alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Daya Beli Membaik hingga Akhir Tahun

BOJONEGORO – Sejumlah diler mulai melempar strategi penjualan mobil di akhir tahun ini. Selain menggelontor produk baru, diler juga kerap menawarkan cashback rendah. Upaya ini diharapkan berdampak terhadap permintaan dari konsumen kelas menengah. 

Helena, salah satu customer relation officer (CRO) diler mengatakan, penjualan roda empat tahun ini terjadi lonjakan. Akibatnya, diler terus mempersiapkan sejumlah unit untuk memenuhi kebutuhan konsumen. 

Selain itu, konsumen masih didominasi kelas menengah ke bawah, karena adanya mobil low cost green car (LCGC). Sehingga, konsumen dengan penghasilan menengah sudah bisa menikmati fasilitas mobil hampir sama dengan jenis SUV dan MPV. 

Helena menambahkan, fasilitas mobil rata-rata sama, tetapi setiap jenisnya memiliki market share berbeda. Sehingga, konsumen bisa mengukur daya beli dengan pertimbangan lebih matang. Karena, setiap merek akan menawarkan berbagai tipe dengan ukuran dan harga berbeda. 

Baca Juga :  Truk Sembako Aman

Penjualan jenis MPV, kata Helena, sebenarnya masih menguasai pasar. Pihaknya baru saja meluncurkan produk terbaru jenis MPV. Dengan kisaran harga Rp 135 juta-153 juta, dengan kapasitan seven seat. Selain itu, fasilitas ditawarkan juga mendekati jenis SUV, meski segmentasi produk ini kelas menengah. 

Terpisah, Sofi, sales counter diler lainnya, mengatakan, penjualan mobil tahun ini memang tinggi. Bahkan, penjualan bisa stabil baik jenis LCGC, MPV, dan SUV. Hal itu tidak terlepas dari perilaku dan gaya hidup masyarakat mulai berubah. 

Sebab, mobil bukan lagi kebutuhan sekunder, tetapi primer. Bahkan, permintaan mobil rata-rata didominasi second user. Dia optimistis bisa tembus target tahun ini, karena kebutuhan akan mobil selalu ada. Bahkan, dalam satu bulan, permintaan mobil lebih dari 70 unit. ’’Angka tersebut cukup tinggi di tengah kondisi ekonomi melemah,” paparnya.

Baca Juga :  Sekitar 2000 Mobil Terjual Setiap Tahunnya

BOJONEGORO – Sejumlah diler mulai melempar strategi penjualan mobil di akhir tahun ini. Selain menggelontor produk baru, diler juga kerap menawarkan cashback rendah. Upaya ini diharapkan berdampak terhadap permintaan dari konsumen kelas menengah. 

Helena, salah satu customer relation officer (CRO) diler mengatakan, penjualan roda empat tahun ini terjadi lonjakan. Akibatnya, diler terus mempersiapkan sejumlah unit untuk memenuhi kebutuhan konsumen. 

Selain itu, konsumen masih didominasi kelas menengah ke bawah, karena adanya mobil low cost green car (LCGC). Sehingga, konsumen dengan penghasilan menengah sudah bisa menikmati fasilitas mobil hampir sama dengan jenis SUV dan MPV. 

Helena menambahkan, fasilitas mobil rata-rata sama, tetapi setiap jenisnya memiliki market share berbeda. Sehingga, konsumen bisa mengukur daya beli dengan pertimbangan lebih matang. Karena, setiap merek akan menawarkan berbagai tipe dengan ukuran dan harga berbeda. 

Baca Juga :  BPJamsostek Bojonegoro Optimalkan Perlindungan Jamsostek Desa Pekuwon

Penjualan jenis MPV, kata Helena, sebenarnya masih menguasai pasar. Pihaknya baru saja meluncurkan produk terbaru jenis MPV. Dengan kisaran harga Rp 135 juta-153 juta, dengan kapasitan seven seat. Selain itu, fasilitas ditawarkan juga mendekati jenis SUV, meski segmentasi produk ini kelas menengah. 

Terpisah, Sofi, sales counter diler lainnya, mengatakan, penjualan mobil tahun ini memang tinggi. Bahkan, penjualan bisa stabil baik jenis LCGC, MPV, dan SUV. Hal itu tidak terlepas dari perilaku dan gaya hidup masyarakat mulai berubah. 

Sebab, mobil bukan lagi kebutuhan sekunder, tetapi primer. Bahkan, permintaan mobil rata-rata didominasi second user. Dia optimistis bisa tembus target tahun ini, karena kebutuhan akan mobil selalu ada. Bahkan, dalam satu bulan, permintaan mobil lebih dari 70 unit. ’’Angka tersebut cukup tinggi di tengah kondisi ekonomi melemah,” paparnya.

Baca Juga :  Kesulitan Realisasikan ¬†Bus Sekolah,¬†Kecelakaan Pelajar Tak Sedikit

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/