alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Bersihkan Eceng Gondok, Pemkab Lamongan Kerahkan Backhoe Amphibi

Radar Lamongan – Mengendarai sepeda motor, Bupati Lamongan Fadeli bersama Kapolres AKBP Miko Indrayana, dan Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono serta jajaran forkopimda melakukan sidak banjir di Kecamatan Glagah dan Karangbina ngun kemarin siang (11/1).

Bendungan Kuro di Karangbinangun menjadi sasaran sidak pertama. Sebab, ben dungan itu menjadi pintu keluar-masuk utama air dari Bengawan Jero ke Bengawan Solo. Sidak dilanjutkan dengan pengecekan pembuangan eceng gondok di bantaran sungai Desa Pasi, Kecamatan Glagah.

Kegiatan sidak itu diakhiri dengan penyerahan bantuan sekitar 300 paket sembako secara simbolis kepada warga terdampak banjir di Desa Putatbanga dan Soko, Kecamatan Karangbinangun. Bupati Lamongan Fadeli mengatakan, upaya pembersihan eceng gondok di bantaran Sungai Bengawan Jero akan digencarkan. Sebab, lebatnya tumbuhan parasit itu menghambat arus air yang mengalir ke laut.

Untuk mempercepat dan mengefektifkan pembersihan eceng gondok, pemerintah daerah mengerahkan backhoe amphibi. ‘’Pengerahan backhoe amphibi ini tentu sangat membantu masyarakat dalam pembersihan eceng gondok. Karena dalam sekali ayun, lengan backhoe amphibi sama dengan kerja 10 orang selama satu jam,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pernah Keseleo, tak Kapok

Bupati Fadeli sangat berterima kasih kepada masyarakat yang sudah turut membantu membersihkan eceng gondok. Hal itu akan memercepat jalannya air ke laut. Saat melakukan peninjauan kesiapan pompa banjir di Sluis Kuro, Karangbinangun, Bupati Fadeli menjelaskan, curah hujan yang sangat tinggi saat ini akibat el nino, khususnya di wilayah selatan Lamongan. Airnya mengalir ke kawasan Bengawan Jero. Terjadi luapan dan menyebabkan banjir. Apalagi, air banjir di Bengawan Jero tidak bisa dibuang secara maksimal.

Penyebabnya, Bengawan Solo sebagai tempat pembuangan utama, permukaan airnya lebih tinggi dari Bengawan Jero. Sehingga pintu air di kuro harus ditutup agar air Bengawan Solo tidak malah mengalir ke Bengawan Jero. ‘’Karena itu keberadaan pompa banjir menjadi sangat penting untuk membuang air dari Bengawan Jero ke Bengawan Solo dengan melewati pintu air atau tanggul,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Dituntut Adaptif dan Inovatif

Dalam kesempatan itu, Bupati Fadeli juga mengingatkan masyarakat agar selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) karena Covid-19 masih mengancam. ‘’Saya berpesan agar tetap menjaga kesehatan serta menaati protokol kesehatan agar tidak tertular Covid – 19. Yaitu, selalu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer,’’ tuturnya.

Sementara itu, menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir mengakibatkan debit air di Bengawan Solo dan Bengawan Jero meluap dan menggenangi rumah warga hingga jalan. Yakni, 1.307 rumah tergenang di sembilan desa di Kecamatan Karangbinangun.

Sedangkan di Kecamatan Glagah terdapat delapan desa dengan 480 rumah yang tergenang banjir. Sementara itu, di Kecamatan Kalitengah ada delapan desa dengan 419 rumah tergenang banjir serta 283 rumah juga tergenang banjir di empat desa di Kecamatan Deket.

Radar Lamongan – Mengendarai sepeda motor, Bupati Lamongan Fadeli bersama Kapolres AKBP Miko Indrayana, dan Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono serta jajaran forkopimda melakukan sidak banjir di Kecamatan Glagah dan Karangbina ngun kemarin siang (11/1).

Bendungan Kuro di Karangbinangun menjadi sasaran sidak pertama. Sebab, ben dungan itu menjadi pintu keluar-masuk utama air dari Bengawan Jero ke Bengawan Solo. Sidak dilanjutkan dengan pengecekan pembuangan eceng gondok di bantaran sungai Desa Pasi, Kecamatan Glagah.

Kegiatan sidak itu diakhiri dengan penyerahan bantuan sekitar 300 paket sembako secara simbolis kepada warga terdampak banjir di Desa Putatbanga dan Soko, Kecamatan Karangbinangun. Bupati Lamongan Fadeli mengatakan, upaya pembersihan eceng gondok di bantaran Sungai Bengawan Jero akan digencarkan. Sebab, lebatnya tumbuhan parasit itu menghambat arus air yang mengalir ke laut.

Untuk mempercepat dan mengefektifkan pembersihan eceng gondok, pemerintah daerah mengerahkan backhoe amphibi. ‘’Pengerahan backhoe amphibi ini tentu sangat membantu masyarakat dalam pembersihan eceng gondok. Karena dalam sekali ayun, lengan backhoe amphibi sama dengan kerja 10 orang selama satu jam,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Keberatan Regulasi Migor Curah

Bupati Fadeli sangat berterima kasih kepada masyarakat yang sudah turut membantu membersihkan eceng gondok. Hal itu akan memercepat jalannya air ke laut. Saat melakukan peninjauan kesiapan pompa banjir di Sluis Kuro, Karangbinangun, Bupati Fadeli menjelaskan, curah hujan yang sangat tinggi saat ini akibat el nino, khususnya di wilayah selatan Lamongan. Airnya mengalir ke kawasan Bengawan Jero. Terjadi luapan dan menyebabkan banjir. Apalagi, air banjir di Bengawan Jero tidak bisa dibuang secara maksimal.

Penyebabnya, Bengawan Solo sebagai tempat pembuangan utama, permukaan airnya lebih tinggi dari Bengawan Jero. Sehingga pintu air di kuro harus ditutup agar air Bengawan Solo tidak malah mengalir ke Bengawan Jero. ‘’Karena itu keberadaan pompa banjir menjadi sangat penting untuk membuang air dari Bengawan Jero ke Bengawan Solo dengan melewati pintu air atau tanggul,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Borong Prestasi di Ajang SMA Award Jatim 2019

Dalam kesempatan itu, Bupati Fadeli juga mengingatkan masyarakat agar selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) karena Covid-19 masih mengancam. ‘’Saya berpesan agar tetap menjaga kesehatan serta menaati protokol kesehatan agar tidak tertular Covid – 19. Yaitu, selalu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer,’’ tuturnya.

Sementara itu, menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir mengakibatkan debit air di Bengawan Solo dan Bengawan Jero meluap dan menggenangi rumah warga hingga jalan. Yakni, 1.307 rumah tergenang di sembilan desa di Kecamatan Karangbinangun.

Sedangkan di Kecamatan Glagah terdapat delapan desa dengan 480 rumah yang tergenang banjir. Sementara itu, di Kecamatan Kalitengah ada delapan desa dengan 419 rumah tergenang banjir serta 283 rumah juga tergenang banjir di empat desa di Kecamatan Deket.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/