alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Permintaan CCTV Didominasi Pebisnis

BOJONEGORO – Para pebisnis tentu sangat memahami kemajuan teknologi. Sehingga pebisnis pun membutuhkan pemantauan yang praktis terhadap bisnisnya di kantor, pabrik, atau pun di lapangan.  Karena itu, mereka akan membutuhkan alat pengawas yang efektif yaitu closed circuit television (CCTV). Sebab mengandalkan kemampuan manusia saja tidak cukup. “Tiap bulan pasti laku, permintaan CCTV cukup prospektif,” kata Yuni Puji Setyo, karyawan Toko Jeva Rabu (11/4).

Dia mengungkapkan, banyak pelaku usaha yang mulai memasang CCTV sebagai antisipasi terhadap tindak kriminal. Tak hanya perusahaan skala besar, tetapi bisnis menengah ke bawah juga membutuhkan. Tak heran, dalam sebulan mampu terjual 5-6 unit CCTV. 

Dikatakan CCTV yang dijual di toko tersebut sudah dalam bentuk paket. Ada empat kamera, kabel, dan digital video recorder (DVR). Rata-rata konsumen berminat CCTV harga kurang dari Rp 2 juta, karena umumnya hanya untuk kebutuhan toko. 

Baca Juga :  Hearthy Service dari Semangat Kartini di RSNU Tuban

Kalau instansi-instansi lain mungkin baru beli yang lebih canggih yakni Rp 3 juta. “Konsumen memang lebih tertarik yang kualitas standar. Karena sudah mencukupi kebutuhan keamanan,” jelasnya. CCTV juga bisa dikoneksikan dengan smartphone, jadi bisa dicek kapan saja.

Terpisah, Revaldo salah satu karyawan toko komputer HD mengatakan, penjualan CCTV masih stabil. Karena setiap orang kini membutuhkan rasa keamanan terhadap lingkungannya. Harga ditawarkan beragam menyesuaikan spesifikasi dan merek. 

Tetapi toko tersebut hanya menjual kisaran harga kurang dari Rp 4 juta. “Harga memang beragam karena punya kelebihan masing-masing,” ujarnya. Lanjut dia, per bulan mampu terjual 3-4 unit CCTV.

BOJONEGORO – Para pebisnis tentu sangat memahami kemajuan teknologi. Sehingga pebisnis pun membutuhkan pemantauan yang praktis terhadap bisnisnya di kantor, pabrik, atau pun di lapangan.  Karena itu, mereka akan membutuhkan alat pengawas yang efektif yaitu closed circuit television (CCTV). Sebab mengandalkan kemampuan manusia saja tidak cukup. “Tiap bulan pasti laku, permintaan CCTV cukup prospektif,” kata Yuni Puji Setyo, karyawan Toko Jeva Rabu (11/4).

Dia mengungkapkan, banyak pelaku usaha yang mulai memasang CCTV sebagai antisipasi terhadap tindak kriminal. Tak hanya perusahaan skala besar, tetapi bisnis menengah ke bawah juga membutuhkan. Tak heran, dalam sebulan mampu terjual 5-6 unit CCTV. 

Dikatakan CCTV yang dijual di toko tersebut sudah dalam bentuk paket. Ada empat kamera, kabel, dan digital video recorder (DVR). Rata-rata konsumen berminat CCTV harga kurang dari Rp 2 juta, karena umumnya hanya untuk kebutuhan toko. 

Baca Juga :  Gegara Sabu, Dua Pemuda asal Sekar Divonis 4 Tahun

Kalau instansi-instansi lain mungkin baru beli yang lebih canggih yakni Rp 3 juta. “Konsumen memang lebih tertarik yang kualitas standar. Karena sudah mencukupi kebutuhan keamanan,” jelasnya. CCTV juga bisa dikoneksikan dengan smartphone, jadi bisa dicek kapan saja.

Terpisah, Revaldo salah satu karyawan toko komputer HD mengatakan, penjualan CCTV masih stabil. Karena setiap orang kini membutuhkan rasa keamanan terhadap lingkungannya. Harga ditawarkan beragam menyesuaikan spesifikasi dan merek. 

Tetapi toko tersebut hanya menjual kisaran harga kurang dari Rp 4 juta. “Harga memang beragam karena punya kelebihan masing-masing,” ujarnya. Lanjut dia, per bulan mampu terjual 3-4 unit CCTV.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/