan Tikus Beraliran Listrik Menangis

Dalam pertandingan sarat adu gengsi antara Bumi Wali FC dan Persibo, tensi pertandingan terasa panas. Sedikitnya tujuh kartu kuning yang dikeluarkan wasit Faroid Alhadad. Red Card juga keluar dari saku pengadil pertandingan asal Lumajang itu.  

Selama pertandingan berlangsung, Ali berkali-kali turut melerai dan menenangkan teman se-timnya dan pemain tim tamu dari adu mulut dan gesekan kecil. Meski posisi titik gesekan cukup jauh darinya, anak pertama pasangan Supatmo-Ernidawati ini memilih langsung lari mendekati kerumunan pemain yang bersitegang. Alumnus SMPN 1 Merakurak ini langsung mendekap ke salah satu pemain agar tenang. Tak lama berselang suasana kembali cair dan pertandingan dilanjutkan. ‘’’Senang dan bangga (jadi kapten),’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin. 

Dia mengaku baru tahun ini dipercaya sebagai kapten Bumi Wali FC. Persisnya, pada tiga pertandingan yang dijalani saat melawan Persibo Bojonegoro, Blitar Poetra, dan Persedikab Kediri Rabu (11/4) sore. 

Baca Juga :  Pungli Seleksi Sekdes Segera Naik Tahap Dua 

Pemuda ini mengaku tak menyangka dipercaya mengenakan ban kapten pada lengan kirinya. ‘’Dulu memang pernah menjadi kapten sepak bola di sekolah,’’ tutur Ali. Ketika ditugaskan menjadi kapten tim, dia mengaku senang karena bisa menjaga pertandingan fair play dan memberikan motivasi kepada seluruh pemain agar bermain maksimal demi meraih kemenangan. 

Ali hobi sepak bola sejak kecil. Kala duduk di bangku sekolah dasar, dia bergabung di sekolah sepak bola Semen Gresik (SSB SG). Sebelum gabung Bumi Wali FC, Ali membela tim di kampung kelahirannya Merakurak ketika mengikuti kejuaraan Bupati Cup Tuban maupun Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Tuban. Selain tim berkelas kecamatan, dia juga kerap masuk starting line-up tim sepak bola Porprov Kabupaten Tuban.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/