alexametrics
30.4 C
Bojonegoro
Sunday, May 29, 2022

Ditebus Manual, Disperta Belum Bisa Pastikan Penerapan Kartu Tani

Radar Bojonegoro – Penerapan kartu tani masih terus dipersiapkan. Saat ini untuk menebus pupuk bersubsidi masih secara manual. Namun, untuk penerapan programnya masih belum bisa dipastikan waktunya. Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro Helmy Elisabeth mengatakan, sedianya implementasi kartu tani sejak 1 September.

Namun, sampai saat ini di Kota Ledre belum implementasi karena masih banyak kartu tani belum tercetak. ‘’Penebusan masih manual,” katanya kemarin (10/11). Menurut dia, pihaknya terus berkoordinasi dengan BNI agar menggenjot persiapan kartu tani. Sebab, BNI yang mencetak kartu tersebut.

Pihaknya belum bisa memastikan tenggat waktu program ini bisa diimplementasikan tahun depan. ‘’Untuk target saya tidak bisa memastikan. Karena semuanya tergantung dari kesiapan sarana kartu tani sendiri,” ungkap Helmy.

Baca Juga :  Operasional Sumber Air Ngringinrejo Belum Jelas

Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi menuturkan meskipun targetnya bisa diterapkan 2021, pihaknya masih akan melihat kesiapan semua pihak. Pertama yakni dari pihak mitra BNI. Karena ini berkaitan infrastruktur kartu tani.

‘’Juga mesin EDC (mesin gesek) harus aktif dan tersedia menjangkau semua wilayah,” katanya kemarin (10/11). Pihak kedua, lanjut Sally, yakni petani atau kelompok tani. Karena memang sosialisasi program ini harus dilaksanakan di semua desa dan semua kelompok tani.

Seiring mekanisme untuk menem bus memakai kartu tani harus isi saldo dan sebagainya. ‘’Mungkin ini akan jadi kendala lagi bagi petani,” ujar politikus Partai Gerindra itu. Meski begitu, menurut Sally lebih penting saat ini yaitu masa transisinya. Ia mewanti-wanti jangan sampai mempersulit petani mendapatkan pupuk. Karena sudah jelas bahwa untuk menebus bisa dilakukan secara manual sampai akhir tahun.

Baca Juga :  Rekor, Lolos Donorkan Plasma Konvalesen Lima Kali

‘’Tentu dengan syarat rekomendasi penyuluh dan foto lahan,” imbuhnya. Perempuan asal Kecamatan Sumberrejo itu menegaskan jangan ada pihak berusaha mempersulit menebus pupuk. Seolah pupuk bersubsidi langka. Karena pupuk bersubsidi masih tersedia. ‘’Bahkan kami mendapatkan tambahan alokasi lagi bulan ini. Distribusikan sesuai data sudah tertera di SK,” ujar dia.

Radar Bojonegoro – Penerapan kartu tani masih terus dipersiapkan. Saat ini untuk menebus pupuk bersubsidi masih secara manual. Namun, untuk penerapan programnya masih belum bisa dipastikan waktunya. Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro Helmy Elisabeth mengatakan, sedianya implementasi kartu tani sejak 1 September.

Namun, sampai saat ini di Kota Ledre belum implementasi karena masih banyak kartu tani belum tercetak. ‘’Penebusan masih manual,” katanya kemarin (10/11). Menurut dia, pihaknya terus berkoordinasi dengan BNI agar menggenjot persiapan kartu tani. Sebab, BNI yang mencetak kartu tersebut.

Pihaknya belum bisa memastikan tenggat waktu program ini bisa diimplementasikan tahun depan. ‘’Untuk target saya tidak bisa memastikan. Karena semuanya tergantung dari kesiapan sarana kartu tani sendiri,” ungkap Helmy.

Baca Juga :  Ketua PKB Kalah di TPS

Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi menuturkan meskipun targetnya bisa diterapkan 2021, pihaknya masih akan melihat kesiapan semua pihak. Pertama yakni dari pihak mitra BNI. Karena ini berkaitan infrastruktur kartu tani.

‘’Juga mesin EDC (mesin gesek) harus aktif dan tersedia menjangkau semua wilayah,” katanya kemarin (10/11). Pihak kedua, lanjut Sally, yakni petani atau kelompok tani. Karena memang sosialisasi program ini harus dilaksanakan di semua desa dan semua kelompok tani.

Seiring mekanisme untuk menem bus memakai kartu tani harus isi saldo dan sebagainya. ‘’Mungkin ini akan jadi kendala lagi bagi petani,” ujar politikus Partai Gerindra itu. Meski begitu, menurut Sally lebih penting saat ini yaitu masa transisinya. Ia mewanti-wanti jangan sampai mempersulit petani mendapatkan pupuk. Karena sudah jelas bahwa untuk menebus bisa dilakukan secara manual sampai akhir tahun.

Baca Juga :  Bupati: Lebih Tiga Tahun ASN Butuh Penyegaran

‘’Tentu dengan syarat rekomendasi penyuluh dan foto lahan,” imbuhnya. Perempuan asal Kecamatan Sumberrejo itu menegaskan jangan ada pihak berusaha mempersulit menebus pupuk. Seolah pupuk bersubsidi langka. Karena pupuk bersubsidi masih tersedia. ‘’Bahkan kami mendapatkan tambahan alokasi lagi bulan ini. Distribusikan sesuai data sudah tertera di SK,” ujar dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/