alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Kafe Diburu Saat Akhir Pekan

BOJONEGORO – Kebiasaan remaja di Bojonegoro selalu memadati setiap sudut kafe di akhir pekan. Pemandangan itu mulai terlihat sejak pukul 11.00, karena kafe buka pukul 10.00. Kondisi tersebut biasanya akan berlanjut hingga malam. 

Koki salah satu kafe di Jalan Teuku Umar Bojonegoro, Bayu, mengungkapkan, setiap akhir pekan kunjungan kafe memang meningkat antara 5-7 persen.

Biasanya, pelajar maupun mahasiswa kerap memanfaatkan momen libur untuk saling bersua bersama teman-temannya. 

Akhir pekan dipilih karena waktunya lebih panjang. Sehingga, pengunjung bisa saling bercengkerama lebih lama.

Menurutnya, tidak ada tarif berbeda meski pengunjungnya bertambah, karena harga akan menyesuaikan dengan ketersediaan barang, bukan jumlah pengunjung.

Meski begitu, hingga jelang tutup tahun harga makanan dan minumannya cenderung stabil.

Baca Juga :  Eksplorasi Foto Humanis

Apalagi makanan yang di tawarkan rata-rata masakan Eropa, sehingga pengunjung sudah tahu mengenai kualitas dan harganya. 

Bayu mengungkapkan, setiap pengunjung memilki selera tempat makan berbeda. Ada pengunjung lebih suka indoor maupun outdoor.

Namun, pihaknya tetap memberikan sejumlah spot sesuai kebutuhan pengunjung. ”Supaya lebih nyaman dan lebih dekat dengan pengunjung,” ujarnya.  

Terpisah, Putri, pelajar SMP asal Campurejo, Bojonegoro, mengatakan, setiap akhir pekan selalu memiliki waiting list bersama teman-temannya.

Biasanya diisi kegiatan berenang, sepeda, hingga sekadar kongkow di kafe.

Kebiasaan itu kerap dilakoninya untuk menjalin keakraban bersama teman-temannya.

”Kalau mau kongkow pasti nabung dulu,” ujarnya dengan tersenyum.

 

BOJONEGORO – Kebiasaan remaja di Bojonegoro selalu memadati setiap sudut kafe di akhir pekan. Pemandangan itu mulai terlihat sejak pukul 11.00, karena kafe buka pukul 10.00. Kondisi tersebut biasanya akan berlanjut hingga malam. 

Koki salah satu kafe di Jalan Teuku Umar Bojonegoro, Bayu, mengungkapkan, setiap akhir pekan kunjungan kafe memang meningkat antara 5-7 persen.

Biasanya, pelajar maupun mahasiswa kerap memanfaatkan momen libur untuk saling bersua bersama teman-temannya. 

Akhir pekan dipilih karena waktunya lebih panjang. Sehingga, pengunjung bisa saling bercengkerama lebih lama.

Menurutnya, tidak ada tarif berbeda meski pengunjungnya bertambah, karena harga akan menyesuaikan dengan ketersediaan barang, bukan jumlah pengunjung.

Meski begitu, hingga jelang tutup tahun harga makanan dan minumannya cenderung stabil.

Baca Juga :  Pamit Kenal Kapolres Tuban: Tegas Bersihkan Kejahatan di Bumi Wali

Apalagi makanan yang di tawarkan rata-rata masakan Eropa, sehingga pengunjung sudah tahu mengenai kualitas dan harganya. 

Bayu mengungkapkan, setiap pengunjung memilki selera tempat makan berbeda. Ada pengunjung lebih suka indoor maupun outdoor.

Namun, pihaknya tetap memberikan sejumlah spot sesuai kebutuhan pengunjung. ”Supaya lebih nyaman dan lebih dekat dengan pengunjung,” ujarnya.  

Terpisah, Putri, pelajar SMP asal Campurejo, Bojonegoro, mengatakan, setiap akhir pekan selalu memiliki waiting list bersama teman-temannya.

Biasanya diisi kegiatan berenang, sepeda, hingga sekadar kongkow di kafe.

Kebiasaan itu kerap dilakoninya untuk menjalin keakraban bersama teman-temannya.

”Kalau mau kongkow pasti nabung dulu,” ujarnya dengan tersenyum.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/