alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

KUR BNI Bantu 2.381 Petani

TUBAN – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mendapat mandat menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada petani penggarap lahan hutan melalui program Perhutanan Sosial. Program yang digagas pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI tersebut dilengkapi dengan Kartu Tani dan perlengkapan produksi pertanian melalui corporate social responsibility (CSR) serta cash for work.

Pada program perhutanan sosial tahap pertama, BNI menjadi bank pertama yang menyalurkan pembiayaan KUR bagi petani penggarap di Probolinggo, Jember, Lumajang, Madiun, Tulungagung, dan Tuban. Di enam kabupaten tersebut disalurkan KUR sebesar Rp 10,443 miliar untuk 1.715 petani penggarap lahan seluas 5.717 hektare (ha) pada 6 kabupaten di Jatim. Petani yang menerima SK IPHPS dan KULIN-KK tahap pertama sebanyak 2.778 petani. BNI bakal terus mendistribusikan KUR untuk petani pada penyaluran tahap kedua nanti. 

Sebagai kelanjutan program tahap pertama, pada 2018 ini program Perhutanan Sosial akan diperluas  pada tiga kabupaten. Yakni, Malang, Blitar, dan Bojonegoro. Dengan demikian, total luas lahan Perhutanan Sosial yang didukung BNI seluas 14.713,5 ha. Jumlah petani penerima SK sebanyak 11.921 orang. 

Baca Juga :  Jaring 17 Pelanggar Operasi Prokes di Masa PPKM

Hasil pertanian yang dikembangkan para petani penggarap lahan hutan mulai menuai hasil. Itu ditandai panen raya jagung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bersama Iriana Joko Widodo di Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Tuban, Jatim, kemarin (9/3). Lahan tanaman jagung yang dipanen adalah hasil petani penggarap hutan penerima KUR di Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Ngimbang Makmur seluas 77,5 ha.  

Hadir pada acara tersebut  Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, serta Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto. Hadir juga ribuan petani dan anggota LMDH setempat. 

Penyaluran KUR, Kartu Tani, dan CSR BNI di Tuban merupakan acara penyerahan program Perhutanan Sosial tahap II 2018 di  Jatim.  Sebagai bentuk pemberdayaan dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat, pemerintah menyelenggarakan program Cash For Work. Yakni, program padat karya yang dimulai Januari 2018. Program yang dicanangkan Joko Widodo ini bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat kelas bawah. 

Baca Juga :  Sempat Terkendala Izin PT KAI

Bentuk kegiatannya, normalisasi saluran irigasi tersier pasca banjir Bengawan Solo sepanjang 12 kilometer (km) untuk 5 desa di Kecamatan Rengel. Infrastruktur berikutnya yang disentuh adalah pengerasan jalan Desa Ngimbang, Kecamatan Palang  sepanjang 1,1 km untuk akses masyarakat desa hutan. Jumlah tenaga kerja yang terserap dalam dua proyek fisik tersebut, 500 orang. Total anggarannya Rp 225 juta yang berasal dari sinergi BUMN.

Sebagai percepatan program ini, BNI memberikan bantuan peralatan pertanian kepada masyarakat penggarap hutan di Tuban, Bojonegoro dan Malang. Bantuan tersebut berupa 2 unit handtractor, 2 unit pompa air, perbaikan sarana jalan, peningkatan mutu pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al Busyro di Tuban. Sedangkan di Bojonegoro diberikan bantuan 1 unit kultivator, 2 pompa air, 2 unit traktor, 1 unit penanam, 3 unit peranti pemipil. Sementara bantuan yang disalurkan ke Malang adalah 4 unit mesin cacah porang dengan nilai total CSR Rp 284 juta.

TUBAN – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mendapat mandat menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada petani penggarap lahan hutan melalui program Perhutanan Sosial. Program yang digagas pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI tersebut dilengkapi dengan Kartu Tani dan perlengkapan produksi pertanian melalui corporate social responsibility (CSR) serta cash for work.

Pada program perhutanan sosial tahap pertama, BNI menjadi bank pertama yang menyalurkan pembiayaan KUR bagi petani penggarap di Probolinggo, Jember, Lumajang, Madiun, Tulungagung, dan Tuban. Di enam kabupaten tersebut disalurkan KUR sebesar Rp 10,443 miliar untuk 1.715 petani penggarap lahan seluas 5.717 hektare (ha) pada 6 kabupaten di Jatim. Petani yang menerima SK IPHPS dan KULIN-KK tahap pertama sebanyak 2.778 petani. BNI bakal terus mendistribusikan KUR untuk petani pada penyaluran tahap kedua nanti. 

Sebagai kelanjutan program tahap pertama, pada 2018 ini program Perhutanan Sosial akan diperluas  pada tiga kabupaten. Yakni, Malang, Blitar, dan Bojonegoro. Dengan demikian, total luas lahan Perhutanan Sosial yang didukung BNI seluas 14.713,5 ha. Jumlah petani penerima SK sebanyak 11.921 orang. 

Baca Juga :  Mari Kita Intip Apa yang Dilakukan Sertu Mulyono dalam Wasbang

Hasil pertanian yang dikembangkan para petani penggarap lahan hutan mulai menuai hasil. Itu ditandai panen raya jagung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bersama Iriana Joko Widodo di Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Tuban, Jatim, kemarin (9/3). Lahan tanaman jagung yang dipanen adalah hasil petani penggarap hutan penerima KUR di Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Ngimbang Makmur seluas 77,5 ha.  

Hadir pada acara tersebut  Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, serta Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto. Hadir juga ribuan petani dan anggota LMDH setempat. 

Penyaluran KUR, Kartu Tani, dan CSR BNI di Tuban merupakan acara penyerahan program Perhutanan Sosial tahap II 2018 di  Jatim.  Sebagai bentuk pemberdayaan dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat, pemerintah menyelenggarakan program Cash For Work. Yakni, program padat karya yang dimulai Januari 2018. Program yang dicanangkan Joko Widodo ini bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat kelas bawah. 

Baca Juga :  Semen Indonesia Mantapkan 650 CJH Tuban

Bentuk kegiatannya, normalisasi saluran irigasi tersier pasca banjir Bengawan Solo sepanjang 12 kilometer (km) untuk 5 desa di Kecamatan Rengel. Infrastruktur berikutnya yang disentuh adalah pengerasan jalan Desa Ngimbang, Kecamatan Palang  sepanjang 1,1 km untuk akses masyarakat desa hutan. Jumlah tenaga kerja yang terserap dalam dua proyek fisik tersebut, 500 orang. Total anggarannya Rp 225 juta yang berasal dari sinergi BUMN.

Sebagai percepatan program ini, BNI memberikan bantuan peralatan pertanian kepada masyarakat penggarap hutan di Tuban, Bojonegoro dan Malang. Bantuan tersebut berupa 2 unit handtractor, 2 unit pompa air, perbaikan sarana jalan, peningkatan mutu pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al Busyro di Tuban. Sedangkan di Bojonegoro diberikan bantuan 1 unit kultivator, 2 pompa air, 2 unit traktor, 1 unit penanam, 3 unit peranti pemipil. Sementara bantuan yang disalurkan ke Malang adalah 4 unit mesin cacah porang dengan nilai total CSR Rp 284 juta.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/