alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Jembatan Sosrodilogo Dongkrak Perekonomian Warga

Radar Bojonegoro – Sejak Jembatan Sosrodilogo diresmikan 2019, wilayah Desa Trucuk ramai rumah makan dan warung kopi. Menjadi jujukan bersantai dan nongkrong ketika malam. Bahkan, kawasan ini menjadi alternatif menjajakan kuliner setelah kawasan Alun-Alun Bojonegoro harus steril dari pedagang kaki lima (PKL).

Kepala Desa Trucuk Sunoko mengatakan, sisi utara dan selatan Jembatan Sosrodilogo wilayah Trucuk tak pernah sepi pengun jung. Ada puluhan warung kopi milik warga Trucuk berjualan setiap harinya di dekat Jembatan Sosrodilogo.

“Perekonomian warga Trucuk terdongkrak sejak ada Jembatan Sosrodilogo, penghasilan dari warung kopi dan parkir yang juga dikelola warga setempat,” katanya kemarin. Ia mengatakan, lahan warungwarung kopi itu milik pribadi.

Baca Juga :  Terjadi Lonjakan Kasus DBD

Adapun rencana pihak desa hendak mengembangkan atraksi wisata di pinggir Bengawan Solo. Tetapi, masih terkendala ada proyek penguatan kaki Jembatan Sosrodilogo. Sehingga pihaknya masih menunggu proyek itu selesai.

“Kami ada rencana pengembangan wisata seperti perahu di bawah Jembatan Sosrodilogo. Tapi, kami masih belum bisa eksekusi karena masih ada proyek penguatan kaki jembatan,” jelasnya.

Radar Bojonegoro – Sejak Jembatan Sosrodilogo diresmikan 2019, wilayah Desa Trucuk ramai rumah makan dan warung kopi. Menjadi jujukan bersantai dan nongkrong ketika malam. Bahkan, kawasan ini menjadi alternatif menjajakan kuliner setelah kawasan Alun-Alun Bojonegoro harus steril dari pedagang kaki lima (PKL).

Kepala Desa Trucuk Sunoko mengatakan, sisi utara dan selatan Jembatan Sosrodilogo wilayah Trucuk tak pernah sepi pengun jung. Ada puluhan warung kopi milik warga Trucuk berjualan setiap harinya di dekat Jembatan Sosrodilogo.

“Perekonomian warga Trucuk terdongkrak sejak ada Jembatan Sosrodilogo, penghasilan dari warung kopi dan parkir yang juga dikelola warga setempat,” katanya kemarin. Ia mengatakan, lahan warungwarung kopi itu milik pribadi.

Baca Juga :  Menakar Perkembangan Pendidikan di Tengah Pandemi

Adapun rencana pihak desa hendak mengembangkan atraksi wisata di pinggir Bengawan Solo. Tetapi, masih terkendala ada proyek penguatan kaki Jembatan Sosrodilogo. Sehingga pihaknya masih menunggu proyek itu selesai.

“Kami ada rencana pengembangan wisata seperti perahu di bawah Jembatan Sosrodilogo. Tapi, kami masih belum bisa eksekusi karena masih ada proyek penguatan kaki jembatan,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Maksimalkan Pelayanan Publik

Kebutuhan Gaji PPPK Rp 28 Miliar

Ingin Mondok

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/