alexametrics
27.4 C
Bojonegoro
Friday, July 1, 2022

Menyamar, Petugas Ditawari Tarif Rp 200 Ribu Semalam

TRUCUK – Aktivitas prostitusi di eks lokalisasi Kalisari ternyata masih masif. Masih terdapat para pekerja seks komersial (PSK) yang menjadi daya tarik lelaki hidung belang datang. Terbukti, Polsek Trucuk menangkap dua PSK di eks lokalisasi sekitar pukul 00.45 rabu (11/4). Untuk bisa menangkap PSK tersebut, anggota kepolisian harus menyamar menjadi lelaki hidung belang. Dua PSK tersebut akan disanksi tindak pidana ringan (tipiring) dan dibawa ke pengadilan.

“Kami sengaja menyamar. Kalau pakai baju dinas, pasti mereka kabur atau menutup pintu,” kata Kapolsek Trucuk AKP Wiwin Rusli. Saat di lokasi, petugas yang menyamar bergegas menghampiri perempuan yang diduga berprofesi sebagai PSK. Perempuan tersebut terlihat duduk di teras rumah. Selang beberapa menit ngobrol, petugas mendapatkan tawaran sekali main dengan tarif Rp 100 ribu. Dan, sampai pagi dengan tarif Rp 200 ribu. Dua PSK yang diamankan berinisial SAH, 35, warga Desa Margoagung, Kecamatan Sumberrejo. Dan P, 49, warga Desa Ngindeng, Kecamatan Sawo, Ponorogo.

Baca Juga :  Banggar DPRD Belum Satu Suara Terkait Dry Port

Keduanya akan dikenai sanksi tipiring karena melanggar pasal 30 ayat c 2 (a) jo pasal 38 ayat (1) Perda Nomor 15 Tahun 2015 tentang Prostitusi. “Kami berikan sanksi tipiring dan akan kita proses ke Pengadilan Negeri Bojonegoro,” tegasnya. Mantan Kapolsek Gayam tersebut juga memgimbau kepada warga sekitar eks lokalisasi turut serta menjaga ketertiban dan menjauhkan lingkungan sekitar dari perbuatan asusila. Sehingga, bisa tercipta situasi tertib dan aman. 

TRUCUK – Aktivitas prostitusi di eks lokalisasi Kalisari ternyata masih masif. Masih terdapat para pekerja seks komersial (PSK) yang menjadi daya tarik lelaki hidung belang datang. Terbukti, Polsek Trucuk menangkap dua PSK di eks lokalisasi sekitar pukul 00.45 rabu (11/4). Untuk bisa menangkap PSK tersebut, anggota kepolisian harus menyamar menjadi lelaki hidung belang. Dua PSK tersebut akan disanksi tindak pidana ringan (tipiring) dan dibawa ke pengadilan.

“Kami sengaja menyamar. Kalau pakai baju dinas, pasti mereka kabur atau menutup pintu,” kata Kapolsek Trucuk AKP Wiwin Rusli. Saat di lokasi, petugas yang menyamar bergegas menghampiri perempuan yang diduga berprofesi sebagai PSK. Perempuan tersebut terlihat duduk di teras rumah. Selang beberapa menit ngobrol, petugas mendapatkan tawaran sekali main dengan tarif Rp 100 ribu. Dan, sampai pagi dengan tarif Rp 200 ribu. Dua PSK yang diamankan berinisial SAH, 35, warga Desa Margoagung, Kecamatan Sumberrejo. Dan P, 49, warga Desa Ngindeng, Kecamatan Sawo, Ponorogo.

Baca Juga :  Dari Transparansi Anggaran untuk Lingkungan Hidup yang Sehat

Keduanya akan dikenai sanksi tipiring karena melanggar pasal 30 ayat c 2 (a) jo pasal 38 ayat (1) Perda Nomor 15 Tahun 2015 tentang Prostitusi. “Kami berikan sanksi tipiring dan akan kita proses ke Pengadilan Negeri Bojonegoro,” tegasnya. Mantan Kapolsek Gayam tersebut juga memgimbau kepada warga sekitar eks lokalisasi turut serta menjaga ketertiban dan menjauhkan lingkungan sekitar dari perbuatan asusila. Sehingga, bisa tercipta situasi tertib dan aman. 

Artikel Terkait

Most Read

Belum Miliki Bidang Asuhan Balita 

Ingin Jadi Dokter

Artikel Terbaru


/