alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Sunday, July 3, 2022

Tersangka Korupsi DPMLUEP Segera Disidangkan

BOJONEGORO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro sudah mulai tancap gas di awal tahun. Perkara korupsi dugaan korupsi dana penguatan modal lembaga usaha ekonomi pedesaan (DPMLUEP) yang sempat mangkrak beberapa tahun itu akhirnya akan memasuki babak baru. 

Bila sebelumnya dua terpidana sudah ditetapkan vonisnya. Yakni, mantan Kepala BKP  Bojonegoro Andreas Wahyono dan mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan Jawa Timur Tajudin Tahir. Tahun ini, dua tersangka yang telah ditetapkan pada tahun lalu itu berkasnya akan telah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU), kemarin (11/1). 

Kedua tersangka itu yakni Hadi pemilik UD Kandang Kumpul, Kecamatan Kepohbaru dan Sudirman pemilik UD Sumber Rejeki, Kecamatan Sumberrejo.

Dua tersangka yang telah ditahan di lapas kelas II A Bojonegoro itu kemarin (11/1) kembali dilakukan pemeriksaan di kantor kejari setempat.

Dua tersangka berada di lantai dua untuk dilakukan penyerahan berkas dan barang bukti.

Tak perlu waktu lama dalam melakukan pemberkasan tersebut. Sekitar pukul 14.00 kedua tersangka sudah  di bawa kembali ke lapas. 

Baca Juga :  Berkah, Cerita Pemilik Warung yang Untungnya Naik Tiga Kali Lipat

Kasi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Bojoneoro Agus Budiarto mengatakan, berkas sudah lengkap.

Artinya, berkas yang ada di tangan penyidik telah dilengkapi sudahh dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU). 

Agus menjelaskan, dua tersangka itu dianggap telah melakukan tindakan melawan hukum yakni melakukan korupsi.

Akibat perbuatan tersangka, negara mengalami kerugian senilai Rp 378 juta. Diduga, dana penyaluran modal tidak digunakan sebagaimana peruntukannya.

Dengan begitu, lembaga penerima modal tersebut tidak dapat mengembalikan pinjaman yang diatur dalam petunjuk teknis DPMLUEP.

Pinjaman uang UD Kandang Kumpul sebesar Rp 350 juta. Namun hanya sebagian yang telah dikembalikan.

Sedangkan pinjaman modal UD Sumber Rejeki sebesar Rp 100 juta. Dana tersebut sudah dilakukan pengembalian.  

Agus melanjutkan, kejari dalam hal ini telah menyiapkan lima jaksa penuntut umum (JPU) untuk memeriksa berkas tersangka yang dikirim dari jaksa penyidik kejari.  ‘’Saya koordinatornya. Tapi siapa jaksanya,  nanti saja,’’ terang dia. 

Sebenarnya, selain dua tersangka yang sudah ditahan. Ada dua tersangka pada perkara ini.

Baca Juga :  Sepekan Terakhir: Gelombang Tinggi Disertai Pasang

Yakni, Duwi Priyono, pemilik UD Barokah dan Umar Fauzi, pemilik UD Rejo Agung Kecamatan Kapas.

Hanya, Duwi Supriyono meninggal dunia sekitar dua tahun lalu. ‘’Jadi yang tersangka Duwi sudah gugur,’’ terang dia. 

Namun, lanjut Agus, Istri pemilik UD Barokah tersebut, telah mengembalikan pinjaman dan telah dilakukan pelunasan. Yakni sebesar Rp 250 juta. 

Nah, untuk tersangka selanjutnya Umar Fauzi tidak dilakukan penahanan karena masih sakit dan memerlukan perawatan medis.

Sementara, pinjaman UD Rejo Agung sebesar Rp 300 juta dan telah dilakukan pelunasan. ‘’Iya itu sakit stroke,’’ tutur dia. 

Agus mengaku, untuk tersangka Umar ini untuk sementara penyidikannya di-pending terlebih dahulu.

Penyidikan akan dilanjutkan setelah nanti tersangka sudah sembuh. 

Diketahui, dugaan korupsi dana penguatan modal lembaga usaha ekonomi pedesaan (DPMLUEP) itu adalah dana APBN 2007 dananya sebesar Rp 4 miliar.

Saat melakukan penyidikan awal dengan menetapkan dua tersangka dari pejabat BKP Bojonegoro dan Jawa Timur itu diduga terdapat kerugian negara Rp 1 miliar lebih.

BOJONEGORO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro sudah mulai tancap gas di awal tahun. Perkara korupsi dugaan korupsi dana penguatan modal lembaga usaha ekonomi pedesaan (DPMLUEP) yang sempat mangkrak beberapa tahun itu akhirnya akan memasuki babak baru. 

Bila sebelumnya dua terpidana sudah ditetapkan vonisnya. Yakni, mantan Kepala BKP  Bojonegoro Andreas Wahyono dan mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan Jawa Timur Tajudin Tahir. Tahun ini, dua tersangka yang telah ditetapkan pada tahun lalu itu berkasnya akan telah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU), kemarin (11/1). 

Kedua tersangka itu yakni Hadi pemilik UD Kandang Kumpul, Kecamatan Kepohbaru dan Sudirman pemilik UD Sumber Rejeki, Kecamatan Sumberrejo.

Dua tersangka yang telah ditahan di lapas kelas II A Bojonegoro itu kemarin (11/1) kembali dilakukan pemeriksaan di kantor kejari setempat.

Dua tersangka berada di lantai dua untuk dilakukan penyerahan berkas dan barang bukti.

Tak perlu waktu lama dalam melakukan pemberkasan tersebut. Sekitar pukul 14.00 kedua tersangka sudah  di bawa kembali ke lapas. 

Baca Juga :  Jadi Penikmat Keindahan Pantai

Kasi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Bojoneoro Agus Budiarto mengatakan, berkas sudah lengkap.

Artinya, berkas yang ada di tangan penyidik telah dilengkapi sudahh dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU). 

Agus menjelaskan, dua tersangka itu dianggap telah melakukan tindakan melawan hukum yakni melakukan korupsi.

Akibat perbuatan tersangka, negara mengalami kerugian senilai Rp 378 juta. Diduga, dana penyaluran modal tidak digunakan sebagaimana peruntukannya.

Dengan begitu, lembaga penerima modal tersebut tidak dapat mengembalikan pinjaman yang diatur dalam petunjuk teknis DPMLUEP.

Pinjaman uang UD Kandang Kumpul sebesar Rp 350 juta. Namun hanya sebagian yang telah dikembalikan.

Sedangkan pinjaman modal UD Sumber Rejeki sebesar Rp 100 juta. Dana tersebut sudah dilakukan pengembalian.  

Agus melanjutkan, kejari dalam hal ini telah menyiapkan lima jaksa penuntut umum (JPU) untuk memeriksa berkas tersangka yang dikirim dari jaksa penyidik kejari.  ‘’Saya koordinatornya. Tapi siapa jaksanya,  nanti saja,’’ terang dia. 

Sebenarnya, selain dua tersangka yang sudah ditahan. Ada dua tersangka pada perkara ini.

Baca Juga :  Sepekan Terakhir: Gelombang Tinggi Disertai Pasang

Yakni, Duwi Priyono, pemilik UD Barokah dan Umar Fauzi, pemilik UD Rejo Agung Kecamatan Kapas.

Hanya, Duwi Supriyono meninggal dunia sekitar dua tahun lalu. ‘’Jadi yang tersangka Duwi sudah gugur,’’ terang dia. 

Namun, lanjut Agus, Istri pemilik UD Barokah tersebut, telah mengembalikan pinjaman dan telah dilakukan pelunasan. Yakni sebesar Rp 250 juta. 

Nah, untuk tersangka selanjutnya Umar Fauzi tidak dilakukan penahanan karena masih sakit dan memerlukan perawatan medis.

Sementara, pinjaman UD Rejo Agung sebesar Rp 300 juta dan telah dilakukan pelunasan. ‘’Iya itu sakit stroke,’’ tutur dia. 

Agus mengaku, untuk tersangka Umar ini untuk sementara penyidikannya di-pending terlebih dahulu.

Penyidikan akan dilanjutkan setelah nanti tersangka sudah sembuh. 

Diketahui, dugaan korupsi dana penguatan modal lembaga usaha ekonomi pedesaan (DPMLUEP) itu adalah dana APBN 2007 dananya sebesar Rp 4 miliar.

Saat melakukan penyidikan awal dengan menetapkan dua tersangka dari pejabat BKP Bojonegoro dan Jawa Timur itu diduga terdapat kerugian negara Rp 1 miliar lebih.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Makin Sombong, Makin Bernilai

Kehilangan Akun Line


/