alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Keberadaan Museum Sangat Penting

TEMAYANG – Keinginan warga Desa Soko, Kecamatan Temayang, agar ada museum di desanya mendapat dukungan dari beberapa pihak. Salah satunya, pegiat kepurbakalaan di Bojonegoro. Hari Nugroho pengampu Museum 13 Kalitidu mengatakan, adanya museum di Desa Soko harus segera diwujudkan. Alasannya, untuk menyelamatkan benda-benda kepurbakalaan di kawasan selatan tersebut. “Itu penting. Jadi baik sekali kalau segera diwujudkan,” ujarnya selasa (11/4).

Dia mengakui jika di Desa Soko itu banyak sekali fosil yang ditemukan. Dirinya pernah ke sana, bahkan melakukan pencarian benda-benda tersebut. Menurut Hari, di Desa Soko itulah menjadi bukti bahwa di Bojonegoro dulunya adalah sebuah lautan. Bahkan, di Soko bisa dianggap sebagai daerah laut yang dalam. “Itu bisa dilihat dari benda-benda yang ditemukan,” terangnya.

Baca Juga :  Ditodong, Sopir Dibuang di Hutan

Pria berprofesi sebagai guru di SDN Panjunan Kalitidu itu menuturkan, ada beberapa tawaran konsep untuk membuat museum di Desa Soko. Yakni, sebagai museum alam yang maknanya adalah benda-benda purbakala tetap pada tempatnya. “Jadi tinggal dibuatkan peta saja,” ujar dia. Peta yang dimaksudkan, yakni untuk memberikan pertanda letak benda-benda purbakala yang ada di desa tersebut.

Dengan begitu, benda purbakala tetap berada di tempatnya dan tetap terjaga. Namun, bila sudah ada benda purbakala yang tersimpan di rumah penduduk. Bisa dibuatkan semacam terminal ekskavasi. “Ini juga bisa diinisiasi oleh desa,” terang dia. Dengan begitu, masyarakat bisa ikut terlibat aktif menyelamatkan benda purbakala. Sehingga, aset berharga milik warga desa itu tetap terjaga dan bisa dilihat oleh generasi selanjutnya. 

Baca Juga :  Tanpa Museum, Benda Bersejarah Bojonegoro Belum Tertata dengan Baik

TEMAYANG – Keinginan warga Desa Soko, Kecamatan Temayang, agar ada museum di desanya mendapat dukungan dari beberapa pihak. Salah satunya, pegiat kepurbakalaan di Bojonegoro. Hari Nugroho pengampu Museum 13 Kalitidu mengatakan, adanya museum di Desa Soko harus segera diwujudkan. Alasannya, untuk menyelamatkan benda-benda kepurbakalaan di kawasan selatan tersebut. “Itu penting. Jadi baik sekali kalau segera diwujudkan,” ujarnya selasa (11/4).

Dia mengakui jika di Desa Soko itu banyak sekali fosil yang ditemukan. Dirinya pernah ke sana, bahkan melakukan pencarian benda-benda tersebut. Menurut Hari, di Desa Soko itulah menjadi bukti bahwa di Bojonegoro dulunya adalah sebuah lautan. Bahkan, di Soko bisa dianggap sebagai daerah laut yang dalam. “Itu bisa dilihat dari benda-benda yang ditemukan,” terangnya.

Baca Juga :  Kecamatan Sepakat Desa Soko Miliki Museum

Pria berprofesi sebagai guru di SDN Panjunan Kalitidu itu menuturkan, ada beberapa tawaran konsep untuk membuat museum di Desa Soko. Yakni, sebagai museum alam yang maknanya adalah benda-benda purbakala tetap pada tempatnya. “Jadi tinggal dibuatkan peta saja,” ujar dia. Peta yang dimaksudkan, yakni untuk memberikan pertanda letak benda-benda purbakala yang ada di desa tersebut.

Dengan begitu, benda purbakala tetap berada di tempatnya dan tetap terjaga. Namun, bila sudah ada benda purbakala yang tersimpan di rumah penduduk. Bisa dibuatkan semacam terminal ekskavasi. “Ini juga bisa diinisiasi oleh desa,” terang dia. Dengan begitu, masyarakat bisa ikut terlibat aktif menyelamatkan benda purbakala. Sehingga, aset berharga milik warga desa itu tetap terjaga dan bisa dilihat oleh generasi selanjutnya. 

Baca Juga :  Masa Pantau Atlet Diperpanjang 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/