alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Kata Gadis ini, Pebisnis Harus Peka

SHE – Puri Retno Nawangwulan sejak lulus SMK baru menyadari memiliki jiwa wirausaha. Karena darah wirausaha itu turun dari ibunya yang punya toko kelontong di rumah. Menurutnya berbisnis itu mengajarkan banyak hal. “Saya belajar sabar, menabung, menajemen, dan tentunya membuat semakin kuat ketika harus merugi,” jelas gadis asal Desa Ngunut, Kecamatan Dander. Karena itu, imbuh dia, bisnis tetap dia imbangi dengan bekerja kantoran. Setidaknya, gaji bulanannya tak habis begitu saja, tetapi diputar lagi untuk modal usaha.

Menurut dia, menjalani bisnis itu harus peka dengan banyak hal. Kalau tidak begitu, tentu akan kesulitan untuk memasarkannya. Puri, sapaan akrabnya, pun memberi contoh ketika musim libur, dia manfaatkan waktu untuk berbisnis rental kamera sama foto. “Itu termasuk hobi yang menghasilkan uang,” ujar gadis yang bekerja di salah satu laboratorium di Bojonegoro itu. Lalu, dia juga suka memanfaatkan momen. Salah satunya jelang Lebaran, dia suka bikin kue kering bareng sama kakak sepupunya. “Hasilnya nanti dibagi dua, Allhamdulillah selalu ada pesanan dari tetangga, saudara, teman, dan sebagainya,” jelasnya.

Baca Juga :  Bentuk Fraksi, Surati Parpol

Kecintaan pada dunia bisnis sangat tinggi, meskipun bisnisnya saat ini belum apa-apa. Tapi dia percaya dan optimistis ke depannya bisa jadi sumber rezekinya. Adapun bisnis yang dijalankannya setiap hari ialah jualan jilbab dan alat tulis kantor (ATK). “Mumpung ada toko kecil miliku ibu, jadi bisa numpang barang dagangan saya,” jelasnya,

Sementara itu, di luar dunia bisnis, Puri juga punya ketertarikan dengan dunia tulis menulis. Dia sering membuat puisi, tetapi dikoleksi pribadi. Bagi dia, puisi bisa menjadi medianya untuk mencurahkan perasaannya. “Rasanya lebih enak mencurahkan isi perasaan lewat puisi, ada keseruan tersendiri ketika merangkai kata per kata menjadi sebuah sajak,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pemotongan Pohon Tepi Jalan Disoal

SHE – Puri Retno Nawangwulan sejak lulus SMK baru menyadari memiliki jiwa wirausaha. Karena darah wirausaha itu turun dari ibunya yang punya toko kelontong di rumah. Menurutnya berbisnis itu mengajarkan banyak hal. “Saya belajar sabar, menabung, menajemen, dan tentunya membuat semakin kuat ketika harus merugi,” jelas gadis asal Desa Ngunut, Kecamatan Dander. Karena itu, imbuh dia, bisnis tetap dia imbangi dengan bekerja kantoran. Setidaknya, gaji bulanannya tak habis begitu saja, tetapi diputar lagi untuk modal usaha.

Menurut dia, menjalani bisnis itu harus peka dengan banyak hal. Kalau tidak begitu, tentu akan kesulitan untuk memasarkannya. Puri, sapaan akrabnya, pun memberi contoh ketika musim libur, dia manfaatkan waktu untuk berbisnis rental kamera sama foto. “Itu termasuk hobi yang menghasilkan uang,” ujar gadis yang bekerja di salah satu laboratorium di Bojonegoro itu. Lalu, dia juga suka memanfaatkan momen. Salah satunya jelang Lebaran, dia suka bikin kue kering bareng sama kakak sepupunya. “Hasilnya nanti dibagi dua, Allhamdulillah selalu ada pesanan dari tetangga, saudara, teman, dan sebagainya,” jelasnya.

Baca Juga :  Pajak Restoran Bocor Cukup Besar

Kecintaan pada dunia bisnis sangat tinggi, meskipun bisnisnya saat ini belum apa-apa. Tapi dia percaya dan optimistis ke depannya bisa jadi sumber rezekinya. Adapun bisnis yang dijalankannya setiap hari ialah jualan jilbab dan alat tulis kantor (ATK). “Mumpung ada toko kecil miliku ibu, jadi bisa numpang barang dagangan saya,” jelasnya,

Sementara itu, di luar dunia bisnis, Puri juga punya ketertarikan dengan dunia tulis menulis. Dia sering membuat puisi, tetapi dikoleksi pribadi. Bagi dia, puisi bisa menjadi medianya untuk mencurahkan perasaannya. “Rasanya lebih enak mencurahkan isi perasaan lewat puisi, ada keseruan tersendiri ketika merangkai kata per kata menjadi sebuah sajak,” pungkasnya.

Baca Juga :  Bentuk Fraksi, Surati Parpol

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Delapan Incumbent Kalah Suara

PT DESI Bakal Dilarang Beroperasi

Matangkan Persiapan

Rudjito – Zaenuri Divonis 4 Tahun


/