alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Mengeluh Sepi, Pedagang Tuntut Pemkab untuk Bisa Meramaikan Pasar

BOJONEGORO – Pedagang tumpah yang memenuhi jalan di timur Pasar Kota sudah masuk kawasan parkir. Aktivitas jual beli sudah berlangsung normal. Hanya, pedagang masih mengeluhkan transaksi jual beli masih sepi.

Berbeda jauh ketika masih menempati di bahu jalan timur Pasar Kota. “Rata-rata masih sepi. Jauh dari omzet sebelumnya,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Mukayan kemarin (10/11).

Selain itu, pemindahan ini masih ada sedikit ketegangan sesama pedagang. Itu karena perebutan lokasi. Sebab, ada lokasi yang dianggap strategis dan tidak. “Itu memengaruhi omzet penjualan,” ucapnya.

Lokasi dianggap strategis, menurut dia, yang dekat jalan raya. Sedangkan yang mendapatkan lokasi di pojok utara memang kurang strategis. Sehingga, omzet mereka menurun. 

Menurut Kayan, semua pedagang sudah bersedia menempati lokasi yang disiapkan. Meskipun awal-awal masuk mereka menolak. Saat ini pemkab harus membantu para pedagang ini agar pasar salalu ramai. Sebab, masyarakat harus menyesuaikan lokasi baru yang ditentukan itu. 

Baca Juga :  Tiga Sekolah Baru Sinkron Jelang UNBK

“Biasanya pembeli tidak usah parkir. Sekarang harus parkir dan bayar,” ucapnya.

Kemarin merupakan hari ke lima pedagang masuk kawasan pasar. Sebelumnya mereka terus menolak masuk karena lokasi yang disiaplan dianggap tidak layak.

Sejak pemindahan berlangsung, aktivitas kendaraan melintas timur Pasar Kota lancar. Namun, berbeda di jalan utara pasar. Kemacetan sering terjadi ketika pagi. Sebab, ketika malam hingga pagi ruas jalan terdapat beberapa pedagang berjualan.

Bahkan, banyak pedagang berjualan menggunakan pikap di parkir di jalan tersebut. Sehingga, jalan menjadi menyempit. ‘’Kalau pagi sering macet. Kenapa di sini (utara pasar) tidak dilakukan pemindahan juga?,’’ ucap Nur Dian, salah satu pedagang.

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar Agus Hariyana mengatakan, akan selalu memantau perkembangan pasar. Jika memang dibutuhkan fasilitas pendukung, dia siap membantu. “Kita lihat dulu bagaimana. Lancar atau tidak,” ujar dia.

Baca Juga :  Integrasi Digitalisasi Informasi 1 Data Vaksin COVID-19 Dengan 2 BUMN

Menurut Agus, pasar itu memang perlu waktu untuk kembali seperti semula. Bahkan, pihaknya yakin akan lebih ramai dibanding sebelumnya. Sebab, lokasinya lebih bersih. “Selain itu kalau hujan nggak basah (becek, Red),” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Anna Muawanah siap membangun fasilitas pasar itu. Bahkan, akan diberikan penutup agar pedagang lebih nyaman. Selain itu, pedagang akan ditata berdasarkan jenis dagangannya. Yaitu, pedagang ikan dikelompoklan dengan sesama pedagang ikan dan sebagainya.

Titik yang Macet

-Di utara jalan pasar kota.

-Kemacetan terutama ketika pagi.

-Masih terdapat pedagang berjualan di jalan.

-Pedagang berjualan membawa pikap dan parkir.

BOJONEGORO – Pedagang tumpah yang memenuhi jalan di timur Pasar Kota sudah masuk kawasan parkir. Aktivitas jual beli sudah berlangsung normal. Hanya, pedagang masih mengeluhkan transaksi jual beli masih sepi.

Berbeda jauh ketika masih menempati di bahu jalan timur Pasar Kota. “Rata-rata masih sepi. Jauh dari omzet sebelumnya,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Mukayan kemarin (10/11).

Selain itu, pemindahan ini masih ada sedikit ketegangan sesama pedagang. Itu karena perebutan lokasi. Sebab, ada lokasi yang dianggap strategis dan tidak. “Itu memengaruhi omzet penjualan,” ucapnya.

Lokasi dianggap strategis, menurut dia, yang dekat jalan raya. Sedangkan yang mendapatkan lokasi di pojok utara memang kurang strategis. Sehingga, omzet mereka menurun. 

Menurut Kayan, semua pedagang sudah bersedia menempati lokasi yang disiapkan. Meskipun awal-awal masuk mereka menolak. Saat ini pemkab harus membantu para pedagang ini agar pasar salalu ramai. Sebab, masyarakat harus menyesuaikan lokasi baru yang ditentukan itu. 

Baca Juga :  Bikin Heboh! Gudang Milik Disperta Terbakar

“Biasanya pembeli tidak usah parkir. Sekarang harus parkir dan bayar,” ucapnya.

Kemarin merupakan hari ke lima pedagang masuk kawasan pasar. Sebelumnya mereka terus menolak masuk karena lokasi yang disiaplan dianggap tidak layak.

Sejak pemindahan berlangsung, aktivitas kendaraan melintas timur Pasar Kota lancar. Namun, berbeda di jalan utara pasar. Kemacetan sering terjadi ketika pagi. Sebab, ketika malam hingga pagi ruas jalan terdapat beberapa pedagang berjualan.

Bahkan, banyak pedagang berjualan menggunakan pikap di parkir di jalan tersebut. Sehingga, jalan menjadi menyempit. ‘’Kalau pagi sering macet. Kenapa di sini (utara pasar) tidak dilakukan pemindahan juga?,’’ ucap Nur Dian, salah satu pedagang.

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar Agus Hariyana mengatakan, akan selalu memantau perkembangan pasar. Jika memang dibutuhkan fasilitas pendukung, dia siap membantu. “Kita lihat dulu bagaimana. Lancar atau tidak,” ujar dia.

Baca Juga :  Lima Ekor Kambing Terbakar

Menurut Agus, pasar itu memang perlu waktu untuk kembali seperti semula. Bahkan, pihaknya yakin akan lebih ramai dibanding sebelumnya. Sebab, lokasinya lebih bersih. “Selain itu kalau hujan nggak basah (becek, Red),” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Anna Muawanah siap membangun fasilitas pasar itu. Bahkan, akan diberikan penutup agar pedagang lebih nyaman. Selain itu, pedagang akan ditata berdasarkan jenis dagangannya. Yaitu, pedagang ikan dikelompoklan dengan sesama pedagang ikan dan sebagainya.

Titik yang Macet

-Di utara jalan pasar kota.

-Kemacetan terutama ketika pagi.

-Masih terdapat pedagang berjualan di jalan.

-Pedagang berjualan membawa pikap dan parkir.

Artikel Terkait

Most Read

Melestarikan Musik Etnik

Tukar Uang dengan Koin

Artikel Terbaru


/