alexametrics
28.9 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Rencanakan Jalan Tol di Pantura

Radar Lamongan – Kabupaten Lamongan masuk dalam rencana pembangunan tol yang terkoneksi dengan sejumlah kabupaten tetangga. ‘’Di Perpres Nomor 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan, terdapat rencana tol yang juga melintas di wilayah Lamongan.

Jadi percepatan Lingkar Wilis, termasuk Gerbang Kertasusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan) juga,’’ tutur Kabid Perbaikan Jalan Kabupaten Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Lamongan Dandoko kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (10/11).

Dandoko menjelaskan, rencananya fokus awal pembangunan jalan tol dipusatkan di wilayah pantura Lamogan. Nantinya, titik sambung jalan tol ke Gresik, Tuban, dan Bojonegoro itu di Desa Tlogosadang, Kecamatan Paciran. ‘’Jadi kayaknya dalam RTRW kita di wilayah pantura Lamongan, tidak di di wilayah selatan,’’ ujar Dandoko saat dikonfimasi via ponsel.

Baca Juga :  Komoditas Ekspor Tak Bisa Maksimal 

Menurut dia, terdapat sejumlah pertimbangan fokus awal jalan tol di wilayah pantura. ‘’Tol kan kita ketahui elevasinya tinggi. Jadi makanya cenderung di utara, tidak di selatan,’’ imbuhnya. Dia mengatakan, pembangunan jalan tol di Lamongan direncanakan rampung 2025. Target itu masuk dalam program pusat percepatan pembangunan nasional.

‘’Tapi rencana itu sebelum adanya pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19). Kemungkinan bisa berubah lagi,’’ katanya. Dia menambahkan, dalam perencanaan jalan tol melintasi Solo Valley. ‘’Solo Valley kan lembahnya Bengawan Solo. Bisa lebih lama lagi, karena kan harus membangun jembatan juga di sana nantinya,’’ katanya.

Dandoko belum mengetahui perkembangan lebih lanjut terkait realisasi jalan tol di Lamongan. Menurut dia, hal itu kewenangan dari pemerintah pusat. ‘’Tetap nantinya itu kan keputusan dari pusat. Kita di daerah hanya tinggal mengikuti saja,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Masyarakat Berebut Buru Pekerjaan

Perpres 80 Tahun 2019 juga merencanakan jalur lingkar utara (JLU) dan jalur lingkar selatan (JLS) Lamongan terkoneksi dengan jalan tol. Namun, hingga kini realisasi JLU Lamongan dan JLS Babat masih mandeg. ‘’Di sana juga masuk dalam program percepatan, tapi sekarang kan mungkin karena dampak pandemi ini,’’ ujar Dandoko.

Radar Lamongan – Kabupaten Lamongan masuk dalam rencana pembangunan tol yang terkoneksi dengan sejumlah kabupaten tetangga. ‘’Di Perpres Nomor 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan, terdapat rencana tol yang juga melintas di wilayah Lamongan.

Jadi percepatan Lingkar Wilis, termasuk Gerbang Kertasusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan) juga,’’ tutur Kabid Perbaikan Jalan Kabupaten Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Lamongan Dandoko kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (10/11).

Dandoko menjelaskan, rencananya fokus awal pembangunan jalan tol dipusatkan di wilayah pantura Lamogan. Nantinya, titik sambung jalan tol ke Gresik, Tuban, dan Bojonegoro itu di Desa Tlogosadang, Kecamatan Paciran. ‘’Jadi kayaknya dalam RTRW kita di wilayah pantura Lamongan, tidak di di wilayah selatan,’’ ujar Dandoko saat dikonfimasi via ponsel.

Baca Juga :  Pendapatan BUMD Bojonegoro Naik Tajam, Tercatat Rp 394,6 Miliar

Menurut dia, terdapat sejumlah pertimbangan fokus awal jalan tol di wilayah pantura. ‘’Tol kan kita ketahui elevasinya tinggi. Jadi makanya cenderung di utara, tidak di selatan,’’ imbuhnya. Dia mengatakan, pembangunan jalan tol di Lamongan direncanakan rampung 2025. Target itu masuk dalam program pusat percepatan pembangunan nasional.

‘’Tapi rencana itu sebelum adanya pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19). Kemungkinan bisa berubah lagi,’’ katanya. Dia menambahkan, dalam perencanaan jalan tol melintasi Solo Valley. ‘’Solo Valley kan lembahnya Bengawan Solo. Bisa lebih lama lagi, karena kan harus membangun jembatan juga di sana nantinya,’’ katanya.

Dandoko belum mengetahui perkembangan lebih lanjut terkait realisasi jalan tol di Lamongan. Menurut dia, hal itu kewenangan dari pemerintah pusat. ‘’Tetap nantinya itu kan keputusan dari pusat. Kita di daerah hanya tinggal mengikuti saja,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Didik Trisetyo Purnomo Terus Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Perpres 80 Tahun 2019 juga merencanakan jalur lingkar utara (JLU) dan jalur lingkar selatan (JLS) Lamongan terkoneksi dengan jalan tol. Namun, hingga kini realisasi JLU Lamongan dan JLS Babat masih mandeg. ‘’Di sana juga masuk dalam program percepatan, tapi sekarang kan mungkin karena dampak pandemi ini,’’ ujar Dandoko.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/