alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Kabag Pemerintahan Ditahan

- Advertisement -

BOJONEGORO – Tersangka perkara dugaan gratifikasi proyek pembangunan kantor Kecamatan Sukosewu, Supi Haryono akhirnya ditahan kemarin (11/1). Kepala Bagian Pemerintahan Pemkab Bojonegoro itu telah mendekam di tahanan lembaga pemasyarakatan (lapas) kelas II A setempat. Penahanan tersangka itu dilakukan kejaksaan negeri (kejari) Bojonegoro setelah mendapatkan pelimpahan tahap dua dari penyidik Satreskrim Polres Bojonegoro.

Tersangka sebelumnya tidak ditahan oleh Polres. Sebab, diperkirakan tersangka tidak akan menghilangkan barang bukti. Selain itu, status tersangka adalah PNS yang dianggap tidak akan melarikan diri. 

Supi mendatangi kantor kejari di lantai dua sekitar pukul 13.30. Saat itu, didampingi kuasa hukumnya.

Tak hanya itu, para penyidik polres Bojonegoro pun turut mengawal. Berkas berupa barang bukti pun diserahkan ke jaksa penuntut.

Termasuk tersangka. Pemeriksaan cukup lama. Sebab, hingga sore hari yakni kemudian dinyatakan selesai dan diputuskan untuk melakukan penahanan tersangka. 

- Advertisement -

‘’Ya mas ditahan oleh kejaksaan. Jika ingin konfirmasi lebih lanjut silakan ke kasipidus,’’ ujar Kepala Kejari Bojonegoro, Muhaji saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (11/1). 

Baca Juga :  Proyek Jembatan Terancam Molor

Kasi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Bojonegoro Agus Budiarto mengaku setelah mempertimbangkan berbagai hal akhirnya jaksa memutuskan untuk menahan tersangka.

Sebab, kata dia, hal ini dilakukan untuk mempermudah jaksa penuntut saat melakukan pemeriksaan lagi. ‘’Ini akan lebih mudah jika kami tahan,’’ katanya. 

Jaksa asal Nganjuk itu menuturkan, selain untuk mempermudah pihaknya juga tidak ingin tersangka melakukan penghapusan barang bukti atau melarikan diri.

  ‘’Akan mempermudah kita saat nanti sidang,’’ terang dia. 

Agus menegaskan, pihaknya segera menyusun rencana dakwaan sehingga berkas persidang bisa segera dilimpakan ke pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) Surabaya. ‘’Secepatnyalah,’’ ucapnya. 

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Daky Dzul Qornain mengatakan berkas yang telah dilimpahkan ke kejaksaan ini sudah dinyatakan lengkap.

Sehingga, barang bukti dan tersangka sudah menjadi kewenangan kejaksaan. ‘’Ya sudah kami serahkan kemarin,’’ kata dia. 

Mantan Kasatreskrim Polres Batu itu melanjutkan, saat ini pihaknya akan meneruskan untuk melangkapi berkas tersangka yang kedua.

Yakni pihak rekanan yang telah memberikan suap terhadap tersangka. Tersangka kedua ini adalah Marfuah selaku rekanan.

Baca Juga :  Izin dari Gubernur Telat

Sebab, untuk tersangka ini berkasnya dipisah dengan tersangka Supi.  ‘’Ya berkasnya memang dipisah,’’ tegasnya. 

Hasil penelusuran Jawa Pos Radar Bojonegoro, proyek pembangunan gedung kecamatan ini dilakukan pada 2016.

Nilai proyeknya sebesar Rp 1,9 miliar. Dalam dokumen LPSE, ada 17 rekanan yang ikut dalam lelang proyek tersebut. Namun, hanya ada satu rekanan dinyatakan menang. 

Nah, rekanan yang menang itu memberikan suap  pada Supi selaku PPK dalam proyek tersebut.

Suap yang diberikan pada supi yakni uang senilai Rp 125 juta. Nah, uang ini digunakan untuk uang muka pembelian mobil Innova di sebuah diler. 

Terpisah, penasihat hukum tersangka Supi, Arina Jumiawati mengatakan pihaknya saat ini telah mendamping kliennya.

‘’Kami akan kooperatif dan melakukan telaah terlebih dahulu,’’ kata dia. 

Arina mengaku awalnya sudah berusaha agar ada penangguhan penahanan. Namun, tidak dikabulkan. 

‘’Kami sudah berupaya tapi tidak dikabulkan,’’ terang dia.

BOJONEGORO – Tersangka perkara dugaan gratifikasi proyek pembangunan kantor Kecamatan Sukosewu, Supi Haryono akhirnya ditahan kemarin (11/1). Kepala Bagian Pemerintahan Pemkab Bojonegoro itu telah mendekam di tahanan lembaga pemasyarakatan (lapas) kelas II A setempat. Penahanan tersangka itu dilakukan kejaksaan negeri (kejari) Bojonegoro setelah mendapatkan pelimpahan tahap dua dari penyidik Satreskrim Polres Bojonegoro.

Tersangka sebelumnya tidak ditahan oleh Polres. Sebab, diperkirakan tersangka tidak akan menghilangkan barang bukti. Selain itu, status tersangka adalah PNS yang dianggap tidak akan melarikan diri. 

Supi mendatangi kantor kejari di lantai dua sekitar pukul 13.30. Saat itu, didampingi kuasa hukumnya.

Tak hanya itu, para penyidik polres Bojonegoro pun turut mengawal. Berkas berupa barang bukti pun diserahkan ke jaksa penuntut.

Termasuk tersangka. Pemeriksaan cukup lama. Sebab, hingga sore hari yakni kemudian dinyatakan selesai dan diputuskan untuk melakukan penahanan tersangka. 

- Advertisement -

‘’Ya mas ditahan oleh kejaksaan. Jika ingin konfirmasi lebih lanjut silakan ke kasipidus,’’ ujar Kepala Kejari Bojonegoro, Muhaji saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (11/1). 

Baca Juga :  Persaingan RT Hijau dan Bersih Dimulai

Kasi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Bojonegoro Agus Budiarto mengaku setelah mempertimbangkan berbagai hal akhirnya jaksa memutuskan untuk menahan tersangka.

Sebab, kata dia, hal ini dilakukan untuk mempermudah jaksa penuntut saat melakukan pemeriksaan lagi. ‘’Ini akan lebih mudah jika kami tahan,’’ katanya. 

Jaksa asal Nganjuk itu menuturkan, selain untuk mempermudah pihaknya juga tidak ingin tersangka melakukan penghapusan barang bukti atau melarikan diri.

  ‘’Akan mempermudah kita saat nanti sidang,’’ terang dia. 

Agus menegaskan, pihaknya segera menyusun rencana dakwaan sehingga berkas persidang bisa segera dilimpakan ke pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) Surabaya. ‘’Secepatnyalah,’’ ucapnya. 

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Daky Dzul Qornain mengatakan berkas yang telah dilimpahkan ke kejaksaan ini sudah dinyatakan lengkap.

Sehingga, barang bukti dan tersangka sudah menjadi kewenangan kejaksaan. ‘’Ya sudah kami serahkan kemarin,’’ kata dia. 

Mantan Kasatreskrim Polres Batu itu melanjutkan, saat ini pihaknya akan meneruskan untuk melangkapi berkas tersangka yang kedua.

Yakni pihak rekanan yang telah memberikan suap terhadap tersangka. Tersangka kedua ini adalah Marfuah selaku rekanan.

Baca Juga :  Rindu Jelajah Malam

Sebab, untuk tersangka ini berkasnya dipisah dengan tersangka Supi.  ‘’Ya berkasnya memang dipisah,’’ tegasnya. 

Hasil penelusuran Jawa Pos Radar Bojonegoro, proyek pembangunan gedung kecamatan ini dilakukan pada 2016.

Nilai proyeknya sebesar Rp 1,9 miliar. Dalam dokumen LPSE, ada 17 rekanan yang ikut dalam lelang proyek tersebut. Namun, hanya ada satu rekanan dinyatakan menang. 

Nah, rekanan yang menang itu memberikan suap  pada Supi selaku PPK dalam proyek tersebut.

Suap yang diberikan pada supi yakni uang senilai Rp 125 juta. Nah, uang ini digunakan untuk uang muka pembelian mobil Innova di sebuah diler. 

Terpisah, penasihat hukum tersangka Supi, Arina Jumiawati mengatakan pihaknya saat ini telah mendamping kliennya.

‘’Kami akan kooperatif dan melakukan telaah terlebih dahulu,’’ kata dia. 

Arina mengaku awalnya sudah berusaha agar ada penangguhan penahanan. Namun, tidak dikabulkan. 

‘’Kami sudah berupaya tapi tidak dikabulkan,’’ terang dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/