alexametrics
25 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Musim Hujan Tiba, Waspada Rawan Demam Berdarah

Radar Bojonegoro – Intensitas curah hujan sejak akhir Oktober lalu cukup tinggi. Masyarakat perlu waspada dengan kebersihan lingkungan rumahnya. Genangangenangan air sebaiknya segera dibersihkan. Sebab, rawan menjadi sarang nyamuk pembawa virus penyakit demam berdarah dengue (DBD) Aedes aegypti.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Whenny Dyah Prajanti mengatakan, pihaknya fokus menyampaikan agar masyarakat lebih mandiri dan bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan rumah.

Selama pandemi Covid-19 ini tidak bisa lagi mengandalkan kader juru pemantau jentik (jumantik) “Fokus kami kali ini satu rumah setidaknya ada satu kader jumantik. Jadi tugasnya seperti menguras bak mandi seminggu sekali atau membersihkan genangan-genangan air,” tutur mantan Kepala Seksi (Kasi) Penyakit Menular Dinkes Bojonegoro itu.

Baca Juga :  Kasus Aktif Covid di Tuban Tertinggi se-Jatim

Adapun jumlah kasus DBD sejak Januari hingga Oktober ada 71 kasus dan 1 penderita meninggal dunia. Rinciannya, Januari ada 36 kasus dengan 1 orang asal Keca matan Kedewan meninggal. Februari ada 16 kasus, Maret ada 8 kasus, April ada 2 kasus, Mei dan Juni nihil, Juli ada 2 kasus, Agustus ada 1 kasus, September ada 2 kasus, dan Oktober ada 2 kasus. Namun, Whenny mengaku belum bisa memastikan jumlah kasus DBD di Bojonegoro mengalami kenaikan atau penurunan dibanding tahun lalu.

Karena, seluruh tenaga kesehatan dari tingkat puskesmas fokus dengan Covid-19. Selain itu, selama pandemi Covid-19, masyarakat tidak berani pergi ke fasilitas kesehatan. “Tetapi yang terpenting kewaspadaan masyarakat harus tetap ditingkatkan,” tegasnya.

Baca Juga :  Peminat Aksesori Berbahan Kayu 

Radar Bojonegoro – Intensitas curah hujan sejak akhir Oktober lalu cukup tinggi. Masyarakat perlu waspada dengan kebersihan lingkungan rumahnya. Genangangenangan air sebaiknya segera dibersihkan. Sebab, rawan menjadi sarang nyamuk pembawa virus penyakit demam berdarah dengue (DBD) Aedes aegypti.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Whenny Dyah Prajanti mengatakan, pihaknya fokus menyampaikan agar masyarakat lebih mandiri dan bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan rumah.

Selama pandemi Covid-19 ini tidak bisa lagi mengandalkan kader juru pemantau jentik (jumantik) “Fokus kami kali ini satu rumah setidaknya ada satu kader jumantik. Jadi tugasnya seperti menguras bak mandi seminggu sekali atau membersihkan genangan-genangan air,” tutur mantan Kepala Seksi (Kasi) Penyakit Menular Dinkes Bojonegoro itu.

Baca Juga :  Produksi Migor Surplus 4.000 Ton

Adapun jumlah kasus DBD sejak Januari hingga Oktober ada 71 kasus dan 1 penderita meninggal dunia. Rinciannya, Januari ada 36 kasus dengan 1 orang asal Keca matan Kedewan meninggal. Februari ada 16 kasus, Maret ada 8 kasus, April ada 2 kasus, Mei dan Juni nihil, Juli ada 2 kasus, Agustus ada 1 kasus, September ada 2 kasus, dan Oktober ada 2 kasus. Namun, Whenny mengaku belum bisa memastikan jumlah kasus DBD di Bojonegoro mengalami kenaikan atau penurunan dibanding tahun lalu.

Karena, seluruh tenaga kesehatan dari tingkat puskesmas fokus dengan Covid-19. Selain itu, selama pandemi Covid-19, masyarakat tidak berani pergi ke fasilitas kesehatan. “Tetapi yang terpenting kewaspadaan masyarakat harus tetap ditingkatkan,” tegasnya.

Baca Juga :  Target Tuntas sebelum Musim Hujan

Artikel Terkait

Most Read

Toko Elektronik Terbakar 

Empat Siswa Jalani UNBK Susulan

Lahan Lapangan Upacara Rampung

Artikel Terbaru


/