alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Defisit APBD 400 M, Pemkab Pastikan Tak Pangkas Program Pembangunan

Radar Bojonegoro – Efisiensi anggaran bakal dilakukan untuk menutup defisit APBD sebesar Rp 400 miliar. Namun, Pemkab Bojonegoro memastikan efisiensi itu tidak akan memangkas sejumlah program pembangunan konstruksi. Baik pembangunan fisik prioritas dari DPRD maupun sektoral pemkab.

Selebihnya, sejumlah kegiatan proyek fisik bisa mengalami penurunan volume karena efisiensi anggaran itu. Sekretaris Daerah (Sekda) Bojo negoro Nurul Azizah menjelaskan, sudah meminta organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan efisiensi anggaran. Sehingga, defisit anggaran sebesar Rp 400 miliar dalam APBD 2021 itu bisa tertutup dengan efisiensi anggaran.

Nurul memastikan, efisiensi itu tidak akan menyasar program pembangunan konstruksi. Baik jalan, jembatan, maupun gedung. Program pembangunan tahun ini akan tetap dilaksanakan. ‘’Baik yang menjadi prioritas DPRD maupun kegiatan sektoral pemkab,’’ jelasnya kemarin.

Kegiatan proyek fisik dipastikan tidak akan tertunda atau dibatalkan. Namun, sejumlah kegiatan proyek fisik bisa mengalami penurunan volume karena efisiensi anggaran itu. ‘’Program pembangunan tidak akan dipangkas. Masih akan terus berjalan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Kenal di Facebook, Disetubuhi, Motor Dicuri

Nurul menjelaskan, pemangkasan dilakukan sejumlah kegiatan lain bukan kegiatan pembangunan. Dia yakin angka Rp 400 miliar itu bisa tertutup. Selain itu, menaikkan sejumlah pendapatan daerah. Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto mengatakan, telah menerima penjelasan tim anggaran terkait efisiensi itu. Sehingga, itu sudah tidak ada lagi persoalan.

Namun, pihaknya berharap tim anggaran berkomitmen dengan hal itu. ‘’Kami minta dilaksanakan. Jangan kemudian diubah dengan mencoret sejumlah kegiatan,’’ ujarnya. Politisi Demokrat itu menjelaskan, tidak tertutupnya defisit harus segera ditangani. Sehingga, tidak terus berkepanjangan. Yakni, dengan cara efisiensi dan meningkatkan pendapatan. Juga meminta pemkab realistis memasang silpa. Sehingga, bisa terukur besarannya. ‘’Ini jangan sampai terulang lagi tahun depan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Kahyangan Api dan Waduk Pacal Mulai Buka

Berbeda diungkapkan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Ali Huda terkait defisit ini. Politisi PKPI itu tidak yakin efisiensi itu bisa cukup menutup defisit tanpa mengurangi proyek fisik. Defisitnya mencapai Rp 400 miliar. ‘’Itu besar sekali. Darimana nanti dapatnya dana sebesar itu,’’ ungkap dia.

Karena itu, Ali Huda meminta pemkab menjelaskan detail proyek apa saja tahun depan akan ditunda. Sehingga, bisa lebih jelas. Dia meminta tim anggaran sebaiknya menjelaskan penyebab tidak tertutupnya defisit. Padahal, saat pembahasan APBD tahun lalu tim anggaran begitu yakin dengan angka sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) Rp 2,4 triliun itu. ‘’Kok sampai kurang Rp 400 miliar,’’ ujarnya.

Radar Bojonegoro – Efisiensi anggaran bakal dilakukan untuk menutup defisit APBD sebesar Rp 400 miliar. Namun, Pemkab Bojonegoro memastikan efisiensi itu tidak akan memangkas sejumlah program pembangunan konstruksi. Baik pembangunan fisik prioritas dari DPRD maupun sektoral pemkab.

Selebihnya, sejumlah kegiatan proyek fisik bisa mengalami penurunan volume karena efisiensi anggaran itu. Sekretaris Daerah (Sekda) Bojo negoro Nurul Azizah menjelaskan, sudah meminta organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan efisiensi anggaran. Sehingga, defisit anggaran sebesar Rp 400 miliar dalam APBD 2021 itu bisa tertutup dengan efisiensi anggaran.

Nurul memastikan, efisiensi itu tidak akan menyasar program pembangunan konstruksi. Baik jalan, jembatan, maupun gedung. Program pembangunan tahun ini akan tetap dilaksanakan. ‘’Baik yang menjadi prioritas DPRD maupun kegiatan sektoral pemkab,’’ jelasnya kemarin.

Kegiatan proyek fisik dipastikan tidak akan tertunda atau dibatalkan. Namun, sejumlah kegiatan proyek fisik bisa mengalami penurunan volume karena efisiensi anggaran itu. ‘’Program pembangunan tidak akan dipangkas. Masih akan terus berjalan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Kenal di Facebook, Disetubuhi, Motor Dicuri

Nurul menjelaskan, pemangkasan dilakukan sejumlah kegiatan lain bukan kegiatan pembangunan. Dia yakin angka Rp 400 miliar itu bisa tertutup. Selain itu, menaikkan sejumlah pendapatan daerah. Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto mengatakan, telah menerima penjelasan tim anggaran terkait efisiensi itu. Sehingga, itu sudah tidak ada lagi persoalan.

Namun, pihaknya berharap tim anggaran berkomitmen dengan hal itu. ‘’Kami minta dilaksanakan. Jangan kemudian diubah dengan mencoret sejumlah kegiatan,’’ ujarnya. Politisi Demokrat itu menjelaskan, tidak tertutupnya defisit harus segera ditangani. Sehingga, tidak terus berkepanjangan. Yakni, dengan cara efisiensi dan meningkatkan pendapatan. Juga meminta pemkab realistis memasang silpa. Sehingga, bisa terukur besarannya. ‘’Ini jangan sampai terulang lagi tahun depan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Angkat Tema Remaja sesuai Usianya

Berbeda diungkapkan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Ali Huda terkait defisit ini. Politisi PKPI itu tidak yakin efisiensi itu bisa cukup menutup defisit tanpa mengurangi proyek fisik. Defisitnya mencapai Rp 400 miliar. ‘’Itu besar sekali. Darimana nanti dapatnya dana sebesar itu,’’ ungkap dia.

Karena itu, Ali Huda meminta pemkab menjelaskan detail proyek apa saja tahun depan akan ditunda. Sehingga, bisa lebih jelas. Dia meminta tim anggaran sebaiknya menjelaskan penyebab tidak tertutupnya defisit. Padahal, saat pembahasan APBD tahun lalu tim anggaran begitu yakin dengan angka sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) Rp 2,4 triliun itu. ‘’Kok sampai kurang Rp 400 miliar,’’ ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/